Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia
17. Aku membenci mu Asha.


__ADS_3

"Apa kau pikir aku akan takut dengan ancaman mu, Mickael Lorenzo?" tantang Albert tak mau kala dengan sosok Mickael.


"Ck' sudah seperti ini kau masih berbangga diri, Albert! mari kita lihat kejutan yang akan aku persembahkan kepadamu dan keluarga besar lacur ini, aku yakin setelah ini kau dan lacur ini bakalan menjadi bulan-bulanan masyarakat, terlebih kau lacur! kau sudah tamat!" desis Mickael dengan sorot mata penuh kebencian yang ia tunjukkan kepada Monica.


Melihat kemarahan Mickael, membuat Monica merasa bersalah kepada pria itu. Pria yang bertahta di hatinya hingga kini, mulut nya hendak berucap namun tenggorokan nya terasa gondok saat melihat sosok pria itu yang berubah dingin.


Bughh


"Jaga batasanmu, Mick! anakku bukan lacur seperti apa yang kau tuduh kan." pekik Alanso marah.


Mick menyunggingkan seutas senyum kala mendapat pukulan dari Alanso, pria itu sama sekali tak merasakan sakit meski di sudut bibirnya sudah berdarah. Wajah nya yang semula tersenyum berubah masam dan aura gelap kini menghiasi wajah pria tampan itu.


Melihat sang Tuan di pukul, beberapa pengawal Mick berjalan maju, salah seorang pria menatap nyalang sosok Alanso, pria itu pun dengan segera melayangkan bogeman mentah tepat di perut Alanso, hingga pria paru baya itu muntah darah. Seketika suasana ball room hotel itu menjadi mencekam. Tampak Asha mengeraskan rahang nya kala pesta yang di adakan oleh sang Daddy menjadi kacau balau, pria itu pun melangkah maju dan menatap beberapa sosok bergantian dengan wajah datar penuh intimidasi.


"Sungguh drama yang sangat epik, kalian semua akan menanggung akibatnya karena sudah merusak pesta yang di adakan oleh Daddy ku! dan kau, karena kau pesta Daddy ku hancur berantakan!" marah Asha dengan sorot mata penuh kemarahan sambil menunjuk Queen sebagai biang kerok.


"Maaf atas kekacauan ini, Tuan muda Millano." ucap Queen penuh penyesalan, ia menyesal karena sudah berhasil terprovokasi oleh ucapan Monica hingga pesta yang di adakan oleh Tuan Millano harus berakhir tragis seperti ini. Wanita cantik itu pun membungkuk hormat kepada Asha dan Tuan Millano tanpa peduli dengan image nya yang begitu di sanjung oleh banyak orang.


Setelah mengatakan permohonan maafnya, Queen pun berlalu pergi dengan seribu penyesalan karena telah berhasil terpancing dengan sosok Monica, namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ada rasa kecewa dan sedih, di saat dia mengharapkan sosok pria yang berhasil masuk ke hatinya membelanya namun pada kenyataan nya pria itu malah menyalahkan dirinya di depan para tamu undangan.

__ADS_1


Apa kau berpikir pria itu akan menjadi pahlawan untukmu? tidak Queen, kau wanita bodoh yang mengharapkan pria sempurna seperti Asha akan membantumu.


Melihat Mick yang hendak mengejar Queen, Asha segera memberi isyarat mata kepada Satria, mengerti akan isyarat yang di berikan sang Tuan, Satria pun segera mendekati Mick dan mengajak pria itu berbincang.


Dengan cepat pula, Asha berpamitan kepada sang Daddy. Dengan langkah cepat Asha meninggalkan ball room hotel, tujuan pria itu ialah mengejar Queen. Mencari keberadaan Queen tak sulit di lakukan mengingat Asha bisa mengakses CCTV hotel milik sang Daddy. Setelah mengetahui keberadaan Queen, Asha pun segera menghampiri wanita itu.


Tanpa permisi, Asha menarik pergelangan tangan Queen hingga langkah wanita cantik itu terhenti seketika.


