Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia
13. Dasar wanita murahan


__ADS_3

Kediaman orang tua Monica.


"Albert, Paman sudah mendengar semuanya dari Monica, kalian diam-diam menjalin hubungan di belakang Queen. Jika kau mencintai putriku, ceraikan Queen karena itu lebih baik bagi kalian bertiga." ucap papanya Monica.


"Aku akan menceraikan Queen secepatnya, Om. Hanya saja... Om tau sendiri tujuan utama saya menerima pernikahan ini, maka dari itu beri aku waktu sebentar lagi, setelah semuanya berhasil aku dapatkan aku akan segera menikahi Monica." jelas Albert.


"Satu bulan, Om kasih kamu waktu satu bulan, karena putri Om terlalu berharga jika hanya di jadikan selingkuhan."


"Baik Om, saya juga sudah tidak sabar ingin menikahi wanita yang sangat saya cintai ini." ucap Albert yakin sambil menatap Monica penuh damba.


Tanpa di ketahui oleh mereka, salah seorang maid yang bekerja di rumah itu ialah seorang mata-mata yang di kirimkan oleh seseorang untuk memantau setiap gerak gerik mereka. Perbincangan mereka pun sudah di rekam oleh maid yang sedang berpura pura membersihkan meja makan. Setelah berhasil merekam semua pembicaraan mereka, maid itu pun segera mengirim rekaman itu kepada seseorang.


****


Di lain tempat, ada sepasang sejoli yang sedang memadu kasih, seorang pria dan wanita itu meluapkan rasa rindu mereka dengan bermain keringat.


"Apa kau berniat menjodohkan Queen dengan pria kaku itu? Ahhhh..." tanya nya di ikuti dengan jeritan kenikmatan.


"Ya, pria kaku itu pria yang baik, aku memang berniat menjodohkan mereka. Kau sangat nikmat sayang, akhhhh." balas pria itu dengan ******* kenikmatan yang tak bisa di bendung lagi.


Kedua orang itu terus saja meracau tak jelas seiring kenikmatan yang hendak menyerang keduanya. Hampir dua jam mereka memadu kasih akhirnya kenikmatan itu tercapai dengan sang wanita yang jatuh ambruk di atas tubuh pria itu.


"Aku takut pria itu melukai hati Queen lagi, seperti apa yang di lakukan Albert." ucap wanita itu.


"Jika itu terjadi, tangan inilah yang akan menghabisi pria itu." jawab Satria tegas.


****


Queen menghabiskan waktu senggangnya dengan menonton tv, sehabis makan malam ia memilih menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Baru beberapa saat ia menikmati waktu rileksnya, tiba-tiba saja pintu apartemen milik nya di ketuk dan itu membuat Kharenina menukik kedua alisnya.

__ADS_1


"Siapa yang datang? kan apartemen ini hanya aku yang tau." monolog Kharenina bingung. Ia pun memilih mengabaikan ketukan pintu itu dan kembali memfokuskan pandangan nya ke arah tv.


Namun ketidak pedulian Queen membuat seseorang yang berada di balik pintu itu geram, tanpa rasa sungkan dengan penghuni apartemen lainnya, pria itu mengetuk pintu dengan gila nya. Dan itu berhasil membuat Queen kesal bukan main.


"Shitt!" umpat Queen sembari beranjak dari sofa dan berjalan ke arah pintu tanpa melihat ke arah monitor siapa yang datang.


"Saya tidak memesan apapun, okey! sekarang pergilah dan berhenti mengetuk pintu apartemen saya!" cerocos Quern penuh dengan kekesalan setelah pintu apartemen nya terbuka.


Tanpa permisi orang itu segera melenggang masuk ke dalam apartemen Queen.


"Hei! apa yang kau lakukan? cepat keluar! dasar tidak tau sopan santun!" marah Queen kepada orang tersebut.


"Berisik!" balas orang tersebut dengan ketusnya.


Tubuh Queen menegang sempurna, ia mungkin tidak bisa mengenali siapa sosok tersebut karena menggunakan masker dan topi, tapi tidak dengan suara orang itu. Queen sangat-sangat mengenali suara tersebut.


Dengan cepat pula Queen menghadang langkah orang tersebut dengan merentangkan tangan nya. Sebuah smirk jahat tersungging di balik masker tersebut. Orang itu pun segera memeluk tubuh Queen.


