Janda Kembang Kampoeng Pete

Janda Kembang Kampoeng Pete
Di Labrak Sarah.


__ADS_3

Sejak kemarin aku menonaktifkan ponselku, banyak hal yang sudah aku pikirkan semalaman sampai mengganggu jam tidurku. Semenjak bang Radit memberitahukan segalanya tentang Astrid, sepertinya sudah cukup mereka membodohiku selama ini.


Aku menatap surat pengunduran diri yang sudah ku buat semalam dengan penuh keyakinan, sepertinya menjauh dari Keenan adalah hal terbaik yang harus ku lakukan untuk menjaga diriku agar tidak semakin terperangkap ke dalam permainan Astrid dan Keenan.


"Nyak Ipeh berangkat dulu ya sebentar!! "tukasku bersalim takjim kepada enyak.


"Kok siang banget berangkatnya Peh? Bukannya lu masih cuti? "tanya enyak.


"Iya nyak, Ipeh ada perlu sebentar doang kok, mau ketemu temen Ipeh di kantor.''


"Ya udah hati-hati ya, "saut enyak.


"Iya nyak !!Assalamu'alaikum!!"


"Waalaikumsalam!!"


**


Sesampainya di kantor aku menghembuskan nafasku penuh keyakinan, "Keputusan lu udah tepat Peh!! "tukasku menyemangati diri sendiri dan masuk ke dalam lobby menuju ruangan mbak Eva.


Aku mengerutkan dahi saat melihat seseorang keluar dari lobby kantor, "Loh bang Miftah!! Abang kok ada disini sih? "tanyaku terkejut.


"Eh Ipeh.''


"Abang abis ketemu partner bisnis abang disini ? "saut bang Miftah.


"Apa partner bisnis abang!! Siapa bang? "tanyaku dengan wajah heran.


"Pak Adzkhan!! "saut bang Miftah


"Apa pak Adzkhan!!"


"Jangan bilang, abang itu supplier daging kambing di Birnumara kafe? "tanyaku,


"Iya abang udah teken kontrak kerjasama sama pak Adzkhan!! Abang datang ke kantor pusatnya karna ada hal yang penting yang perlu di bahas sama pak Adzkhan!! "saut bang Miftah tersenyum menatapku.


"Hal penting, ''gumamku menatap bang Miftah dengan wajah heran.


"Udah ya abang duluan!! Abang buru-buru nih !! "bang Miftah mengusek-ngusek rambutku dan berlalu.


"Bang tunggu dulu!! Ipeh belum selesai nanyanya!!"


"Entar aja di rumah!! Ntar abang jelasin!! "tukas bang Miftah tersenyum.


Mendengar jawaban bang Miftah barusan, aku beneran di buat penasaran, "Apa sih maksud omongannya bang Miftah tadi? Kayaknya ada yang di sembunyiin deh? "tukasku dalam hati.


"Woiii..Peh!! Ngapain lu ke kantor!! "panggil Tyas.


"Lu bukannya masih cuti, "Tyas pun menghampiriku.


"Eh iya Yas, gw kesini mau ketemu mbak Eva!! "sautku sedikit gugup.

__ADS_1


"Ngapain lu ketemu mbak Eva, do'i udah di pindahin kali di cabang kafe yang di Kemang!!


"Hah di pindahin!! kok bisa sih!!"


"Itu dia yang mau gw ceritain !!Ayo ikut gw sini !! "Tyas pun menarikku menuju ruang pantry.


Ku lihat di ruang pantry sudah ada bang Trisna dan juga Nayla, " Wuihh calon ibu bos kita dateng!! Mari kita sambit, "tukas bang Trisna menyambutku dengan heboh.


"Sambut bang!! Salim kalo perlu, "saut Nayla terkekeh.


"Lu pada ngomong apaan sih? Ngaco ya!! "tanyaku auto bingung.


"Lu bukannya masih cuti Peh!! Ngapain lu kesini? "tanya Nayla.


"Ya mau ketemu ayang beb lah, pake nanya lagi lu, "saut bang Trisna.


"Serah lu bang dah!! "sautku malas.


"Gw ada perlu sama mbak Eva, eh kata si Tyas mbak Eva katanya udah out dari sini, "tukasku.


"Itu dia yang mau gw ceritain!! Kita semalem coba chat sama telpon lu, tapi hp lu nggak aktif-aktif, "tukas Nayla.


"Lagian lu pada ganggu aja heran gw!! Pengertian dikit  jadi temen mah!!''


"Palingan si Ipeh semalem abis mojok sama bos!! "tukas bang Trisna menoyor punggungku.


"Lu ngomong apaan sih bang? dari tadi omongan lu ngelantur mulu? Makanya lu kalo tidur tuh ganti posisi bang, jangan miring terus, biar otak lu nggak ikut miring terus.''tukasku auto sewot.


"Iya lu Peh semua orang kantor juga udah pada tau kali !!!Ngapain sih lu masih nutupin, "saut Tyas.


"Orang kantor? "aku menggaruk kepalaku semakin bingung.


"Maksud lu apa sih? Serius gw nggak ngerti, beneran, sumpah, suer!! "tanyakuku sepaket dengan wajah bingung.


"Kasih do'i paham Yas, " saut bang Trisna menunjuk dengan dagunya. Hadeuhh niat mau buru-buru ngasih surat resign terus langsung pulang, malah di ajak wawancara bersama.


"Lu tau nggak, abis kejadian yang lu di labrak sama bu Vivi sama mbak Eva waktu itu, pak Adzkhan langsung buka cctv kantor!! "tukas Tyas.


"Hah serius lu? "tanyaku terkejut.