"Setelah mengacaukan pesta Daddy ku, kau pikir aku akan membebaskan kamu begitu saja? tidak semudah itu Nona!" desis Asha dengan sorot mata tajam nya.


"Berapa kerugian yang harus aku ganti karena kekacauan barusan? tak perlu bersikap seperti ini, katakan saja berapa nominalnya." geram Queen sambil menepis tangan Asha dengan kasar.


"Ya, kau benar Tuan. Aku memang begitu mendambakan sentuhan seorang pria lagi, mengingat sudah hampir dua pekan tubuhku tak di jamah lagi oleh seseorang. Mari lakukan itu di dalam mobil ku." balas Queen dengan perasaan hancur mendengar hinaan pedas dari pria itu lagi.


Setelah mengatakan itu, Queen segera masuk ke dalam mobilnya, dengan perlahan wanita cantik itu menanggalkan gaun yang ia kenakan hingga menyisakan dalam berenda yang menutupi dua aset berharganya. Melihat apa yang di lakukan Queen, membuat rahang pria itu mengetat seketika, raut wajah pria itu memerah menahan amarahnya. Dengan cepat pula ia ikut masuk ke dalam mobil tersebut.


Plakk


Satu tamparan di layangkan Asha ke pipi Queen dengan kuat. Tatapan pria itu berubah tajam dan penuh intimidasi. Tanpa berucap pria itu mengemudikan mobil Queen dengan kecepatan tinggi. Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang di kendarai Asha memasuki pelataran mansion mewahnya, dengan kasar ia menyeret Queen keluar dari mobil tanpa memperdulikan kondisi Queen yang sudah setengah telanjang.

__ADS_1


Mendapat perlakuan kasar dari pria itu, hati Queen begitu sakit, ia tak menyangka akan di perlakukan sehina itu oleh pria itu. Dengan langkah terseok-seok Queen tetap bungkam dan terus membiarkan pria itu menariknya.


Braakkk


Dengan kasar Asha mendobrak pintu kamar nya, pria itu kembali menyeret Queen dan mendorong tubuh wanita itu ke atas ranjang. Dengan kasar ia ******* bibir seksi itu secara menggila, puas bermain dengan bibir Queen, ciuman itu pun turun ke ceruk leher Queen meninggalkan banyak tanda.


Bagaikan patung, Queen terus saja diam kala tubuhnya di perlakukan seperti itu oleh pria yang di cintainya.


Dengan kasar Asha melakukan penyatuan, hentakan-hentakan kasar di lakukan pria itu tanpa perduli dengan raut wajah Queen yang terlihat menahan sakit.


"Mendesah lah, *****!" sentak Asha sambil terus memompa tubuh nya dengan kuat.


Queen tak menjawab, sekuat tenaga Queen menahan ******* dan erangan kesakitan yang ia rasakan pada inti tubuhnya. Melihat Queen yang terus saja diam membuat Asha marah, pria itu berubah menjadi sosok yang menakutkan, dan itu terlihat jelas saat telapak tangan Asha ia daratkan di pipi mulus Queen. Mendapat perlakuan kasar lagi dan lagi dari Asha, membuat hati Queen lagi-lagi bagai di tusuk beribu belati. Sedih, kecewa melebur menjadi satu perasaan yang saat ini di rasakan oleh nya.


Aku membencimu, Asha. Semoga setelah ini kita tidak pernah bertemu lagi.


Setelah mendapat pelepasan berkali-kali barulah Asha menghentikan permainannya, pria itu berbaring tepat di samping Queen. Sebuah senyum tersungging di sudut bibir Asha kala mengingat penyatuan kedua kali nya di antara mereka meski jauh di dalam lubuk hati nya merasa kesal dan marah karena Queen tidak sedikit pun terdengar mendesah kala hentakan demi hentakan yang ia lakukan.


"Kau milik ku, selama nya hanya milikku Sera." bisik nya dan melabuhkan sebuah kecupan di kening Queen, setelah nya ia ikut memejam kan mata nya mengikuti Queen yang sudah terlelap lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2