
Sudah satu bulan berlalu setelah pertengkaran hebat di antara mereka, tak sekalipun sosok Asha datang lagi mengganggu kehidupan Queen. Ada rasa rindu yang membuncah yang di rasakan oleh Queen saat tak lagi melihat sosok Asha, namun demi tujuannya ia mencoba mengalihkan seluruh pikirannya dengan menyusun rencana pembalasan dendam nya kepada Albert dan keluarga besar Monica bersama para sahabatnya.
"Kau harus hadir sebentar nanti, informan kita mengatakan jika di pesta nanti keluarga besar Monica akan ikut serta termasuk pria brengsek itu." ujar Eve sambil memasukkan keripik ke dalam mulut nya.
"Entahlah, aku juga nggak yakin bisa kesana, mengingat ada beberapa pertemuan penting bersama klien ku nanti malam." kilah Queen yang sungguh tidak ingin lagi bertemu atau pun berhubungan lagi dengan Albert.
"Hey, ada apa dengan mu? jangan bilang jika kamu masih memikirkan pria brengsek itu?" sindir luisa.
Queen mendelik kesal mendengar penuturan Luisa.
"Pikiran mu terlalu luas, Luisa Michell." ketus Queen.
"Emang benar kan? bukti nya kamu saja tidak mau menghadiri pesta itu, apa jangan-jangan kamu takut sakit hati saat melihat si mandul bergandengan tangan dengan si kuntilanak itu." ucap Luisa lagi dengan entengnya tanpa peduli wajah kesal sang sahabat.
Evelyn, Jacky dan lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Luisa yang terus saja memprovokasi Queen yang sudah tampak menahan kekesalannya.
*****
"Apa agenda ku hari ini, Sat?" tanya Asha dengan wajah datarnya.
"Sore nanti ada rapat penting dengan pihak Icon Group, setelah nya pukul 7 malam anda di minta Tuan besar untuk ikut menghadiri acara peresmian perusahan baru." jelas Satria panjang lebar.
"Kirim pesan balasan kepada Ayahku, katakan jika aku tidak bisa hadir malam nanti." tukas Asha penuh dengan penolakan.
"Tapi Tuan besar mengancam akan menghancurkan markas anda jika anda tidak hadir malam nanti." jelas Satria lagi mengingat ancaman dari Tuan besar.
__ADS_1
"Dasar Tua bangka sialan!" desis Asha marah.
"Jika tidak ada lagi, saya pamit keluar dulu bos." pamit Satria dengan cepat nya, ia takut kena damprat Asha yang suka sekali menjadikan ia sasaran atas kemarahannya.
"Hhmmmm." balas Asha dengan deheman.
Setelah kepergian Satria, tampak Asha menghubungi seseorang, tak berselang lama ia pun bangkit dan berlalu keluar dari ruangan. Entah kemana pria itu akan pergi, melihat raut wajah yang begitu suram menandakan ia sedang dalam mood yang tidak baik.
*****
Queen bersama para sahabat nya tengah memutari pusat perbelanjaan.
Ke empat wanita itu akan membeli gaun untuk menghadiri pesta yang di adakan salah satu pebisnis nomor satu di negara mereka. Luisa, Evelyn dan Nay tampak begitu antusias memilih gaun untuk mereka kenakan malam nanti, namun tidak dengan Queen yang tampak menahan kekesalan nya karena harus ikut di seret ke tempat yang menurut nya sangat membosankan, terlebih ia tidak suka dengan keramaian, tapi ia juga tidak bisa menolak keinginan ketiga sahabat nya. Terlepas dari semua itu Queen memilih bergabung dengan kedua sahabat laki-lakinya tanpa mau repot memilih gaun apa yang akan dia kenakan malam nanti.
"Kenapa?" tanya Jecky dan Fadel bersamaan saat melihat wajah masam Queen meski mereka sendiri sudah tau apa jawaban atas pertanyaan mereka.