"Serius !!Nah dari situ tuh ketahuan mbak Eva yang salah!! Pak Adzkhan tuh marah banget tau Peh, terus do'i manggil anak-anak ob, cleaning servis, mbak Eva sama bu Vivi ke ruangannya!!"


"Nah dari situ tuh pak Adzkhan nanyain kita satu-satu kronologis masalahnya gimana!! Pak Adzkhan juga negor bu Vivi sama mbak Eva !!Dia juga ngakuin di depan kita semua, kalo lu itu calon istrinya dia_"


"Hah serius luh dia ngomong gitu? "tanyaku terkejut memotong ucapan Tyas.


"Serius, dia terpaksa ngakuin itu semua, soalnya selama ini dia nggak tega ngeliat lu sering di perlakukan nggak adil gitu sama mbak Eva, "tukas Nayla.


Bang Trisna menoyor, "Menang banyak lu Peh!! Pake pelet apa lu bisa bikin bos sampe bucin kayak gitu!!"


"Wah cari mati luh bang, berani-beraninya lu noyor calon bininya bos, "celetuk Tyas memukul lengan bang Trisna.

__ADS_1


"Mumpung belom jadi bininya bos, kapan lagi kita bisa aniaya nih anak!! Lagian ni anak harus sering-sering kita aniaya biar selalu berada di jalan yang benar, dan nggak lupa daratan kalo udah kaya!! "saut bang Trisna.


Mendengar ucapan ketiga rekanku aku beneran di buat kesal apa maksud pengakuan Keenan sebenarnya. Aku pun meninggalkan pantry tanpa permisi, "Peh jangan kabur lu !!Pj belum lu cairkan nih, "teriak bang Trisna ku dengar, namun aku pun tidak menggubrisnya.


Saat ingin menuju ruangan Keenan aku terusik dengan suara gaduh yang terdengar di lobby kantor.


"Saya pokoknya mau ketemu sama karyawan yang namanya Ipeh!! Bapak ngerti nggak sih, "bentak Sarah dengan penuh emosi, memaki pak Bayu yang berusaha menahannya pergerakannya.


"Hah itu kan Sarah!! ngapain dia ke kantor gw? "tukasku dalam hati.


"Siapa itu Peh ?Lu kenal sama tuh cewek saraf !! "tanya Tyas yang muncul di belakangku di ikuti Nayla dan bang Trisna.


"Fans berat, "sautku asal.


"Ck, arrrghhh, bodo amat lah gw mau resign ini!! "aku pun melangkah maju menghampiri Sarah.


"Ada perlu apa lu cariin gw sampe datang ke kantor gw segala, "tanyaku percaya diri.


"Eh janda gatel !!Lu kemaren jalan kan sama laki gw !!Ngaku lu !! "tunjuk Sarah membentakku. Bisik-bisik para karyawan kantor pun ku dengar saat Sarah meneriakiku janda gatel.


"Asal kalian semua tau ya pelakor ini tuh pengen ngerebut suami saya, karena dia ini gagal move on dari suami saya, "tunjuk Sarah dengan senyum sinis menatapku.


"Dih gagal move on!! Nggak kebalik ya Sar!! "tukasku tersenyum sinis.


"Dari pada lu kesini buang-buang waktu doang !!Mending lu jagain tuh laki lu yang gagal move on itu, biar nggak selalu ganggu hidup gw lagi dan maksa-maksa gw ngajakin rujuk!! "ketus menunjuk wajah Sarah.


"Apa lu bilang, "Sarah menghampiriku dengan wajah yang berapi-api setelah mendengar sautanku. Sarah mengambil ember pel milik Gilang yang berisi air, tanpa ku duga.


Aku tidak bisa menghindar dari amukan Sarah, dan aku menutup wajahku pasrah, sampai kurasa rasa seseorang menarik dan memelukku.


Byurrrr!!!


Walau di campur dengan seember air pel yang kotor, tidak mengalahkan wangi dari perpaduan antara aroma vanilla dan woody yang begitu lembut nan eksotik, tetap terasa begitu menyengat di indra penciumanku. Pria yang beberapa hari yang lalu cukup menghancurkan hati dan perasaanku, ternyata pelukannya masih terasa begitu nyaman ku rasakan.


"Lu gpp kan? "tanya Keenan menatapku dengan mata hazelnya.


"Lepasin gw!! Inget lu Peh, urusan kita belum selesai!!Gw akan bikin hidup lu sengsara!! "tunjuk Sarah menatapku penuh kebencian.


"Berani kamu sentuh dia sedikit aja !!Maka saat itu juga kamu akan berurusan dengan pengacara saya, "tukas Keenan dengan nada mengancam menatap Sarah.


Aku melihat Sarah pergi dengan wajah yang terlihat kesal. Kejadian tersebut pun tidak luput dari pandangan para karyawan lain yang terlihat menganga menatap bos mereka rela tersiram air kotor bekas pelan lantai, demi pegawai rendahan sepertiku.


"Ayo ikut gw, "Keenan menuju ruangannya.


"Lepasin gw Ken!! Nggak usah lu sok peduli deh lu !!Lu tuh sama jahatnya tau nggak!! Bahkan lu sama Astrid tuh lebih parah, "ketusku menarik tanganku dengan paksa dengan air mata yang lolos begitu saja.


"Biar gw jelasin semuanya!! "tukas Keenan meraup wajahku menatapku dengan lembut saat di dalam lift.


"Apalagi Ken semuanya udah jelas kok!! Nggak ada yang perlu lu di jelasin lagi !! "aku berusaha menarik diriku, karena tatapan Keenan sanggup membuat hatiku auto luluh, aku tidak ingin kembali terpedaya dengan sikap Keenan.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2