
Queen menatap lekat pria di depan nya, ia mencoba mencari kebenaran di setiap ucapan pria itu, setelah yakin, ia pun mulai menceritakan segala yang terjadi.
"Aku menunggu kedatangan Albert yang tak kunjung pulang, setelah lelah menunggu Aku pun memilih kembali ke kamar dan tidur, namun Aku terjaga saat tangan Aku tak merasakan kehadiran Albert di ranjang, aku mencoba berpikir positif, mungkin Albert sedang banyak pekerjaan di kantor. Kerongkongan ku terasa kering dan memilih turun, namun baru berapa anak tangga yang Aku pijakki, samar-samar aku mendengar ******* dari arah kamar tamu, dan suara itu sangat Aku kenali, Albert selingkuh dengan Monica yang katanya sepupu dari Albert sendiri. Tak ingin mendengar ******* mereka aku pun memilih kesini." jelas Queen panjang lebar, namun yang membuat Satria terheran tak ada tangisan atau apapun dari sorot mata Queen. Ia merasa bangga dengan keteguhan hati sepupunya untuk saat ini.
"Oh iya, apa yang ingin kakak perlihatkan kepada ku?" tanya Queen yang penasaran dengan omongan Satria.
"Maaf kakak tak sempat menceritakan segala nya ke kamu dua tahun yang lalu, karena kondisi kakak tak memungkinkan untuk bertemu dengan kamu saat itu. Apa kamu siap mendengar segala nya? janji kepada kakak untuk tidak menangis setelah kamu tau kebenaran ini, dan yakin lah kakak akan selalu ada di belakang kamu dan juga Paman." pinta Satria sesaat sebelum menceritakan segala nya kepada Kharenina.
"Katakanlah kakak."
"Kakak pernah sekali memergoki Monica yang sedang bercumbu bersama suami kamu, tepat nya saat kamu sibuk di rumah sakit menjaga Paman. Bukan hanya sebuah perselingkuhan, melainkan pengkhianatan yang sedang mereka susun untuk menggeser kamu sebagai ahli waris setelah kepergian Gian setahun yang lalu, hubungan Monica dan Albert pun sudah berlangsung sejak tahun pertama kalian menikah, tepat nya saat mereka mengetahui kamu sulit untuk hamil." jelas Satria dengan berat hati, ia tak sanggup melihat kehancuran Queen yang sedang di rencanakan Albert beserta Monica.
Tubuh Queen membeku kala mendengar setiap ucapan Satria beserta bukti rekaman di mana keluarga Monica, istri kedua Ayahnya beserta Albert dan kedua mertuanya yang sedang menyusun rencana, ia tak menyangka jika Albert tega mengkhianati diri nya terlebih pria itu rela melakukan segala cara demi mendapatkan seluruh kekayaan milik nya.
"Tak akan aku biarkan mereka mendapatkan semua itu, akan ku balas mereka lebih dari itu!" gumam Queen dengan wajah bengis nya menahan gejolak amarah yang sudah berada di ubun-ubun nya.
__ADS_1
"Jangan gegabah, semua ini bukan hanya di lakukan oleh mereka berdua, melain kan ada campur tangan dari kedua orang tua Monica beserta Ibu tiri kamu, mereka bersekongkol untuk membunuh kamu beserta Paman, setelah kepergian kamu maka otomatis seluruh harta kekayaan Paman akan jatuh ke tangan saudari tiri kamu." Satria mencoba menjelaskan situasi pelik yang akan di hadapi Queen jika ia bersikap gegabah.
"Apa yang harus aku lakukan, kakak?" tanya Queen lirih, ia seperti pion yang tak tentu arah.
"Mungkin saran ini nggak bakalan kamu sukai, tapi hanya ini yang bisa kita lakukan untuk menghancurkan mereka dalam sekejap." balas Satria sembari melirik Asha yang sedang memperhatikan mereka.
"Apapun itu, Aku bakalan menyetujui nya." ucap Queen dengan yakin, ia tak ingin kehilangan satu-satu nya orang yang di sayangi nya setelah kepergian Giantoro, sang kakak.
