
Padahal niat hati pengen buru-buru sampe rumah, tapi malah aku makin kejebak makin lama. Sejak aku menolak ajakan Keenan, kulihat Keenan tak banyak bicara dan terus saja menyorotiku dengan tatapannya yang tajam, jujur perasaanku kali ini beneran makin nggak nyaman banget berasa kaya lagi banjir-banjirnya di hari pertama.
"Anggep aja patung Cisewu Peh yang lagi senyumin lu, "tukasku dalam hati.
Drtttt..Drrttt!!
Aku melihat ponselku, ternyata bang Radit kembali menghubungiku, "Ck ngapain sih bang Radit, nelponin gw mulu ? "gerutuku dalam hati. Aku pun mengaktifkan mode pesawat pada ponselku, berharap bang Radit tidak menggangguku lagi.
"Eh btw gw diundang ke acara halloween kampus nih !!Lu mau ikutan nggak Peh? "tanya Astrid menunjukkan ponselnya ke arahku.
"Ngapain sih lu ikut begituan!! Nggak ada faedahnya!! "saut Keenan menatap Astrid terlihat kesal.
"Ihh kamu mah nggak asik sih jadi orang, terlalu monoton hidupnya!! cebik Astrid.''
"Ikutan yuk Peh buat seru-seruan aja, biar gw ada patnernya!! "tukas Yudha.
"Males ah!! "sautku.
"Ah nggak seru lu Peh!! "saut Astrid.
"Hidup dia mah dari dulu ngebosenin banget Yud !!Pokoknya nggak jauh dari kerja, kuliah, tidur sama planga-plongo, "saut Astrid.
"Sama tuh kaya kamu, "sinis Astrid menatap Keenan.
"Lagian ngapain sih lu ngikutan halloween segala!! Halloween itu tuh bukan budaya kita!!"
"Budaya kita tuh ya, ngaku single tapi ternyata udah punya pasangan!! Sama dibikin baper tapi endingnya di tinggalin, "sautku tanpa beban melirik Keenan sinis, Keenan hanya membuang wajahnya tersenyum sinis.
"Satu lagi di kodein nggak peka-peka, "timpal Yudha.
"Bukannya nggak peka!! Lu nya aja yang nggak nyadar diri kali!! "saut Astrid cekikikan, kulihat Keenan menahan tawanya.
"Kampret emang lu!!''
"Lu emang dari dulu nggak pernah pengertian Trid !! "tukas Yudha.
"Dih penting gitu !!Sejak kapan gw harus ngertiin lu!! "cebik Astrid, aku hanya mengulum senyum mendengar perdebatan antara Astrid dan Yudha.
"Btw gimana tadi pas sidang !!Dosennya rese nggak? "tanya Yudha
"Hah, biasa aja!! "sautku sibuk mengaduk minumanku dengan sedotan.
"Cih sombongnya!! Pasti tegang kan lu? "tanya Astrid cekikikan.
"Ya teganglah pake nanya lagi lu!! "sautku sekilas menatap Astrid, di kekehi Yudha.
"Kayaknya otak gw butuh di suntik botok nih, biar kerutan di otak gw tersamarkan saking tegangnya pas sidang tadi, "sautku, di kekehi Astrid dan Yudha.
"Ppffff !!Otak dimana-mana berkerutlah bege!!"
"Daripada lu suntik botok, mending lu suntik mati aja sekali!! Biar populasi orang mines kaya lo berkurang, "saut Astrid tertawa.
"Ide bagus tuh kayaknya!! Boleh di coba kayanya tuh, "sautku tanpa beban.
"Jangan dong !!Sayangkan cewek manis kaya lu kalo cepet meninggoy!! Ntar gw patah hati dong!! "saut Yudha sambil menjembel pipiku lalu mengusap-ngusap kepalaku dengan gemasnya.
__ADS_1
Keenan refleks berdiri menatap ke arahku dan Yudha dengan tajam, mengepalkan kedua tangannya.
"Kamu mau ngapain sih? "tanya Astrid, sedangkan aku jangan ditanya lagi bagaimana gugupnya, tatapan Keenan seolah mampu melubangi kepalaku.
"Permisi!!"
"Satu soto mie, dua bakso sama satu mie ayam!! "bude kantin pun datang menyuguhkan pesanan kami satu persatu di meja
"Makasih bude, "saut Astrid tersenyum ramah.
"Sama-sama!!"
Astrid menatap Keenan menggelengkan kepalanya, "Duduk dulu, temenin aku makan !!
"Sabar, ntar juga ada waktunya!! Come on baby!! "saut Astrid tersenyum menarik tangan Keenan memaksanya duduk.
"Ppppffff !! "Yudha menahan tawanya menatap Keenan dengan tatapan seolah sedang mengejek, beneran definisi cari mati nih orang.
"Lu pengertian dikit ngapa Trid jadi cewek!! "tukas Yudha cekikikan.
"Apa lu senengnya pake mode paksaan!! Kaya si Anastasia Steele!! "tambah Yudha menatap Astrid cekikikan.
Astrid memelototi Yudha, "Diem lu Yud!! "ketus Astrid.
Brakkk!!
Bugh!!!
Tanpa babibu Keenan melayangkan bogem mentah ke wajah Yudha hingga Yudha pun jatuh tersungkur. Keenan kembali menghampiri Yudha dan menarik kerah baju Yudha dengan kasar.
