
Seorang pria dengan garis wajah yang begitu dingin sedang menahan amarah nya, pasal nya sejak siang tadi ada saja kesalahan yang di lakukan para pegawai di perusahan nya. Orang-orang yang berada di ruangan yang sama dengan sosok pria itu tampak terlihat peluh yang mulai bercucuran di wajah mereka masing-masing.
"Apa ini pekerjaan kalian selama ini, hah?" amarah yang sejak tadi di tekan nya kini keluar sesaat asisten nya datang membawa sebuah file.
"Maafkan kami, Presdir. Kami janji tidak akan ada lagi kesalahan seperti ini." ucap seseorang mewakili yang lain nya.
"Keluar!" teriak nya lagi. "Jika sekali lagi saya menemukan kesalahan, segeralah angkat kaki kalian dari perusahan saya!" ancam nya dengan marah.
Satria yang berada di samping nya tak berani berucap apapun, ia pun sama takut nya dengan para staf ketika melihat kemarahan dari sosok pimpinan nya.
"Bagaimana situasi di Sisilia? apa semua nya berjalan dengan lancar?" tanya Asha kepada sang asisten.
"Semua nya berjalan dengan lancar, bos. Namun ada sedikit kendala yang terjadi di sana, tapi semua nya sudah aman terkendali." jelas Satria sedetail mungkin.
Setelah menanyakan itu, Asha kembali sibuk dengan iPad di tangan nya. Melihat itu Satria pun pamit keluar, ia takut jika terkena kemarahan pimpinan nya, karena setiap kali mood pria itu buruk, ia kerap sekali memberikan bogeman mentah ke arah nya tanpa tau apa yang sedang terjadi.
Terlahir dari keluarga broken home, membuat pribadi Asha menjadi dingin, kebencian nya kepada seorang wanita bermula saat pengkhianatan sang Ibu yang tega berkhianat kepada Ayah nya.
__ADS_1
Perpisahan kedua orang tuanya menjadi acuan untuk Asha menutup hati nya rapat-rapat, ia membentengi hati itu dengan tembok kebencian akan seorang perempuan. Kepercayaan nya kepada sosok perempuan tak ada lagi, ia berjanji kepada diri nya sendiri untuk tidak tertarik pada sosok yang mengingat kan dirinya pada kejadian kelam malam itu.
Terlahir sebagai anak semata wayang, menjadi kan Asha sebagai pewaris utama kekayaan Milano. Meski menjadi seorang pewaris tunggal, bukan berarti apa yang di gapai oleh Asha saat ini semata mata milik sang Ayah, melainkan itu semua adalah kerja keras pria itu selama ini, dan tidak ada sedikit pun campur tangan sosok sang Ayah dalam segala bisnis dan kekuasaan yang di miliki nya saat ini.
Dengan penuh kerja keras dan ketekunan akhir nya sosok Asha bisa berdiri di bawah pijakan kakinya sendiri, ia membangun sebuah perusahan raksasa dengan kerja keras nya sendiri. Ia berhasil menjadi pribadi yang tangguh, siapa yang tak tau, di umur nya yang baru beranjak 28 tahun, sosok Asha sudah menjadi pengusaha yang menduduki peringkat kedua di dunia bisnis.
Hari demi hari di habiskan oleh Asha dengan pekerjaan yang tak ada habisnya, meski memiliki harta melimpah tak membuat Asha menjadi pribadi yang baik, bisnis yang di lakoni nya juga ada yang ilegal, seperti penyeludupan senjata, pengedaran obat terlarang dan hukum seperti patuh di bawah kepemimpinan nya. Asha termasuk pria yang kebal akan hukum, jika ia terlibat sesuatu pasti akan segera terbebas dan kasus nya pun akan segera di tutup saat itu juga.
Hampir 7 jam lama nya ia sibuk dengan beberapa file penting yang di antar oleh sang sekertaris. Satria menjadi sosok pria kepercayaan nya, Satria pun mendedikasikan diri nya hanya untuk Asha seorang. Apapun yang terjadi ia akan tetap berdiri di samping pimpinan nya.