"Apa yang kau lakukan? lepaskan aku!" Queen mencoba melepaskan dekapan orang itu, namun semua nya sia-sia.


"Biarkan ini berlangsung beberapa saat lagi, aku sangat merindukan kamu, sayang." bisik pria itu lagi dan kembali mengeratkan pelukan nya.


Queen pun hanya pasrah, ia memilih diam dan tidak membalas pelukan orang itu. Bagaikan sebuah patung, Queen berdiam diri membiarkan apa yang di lakukan orang itu.


"Kenapa kau menghindari ku?" tanya pria itu sesaat setelah ia mendudukkan bokongnya di sofa.


Tatapan pria itu menghunus tajam ke arah Queen, mendapat tatapan tajam seperti itu membuat bulu kuduk Queen bergidik ngeri, namun sebisa mungkin Queen bersikap tenang.


"Karena kita dua orang asing yang tidak memiliki ikatan apapun!" balas Queen tegas.

__ADS_1


"Aku sudah menjawab pertanyaan mu, dan kau sudah mendapatkan jawabannya, maka dari itu aku minta pergilah dan jangan pernah temui aku lagi." usir Queen dengan penuh penegasan.


Mendengar jawaban dan pengusiran wanita di depannya, membuat rahang pria itu mengetat seketika, buku-buku tangan pria itu mengepal kuat, meski emosi nya sudah tersulut, tapi pria itu mencoba meredam segala kemarahan nya.


"Jangan pernah berpikir bisa pergi dariku, karena selama nya kau akan menjadi milikku, dan tidak akan aku biarkan pria mana pun mendekati kamu, Queen Sera Zhorsky!" balas pria itu penuh dengan penekanan.


Kali ini Queen lah yang mengepalkan tangan nya, ia sudah bisa memprediksikan jawaban dari pria itu.


"Pergi atau aku panggil keamanan untuk mengusir anda Tuan Asha!" usir Queen lagi.


Asha hanya menyunggingkan seutas senyum kala mendengar ancaman Queen.


"Sekalipun kau memanggil polisi, mereka tidak akan berani menyentuhku! kau pasti tau siapa aku bukan?" balas pria itu dengan sombong nya.


"Apa kau menginginkan tubuhku? jika itu yang kau inginkan, silahkan pakai aku sesuka hatimu, tapi setelah ini pergi dan jauhi aku selama nya!" ucap Queen dingin.


Ucapan Queen sungguh membuat pria itu emosi, ia tidak menyangka jika Queen akan berucap seperti itu, dengan gerakan cepat, pria itu sudah berdiri di depan Quern dengan kedua tangan nya yang ia letak kan ke sisi kanan kiri Queen. Aura pria itu berubah dingin.


"Apa kau sering menjajakkan tubuhmu pada pria lain selain aku?" tanyanya dengan dingin.


"Ya, aku sering melakukan itu dengan banyak pria. Apa masalah mu?" jawab Queen tak kalah dinginnya.


Meski ia memilih jawaban itu, tapi jauh di lubuk hati nya yang paling dalam ada rasa sesak yang tiba-tiba menghantam relung hati nya saat mendengar cemoohan dari pria yang sudah berhasil masuk ke dalam kehidupannya. Sekuat tenaga ia menahan bulir air mata yang sudah terkumpul di pelupuk matanya.


Mendengar itu membuat darah Asha mendidih, dengan penuh amarah ia melayangkan satu tamparan di pipi Kharenina.


Plaaakkk


"Dasar wanita murahan!" desis Asha penuh dengan amarah. Setelah mengatakan itu, ia pun segera melenggang pergi meninggalkan Queen yang duduk dengan tatapan kosongnya.

__ADS_1


Setelah mendengar dentuman pintu yang di tutup dengan kuatnya, seketika juga bulir air mata yang sejak tadi di tahan oleh nya mulai berjatuhan. Queen menangis dalam diam. Ia menyesali segala ucapannya barusan, ia tau jika pria tadi begitu tulus terhadapnya, namun kegagalan pernikahan nya yang pertama membuat satu traumatik untuk nya menjalin sebuah hubungan kembali.


'Maafkan aku Asha, tapi aku tidak ingin terluka lagi dengan menerima cinta yang baru setelah rasa sakit hatiku pada Albert belum sepenuhnya sembuh.'


__ADS_2