Astrid buru-buru menahan Keenan, "Ken stop Ken!! "Astrid menarik tangan Keenan yang mencengkram baju Yudha, karena tindakan implusif Keenan, kini kami berempat pun menjadi pusat perhatian bagi para mahasiswa yang berada di kantin kampus.
Spontan aku membantu Yudha berdiri, "Lu gpp Yud? "tanyaku auto zipper, karena ini pertama aku melihat kalinya Keenan bertindak sekasar ini di depanku.
"Gw gpp Peh, "saut Yudha dengan senyuman lalu mengusap darah di sudut bibirnya.
"Dan buat lu !!Setidaknya kalo lu mau menghindar, jangan cari sampah kayak dia !!Jangan bodoh lu jadi cewek, belajar dari kesalahan !! ketus Keenan menatapku tajam. Air matiku lolos begitu saja, hati berasa di timpuk pake granat, mendengar Keenan berkata sepertiku kepadaku.
"Ken lu apa-apain sih !!Lu tuh udah kelewatan tau nggak !! "Astrid berusaha menahan Keenan.
"Udahlah Trid gw udah muak!! "menghempaskan tangan Astrid yang menahannya.
"Sory, gw cabut dulu!! "aku berlari meninggalkan kantin daripada Keenan bertindak semakin jauh dan membuat keadaan semakin kacau, lebih baik aku menghindar. Aku terlalu takut Keenan akan mengungkap segalanya tentangku dan menghancurkan persahabatanku dengan Astrid.
"Ipeh tunggu dulu!! "aku tidak menggubris panggilan Astrid dan terus melangkah kakiku semakin menjauh.
Bruukkkk!!
Karena terburu-buru aku tidak sengaja menabrak orang di depanku, "Sory gw nggak sengaja!! "tukasku tanpa menatap orang yang kutabrak dan berlalu.
"Ipeh tunggu!!"
"Bang Radit!! "tukasku terkejut.
"Ngapain abang kesini?"
__ADS_1
"Ayo ikut abang Peh !!Enyak sama Abel di rumah sakit sekarang,"
Deg!!
"Apa bang? ''jantung bagaikan di pukul sembilu mendengar ucapan bang Radit barusan.
"Bang, enyak sama mbak Abel kenapa bang? "tanyaku dengan isak tangisku menarik-narik baju bang Radit saking panik.
"Ayo mending kita kerumah sakit!! Kasian teh Ai sendirian di rumah sakit!! Abang udah coba hubungin bang Diky tapi nomernya nggak aktif."
"Ipeh tunggu!! "teriak Astrid memanggilku dan di susul Keenan di belakangnya.
"Astrid!! ''tukas bang Radit ku dengar, aku sedikit terkejut mendengar bang Radit menyebut nama Astrid.
"Apa bang Radit kenal sama Astrid? "aku bertanya dalam hati, walaupun penasaran aku mengesampingkan terlebih dahulu rasa penasaranku, karena yang lebih terpenting saat ini adalah kondisi enyak dan juga mbak Abel.
"Ayo bang anter Ipeh ke rumah sakit sekarang, "bang Radit menarik tanganku dan kami pun meninggalkan kampus menuju rumah sakit.
.
.
Sesampainya dirumah sakit aku berlari lengkap dengan samir yang masih bertengger di pundakku mencari keberadaan enyak, sedangkan buket bunga pemberian Yudha dan Astrid aku tinggalkan di mobil bang Radit.
"Nyakk!! teriakku saat melihat enyak duduk di brankar ruang sakit. Refkles aku berhambur memeluk enyak melampiaskan segala kesedihanku.
"Enyak ggp Peh!! "enyak mengusap punggungku.
"Ipeh tadi takut banget nyak, pas bang Radit bilang enyak sama mbak Abel di rumah sakit!! Ipeh udah mikir yang macem-macem tadi!! "tukasku sesenggukan.
"Kata dokter enyak cuman syok Peh.''
"Soalnya enyak tadi tingali si Abel tisorodot di kamar mandi, "tukas teh Ai yang ikut mengusap punggungku.
"Apa mbak Abel jatoh di kamar mandi!! "aku terkejut menatap teh Ai, di angguki teh Ai.
"Terus gimana sekarang keadaannya mbak Abel teh? "tanyaku cemas.
"Doain aja Peh!! Sekarang si Abel lagi di proses operasi caesar, soalnya tadi kate dokter si Abel perdarahan, jadi jadwal operasinya di majuin "saut enyak.
"Terus mbak Abel sama siapa sekarang di ruang operasi? "tanyaku.
"Sama Diky, Peh!! A Miftah tadi nyusul ke tempat kerjanya? "tukas teh Ai.
"Terus bang Miftah kemana sekarang? "tanyaku.
"Si aa keur ngurus adminitrasina Peh!! "saut teh Ai.
Bang Radit pun masuk setelah memarkirkan kendaraannya terlebih dahulu, "Gimana ncing udah enakan? "tanya bang Radit.
"Alhamdulillah Dit ncing udah enakkan!! Makasih ya Dit ncing jadi ngerepotin lu!!''
"Kalo nggak ada lu, ncing nggak bakal tau gimana nasib mantu sama calon cucu ncing!! "tukas enyak dengan air matanya yang mengembang.
"Gpp ncing!! Radit nggak ngerasa di repotin kok!! "saut bang Radit ku dengar.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...