
"Itu tidak akan terjadi! sampai kapan pun kau hanya milik ku dan jangan coba-coba membuat tembok di antara kita." balas Asha tak terima, ia sedikit kesal dengan pernyataan Queen barusan.
"No, di antara kita murni kecelakaan di saat aku mabuk, okey!" Queen geleng-geleng kepala mendengar penuturan pria itu yang menyatakan jika diri nya adalah milik pria itu.
Penolakan Queen membuat darah Asha mendidih, dengan satu hentakan Asha menarik pergelangan tangan Queen sehingga gadis itu pun ambruk di atas dada bidang milik nya.
"Kematian sedang mengincar kamu, Queen Sera Zorsky! Jadi berhentilah bersikap keras kepala, aku akan membantu mu menyelesaikan segala kekacauan yang di lakukan suami dan anggota keluarga kamu yang begitu serakah akan kekayaan Ayah kamu. Maka dari itu tetaplah menjadi wanita ku. Jangan pernah berpikir untuk menjauh dari ku." jelas Asha menekan setiap ucapan nya, dan itu berhasil membuat Queen membelalak kaget dengan setiap pernyataan pria itu.
Dari mana pria ini tau mengenai rencana Albert dan Monica? apa mungkin pria ini yang di maksud kak Satria?
"Ok, aku setuju tapi dengan satu syarat. Kau tak boleh mencium ku tanpa seijin dari ku, bagaimana?" tanya Queen masih berada di dalam dekapan Asha.
"Ok baby."
Setelah sarapan Asha pun menggandeng tangan Queen keluar dari private room tersebut. Queen awal nya merasa risi bergandengan tangan bersama pria yang baru di kenal nya, terlihat beberapa kali Queen mencoba melepaskan genggaman tangan Asha namun akhir nya ia membiarkan saja, toh ini hanya sementara pikir nya.
Banyak mata menatap mereka dengan terkesima, pasal nya sang pria begitu tampan dan wanita nya bagaikan titisan seorang bidadari yang turun dari kayangan menggambarkan sosok yang begitu sempurna.
Satria yang berjalan di belakang mereka hanya mampu tersenyum bahagia, bagi nya kebahagian Queen adalah prioritas pertama nya untuk saat ini, dan kali ini Satria menaruh harapan besar pada sosok Asha, ia yakin jika Asha pasti akan selalu membahagiakan Queen, terlebih Tuannya itu sudah sangat bucin dengan sepupunya tersebut, pria itu pun tak pernah dekat dengan yang nama nya seorang wanita. Jadi tidak ada alasan untuk menjauhkan Queen dari atasannya.
"Kak, turun kan aku di sini saja, aku nggak mau mengundang kecurigaan Albert dan Tante Erika" pinta Kharenina.
"Tapi ini terlalu jauh dari rumah utama mu, Queen." tolak Satria yang enggan membiarkan Queen berjalan terlalu jauh.
__ADS_1
"Kak, di rumah ada banyak CCTV yang di pasang oleh Tante Rika, depan rumah pun di pasang banyak CCTV, Aku takut jika saat aku turun dari mobil ini membuat mereka curiga." jelas Queen mengenai situasi rumah mereka.
Asha hanya diam menanggapi perbincangan kedua nya, tanpa di ketahui kedua nya, Asha diam-diam mengirimi pesan pada seseorang.
"Tuan, aku pergi dulu." ucap Queen mengalihkan pandangan nya ke arah Asha.
"Berhentilah memanggil ku dengan sebutan Tuan, aku bukan majikan kamu." ketus Asha yang kesal setiap kali panggilan Tuan yang di ucap kan Queen
Queen menahan tawa nya saat melihat wajah Asha yang memerah, ia takut menyinggung pria itu, akhir nya ia pun meminta maaf. Satria yang berada di depan pun sama seperti Queen yang ikut menahan tawa nya saat melihat wajah bos nya yang begitu kesal.
"Aku panggil kakak aja gimana?" tanya Queen polos.
"Baiklah, ya sudah aku pergi dulu, As. Sampai ketemu di pertemuan kedua kita, okey." ucap Queen dengan tersenyum manis, namun baru saja ia hendak turun, terlihat mobil Albert yang hendak pergi, entah itu ke kantor atau apalah. Queen pun kembali masuk, mata nya tiba-tiba berembun kala melihat keintiman Albert bersama Monica di mobil barusan.
Menyadari itu, Asha pun mengusap puncak kepala Queen. "Kuat kan hati mu, jangan menangisi pria bejat seperti suami kamu. Dan kembali lah ke perusahan, ambil alih perusahan mulai sekarang, akan ada kejutan di sana. Sampai ketemu di perusahan besok hari." ucap Asha menenangkan Queen.
"Jika terjadi sesuatu, kabari aku atau pun Satria secepat nya." ucap Asha lagi saat Queen sudah turun dari mobil nya.
"Ok! ya sudah aku pergi dulu." balas Queen dan turun dari mobil Asha.
Dalam perjalanan pulang, Queen mengirimkan pesan kepada seseorang.
APA KITA BISA BERTEMU SIANG NANTI? pesan yang di kirim kan Queen, entah siapa yang akan di temui nya sebentar nanti.
__ADS_1
Tak berselang lama, pesan balasan pun di terima Queen.
AKU AKAN MENUNGGUMU DI TEMPAT BIASA, INGAT JANGAN TELAT! pesan balasan yang di kirim kan oleh lawannya.
OK, SAMPAI KETEMU SEBENTAR NANTI. balas Queen lagi.
Queen pun tersenyum menyeringai, setelah nya ia dengan cepat nya menghapus seluruh obrolan pesan tersebut.
Setiba nya di rumah, ia terkejut kala melihat siapa sosok yang sedang duduk manis di sofa ruang tamu, namun sebisa mungkin ia mencoba tenang.
"Hay, Tante. Apa Ayah sakit?" sapa Queen.
"Dari mana saja kamu? bisa-bisa nya ya, kamu nggak pulang semalam, pergi sama siapa kamu?" marah Rika yang tak lain Ibu tiri Queen.
"Queen semalam bersama Eve, Eve akan kembali ke Jepang, oleh karena itu Queen ngobrol hingga lupa waktu, jadi nya Queen nginep di apartemen Eve." bohong Queen, mana mungkin ia berbicara mengenai ia yang tidur dengan pria asing, bisa-bisa di amuk sama Rika.
"Kasian tuh suami kamu, untung ada Monica, jika tidak pasti suami kamu repot sendiri. Mana pakaian kantor nya nggak ada yang nyiapin, kamu harus berterima kasih sama Monica. Yang pasti Tante nggak mau denger lagi kamu keluyuran dan lupa sama tugas kamu sebagai seorang istri." entah itu teguran atau Rika berniat membuat Queen cemburu.
Mendengar penuturan Rika, Queen mengepal kan tangan nya dengan erat.
Jika saja kamu bukan Istri Ayah, sudah aku pastikan kamu merenggang nyawa di depan ku, dasar ular berbisa. Tunggu sebentar lagi, akan ku tendang kalian semua dari rumah ini beserta rumah utama.
"Jika tidak ada lagi, Queen ke kamar dulu ya Tan." pamit nya.
__ADS_1
"Tunggu! Tante kesini buat minta tanda tangan kamu, ini ada beberapa file yang perlu kamu tanda tangani secepat nya." tahan Rika sembari menyodorkan beberapa dokumen ke arah Queen.
Queen diam, ia tak menyahuti atau pun mengambil dokumen yang di sodorkan Rika, ia menatap curiga wanita paru baya di depan nya.