"Apa kamu yakin? setelah kamu menyetujui nya, kamu tak bisa mundur lagi, Queen. Karena orang yang membantu kita, ialah pria yang begitu kejam dan tak suka penolakan." jelas Satria kembali, mengingat keras kepala nya Queen yang akan bertemu dengan sosok yang dingin dan kejam seperti Asha.
"Baiklah, pria itu tak lain adalah bos besar kakak sendiri, kakak tak meragukan kemampuan nya, ia cukup ahli dalam segala aspek, dan sebenarnya pria itu telah menaruh hati kepada kamu sejak kamu masuk kesini." terang Satria mengenai sosok Asha.
Queen tampak kaget, ia begitu terkejut dengan penuturan Satria, namun mengingat tujuan nya saat ini, ia pun mengangguk pasti.
Awal nya Satria tak tega jika Queen harus berada dalam lingkup Asha yang terbilang begitu berbahaya namun mengingat apa yang terjadi terhadap Queen dan juga teka-teki kematian Gian membuat Satria rela melepaskan Queen untuk sosok Asha.
__ADS_1
Mengenai kematian Gian, Satria tak ingin membicarakan nya kepada Queen, ia takut jika kematian Gian ada sangkut paut nya dengan Albert dan Ibu tiri mereka, ia takut Queen tak dapat menerima kenyataan itu dan akan membuat nya terperosok dalam kesedihan.
Semua di tutup rapat oleh Satria, ia akan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi kepada jet pribadi yang di tumpangi Gian setahun yang lalu, ia membiarkan Queen berpikir jika kematian Gian pyur tanpa ada kesengajaan dan benar-benar terjadi murni kecelakaan yang biasa terjadi.
Setelah berbicara panjang lebar bersama Queen, Satria pun beranjak dan kembali duduk di samping Asha. Awal nya ia takut menceritakan seluk beluk peristiwa yang menimpah Queen, namun mengingat nyawa Queen yang sedang di buruh kematian, ia pun mulai berbicara.
"Bos, mungkin ini terdengar lucu, tapi ada hal besar yang ingin saya bicarakan sebelum anda bertemu dengan Queen. Apa anda keberatan jika saya menceritakan segala yang terjadi pada kehidupan Queen?" tanya Satria dengan perasan takut, takut akan penolakan Asha atas rencana nya, namun sebisa mungkin ia mencoba tenang.
"Katakan lah!" titah nya dengan datar.
"Queen tepat nya Queen Sera Zhorsky, anda mungkin tau siapa sosok di belakang nya, dia anak Zhorsky. Lima tahun yang lalu dia dipersunting oleh Albert, namun sebuah pengkhianatan di lakukan Albert bersama Monica yang tak lain model dari agensi di bawah naungan anda. Kematian sedang memburu Queen saat ini, berjanjilah untuk menjaga nya kelak nanti. Saat ini hanya anda yang dapat saya percayai, Tuan." mohon Satria dengan lirih nya, ia takut terjadi sesuatu pada Queen saat diri nya lengah sedikit saja, karena kematian Queen akan membuat segala nya kacau balau, terlebih Queen adalah seorang inteligen rahasia yang tidak di ketahui siapapun termasuk keluarga nya sendiri dan hanya Satria lah yang tau sepak terjang Queen selama ini.
Suatu rahasia besar di tutup rapat oleh Queen mengingat apa saja kemungkinan yang akan terjadi jika saja benda itu jatuh pada orang yang salah mungkin akan terjadi pertumpahan darah antara Negara A dan Negara D.
Asha menyimak setiap penjelasan Satria, itu merasa tertantang untuk menjaga wanita itu, entah dorongan dari mana, ia segera beranjak dan berlalu menghampiri Queen yang sedang duduk termenung. Satria tak membutuh kan jawaban, dengan melihat perilaku Asha saja sudah membuat ia yakin jika pria itu akan membantu mereka dalam hal ini.
__ADS_1