"Tubuh Ibu tirimu begitu legit, aku tak menyangka jika ia termasuk wanita yang haus akan belaian." seru Jecky dengan senyum psikopatnya.
Mendengar ucapan Jecky, Queen dan Fadel memutar bola mata mereka dengan malas, pasalnya bukan jawaban itu yang ingin mereka dengar dari Jecky, tapi pria itu tanpa malu mau mengumbar kebejatan nya di depan mereka.
"Terserah apa yang ingin kau lakukan pada wanita iblis itu! apapun yang kau lakukan terserah padamu, tapi ingat jangan sampai diri nya hamil, Jecky. Karena aku tidak ingin membunuh janin mu, tapi jika itu terjadi kaulah yang akan ku bunuh!" ancam Queen tak main main.
Deg
Jecky menelan saliva nya susah paya, ia melupakan poin penting itu, sejauh ia meniduri Erika, ia tidak pernah sekalipun menggunakan pengaman, ada rasa gelisah dan cemas yang hinggap di hati dan pikiran nya, mengingat resiko kehamilan pada Erika pasti akan terjadi, ia pria normal yang tingkat kesuburan nya tinggi.
__ADS_1
Melihat kegelisahan Jecky membuat Fadel dan Queen menghembuskan nafas kasar.
"Dasar bodoh! dimana otakmu Jec?" ucap Fadel berang akan kebodohan sahabat nya itu.
"Sudahlah, yang pasti aku tidak ingin ada drama lagi yang di buat oleh Erika, apapun alasan nya, kau akan menanggung resiko atas kebodohan mu itu!" desis Queen marah.
" Maafkan aku Queen, aku tidak berniat melakukannya, hanya saja Ibu sambung mu itu terlalu menggoda, hingga aku tak dapat menahan gejolak gairah ku saat melihat tubuhnya." ujar Jecky dengan santainya.
Mendengar ucapan Jecky, dengan refleks Fadel menghadiahi perut pria itu dengan satu bogeman mentah.
Arrrgghhh
"Sudah seperti ini kau masih saja mengidolakan wanita iblis itu. Berhenti sebelum semua nya makin runyam Jec. Jika tidak, peluruh ini akan menembus kepalamu, brengsek!" desis Fadel geram.
Geram dengan tingkah Jec, membuat Queen kesal bukan main, wanita cantik itu pun segera berlalu meninggalkan mereka. Melihat Queen yang sudah berlalu, membuat Jecky merasa bersalah, ia tau jika masalah yang di hadapi Queen akhir-akhir ini cukup lah berat di mana wanita itu harus menerima kenyataan sang suami yang berselingkuh, kenyataan mengenai kematian sang Ibu yang sudah di rencanakan, jasad sang kakak yang tidak di temukan bertahun tahun lama nya, itu pasti sangat sulit. Dengan cepat pula Jecky mengejar Queen.
"Queen, maafkan aku. Seharusnya aku tidak menambah beban mu, sekali lagi maafkan aku." ucap Jecky penuh dengan penyesalan.
"Apa yang kau katakan Jec? aku tidak apa kok, hanya saja aku tidak ingin kau masuk ke dalam jebakan Erika. Sudahlah, aku mau jalan-jalan dulu." meski kesal tapi ia juga tidak bisa egois dengan para sahabat nya, terlebih Jecky pria normal yang memiliki gairah yang begitu mendominasi terhadap lawan jenis.
"Ya sudah, aku pergi dulu. Aku ingin menemui Ayah, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Ayah. Katakan maaf ku pada yang lainnya karena tidak sempat pamit." ucap Queen dengan tersenyum.
"Apa kau akan datang malam nanti?" tanya Jecky.
"Mungkin ya mungkin tidak." balas Queen
__ADS_1
"Ck' kau ini, kami akan menunggumu di sana, ingat jangan datang terlambat." teriak Jecky.
Tanpa di sadari oleh keduanya, ada sepasang mata menatap tajam ke arah mereka, terlihat jelas jika orang itu mengepalkan tangan nya kala melihat kedekatan keduanya.