Setelah merasa semua pekerjaan nya selesai, Asha pun beranjak dari kursi kebesaran nya dan melangkah keluar dari ruangan nya. Ia tampak mengedarkan pandangan nya ke segala arah, namun tak menemukan sosok Satria di sana, ia begitu kesal dengan Satria.
"Tuan Satria sedang merokok di luar perusahan, Tuan." jelas sang sekertaris mengingat pesan Satria sebelum kepergian nya.
Tanpa mengucap kan terima kasih, Asha melenggang pergi menuju lift khusus milik nya. Satria belum juga menyadari sosok yang berdiri di belakang nya, ia masih saja menikmati nikotin di tangan nya, ia kaget kala bahu nya di remas, segeralah ia membuang rokok tersebut.
"Maafkan saya bos, saya tidak akan mengulangi nya lagi." ucap nya dengan cepat.
__ADS_1
Asha pun mengangguk, Satria dengan cepat nya berjalan membukakan pintu mobil untuk sang bos. Kini kedua nya sudah berada di dalam mobil. Tampak Asha memijit pelipis nya, ia merasa pening seharian ini.
"Bos, Alexander saat ini sedang berada di club milik anda, menurut orang-orang kita, dia sedang melakukan transaksi di sana. Apa kita akan kesana memastikan itu semua?" tanya Satria.
"Antar saya kesana, jangan ada pergerakan apapun, cukup di pantau saja." balas nya sekenan.
"Baik bos." balas Satria.
Di lain tempat, tepat nya di sebuah rumah mewah tampak seorang wanita sedang menunggu kedatangan suami nya. Ia terus saja mondar mandir kesana kemari menantikan kedatangan suami nya hingga larut malam. Namun yang di tunggu tak kunjung datang.
"Nggak biasa nya, Albert pulang hingga larut malam seperti ini." gumam nya lirih, mata nya terasa begitu berat, ia pun yang bosan menunggu memilih kembali ke kamar nya, rasa kantuk yang sejak tadi di tahan nya tak dapat di tahan lagi. Wanita cantik itu pun berlalu kembali ke kamar nya, ia membaringkan tubuh nya, entah sudah berapa lama ia tertidur, tangan nya terulur ke samping tempat tidur, ia merasa kosong, dengan mata berat ia pun kembali bangun.
"Udah pukul dua, kenapa Albert belum juga kembali?" gumam nya lagi, ia pun turun dari ranjang, rasa haus di kerongkongan membuat ia harus turun ke dapur. Wanita cantik itu pun perlahan menuruni anak tangga, langkah nya terhenti saat samar-samar ia mendengar ******* dua orang dari arah kamar tamu, dia begitu mengenali suara itu, itu adalah suara Albert suaminya. Dan dugaan Kharenina mengenai hubungan spesial antara sang suami bersama model ternama itu benar ada nya.
Betapa hancur nya hati Queen, saat tau jika suami yang sangat di cintai nya telah mengkhianati pernikahan mereka secara terang-terangan.
"Akan ku balas kalian. Enak saja berselingkuh dan berzina di rumah ku seenak jidat kalian!" Queen benar-benar marah, namun sekuat tenaga ia mencoba tak menangis. Ia menahan gemuruh di dada nya yang hendak meledak, ia tidak ingin melakukan kesalahan, yang di pikir nya saat ini adalah bermain cantik tanpa ada kekerasan.
__ADS_1
Queen bertekad membalas kan semua pengkhianatan Albert dan selingkuhannya dengan bermain cantik, ia akan memberi mereka sebuah kejutan di hari yang tepat. Ia tak peduli lagi dengan apa yang akan di lakukan Albert bersama wanita itu, ia akan fokus mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan mereka agar bisa terbebas dari belenggu rumah tangga yang tak sejalan ini.