Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia
16. Cemburu


__ADS_3

Evelyn dan juga keempat sahabatnya sudah bergabung bersama para tamu undangan, kelima orang itu tampak mengedarkan pandangan mereka mencari sosok tamu utama yang sejak tadi mereka nanti kan, senyum mengejek tampak jelas di wajah kelima nya kala melihat sepasang kekasih yang berjalan memasuki ballroom hotel.


"Ciihh, sungguh menjijikan!" desis Luisa dan Evelyn bersama kala melihat kedatangan Albert dan Monica.


Acara puncak akan segera di mulai, namun sosok Queen belum juga terlihat, membuat kelima orang itu kesal bukan main, pasalnya mereka sudah menyusun rencana untuk mempermalukan Albert dan juga Monica di pesta tersebut tanpa memikirkan perasaan sang Tuan acara yang akan marah dengan ulah mereka.


"Bagaimana ini, puncak acaranya akan segera di mulai, Queen sendiri tak kunjung datang." gumam Yara gelisah karena tidak mendapati sosok Queen sejak satu jam yang lalu.


"Aku yakin, Queen pasti datang. Tunggulah beberapa saat lagi." seru Luisa menenangkan para sahabat nya.


Tak berselang lama, pintu ballroom ruangan itu terbuka, dengan setelan tuxedo, seorang pria dengan perawakan tinggi berjalan memasuki ruangan itu dengan wajah datar yang menjadi ciri khas seorang Asha, banyak relasi bisnis yang menyapa nya, namun tak sekalipun pria itu membalas sapaan mereka.


Namun tak satu pun dari mereka merasa tersinggung kala mendapat sikap acuh dari pria itu, pasalnya di kalangan pebisnis, semua orang cukup tau karakter seorang Asha, yang begitu kejam dan tak tersentuh.


"Akhirnya kau datang juga, Son." seru pria paru baya dengan wajah bahagia.


"Waktu ku tak banyak, Dad. Cepat selesaikan pesta ini, karena aku terlalu muak melihat wajah para penjilat di mana-mana." seru nya lantang tanpa memikirkan perasaan para tamu.


Tampak pria paru baya itu menghembuskan nafasnya dengan berat, ia sendiri tak bisa mencegah mulut pedas anak semata wayang nya itu, sikap Asha yang dingin dan kejam sudah sangat mendominasi dan menjadi ciri khas sang anak, oleh karena itu, ia lebih memilih mendengar permintaan sang anak karena tidak ingin terjadi perdebatan di antara mereka, terlebih banyak relasi bisnisnya saat ini.


Sang pembawa acara pun mulai berbicara di atas podium. Hingga tiba di mana, Asha di minta untuk ikut naik menemani sang Ayah untuk proses pemotongan pita. Dengan malas Asha pun melangkah dan berjalan ke arah podium.


Sesi demi sesi acara pun berjalan dengan sebagai mana mestinya, hingga suara riuh dari arah pintu ball room tampak mengalihkan beberapa kelompok pebisnis yang sedang berbincang. Semua mata kini terfokus pada seorang wanita cantik yang baru saja berjalan masuk, dress yang di kenakan wanita itu ialah dress yang banyak di incar oleh para sosialita yang di bandrol dengan harga yang tidak sedikit merogoh kantong.


Wajah imut dan kulit putih seperti susu itu, berjalan menghampiri sang Tuan acara. Dengan penuh kesopanan ia membungkuk.


"Selamat atas grand opening perusahan anda Tuan Millano. Maaf saya terlambat datang, sebagai permohonan maaf, tolong terima ini." ucap Queen tak enak hati sambil menyodorkan paper bag ke arah sang Tuan acara.

__ADS_1


"Suatu kehormatan bagi saya melihat anda bisa menyempatkan diri datang ke sini di tengah kesibukan anda yang begitu padat, Nyonya Zhorsky. Sekali lagi terima kasih." balas Edward tak kala sopannya.


Terlihat binar bahagia di wajah pria paru baya itu kala melihat kedatangan Queen, yang ia yakini sejak tadi tidak akan datang mengingat kesibukan wanita itu. Setelah saling menyapa, Queen pun pamit, wanita cantik itu melangkah kan kaki nya menghampiri para sahabatnya.


"Woww.. so beauty full Baby." seru Jecky tak berkedip melihat kecantikan Queen yang begitu memukau.


Bugghh


Tangan Luisa mendarat sempurna di perut Jecky. Queen dan lainnya hanya bisa geleng kepala melihat tingkah Luisa dan Jecky yang kerap sekali beradu argumentasi.


"Aarrggg." desis Jecky saat merasakan bogeman mentah Luisa yang cukup kuat.


"Luisa, kenapa kau ini kerap sekali melakukan KDRT terhadapku!" tanya Jecky kesal.


"Itu untuk pria mesum seperti mu, brengsek!" ketus Luisa.


Prok prok


Suara tepuk tangan menginterupsi perdebatan di antara keenam sahabat tersebut. Kelima sahabat Queen pun mengedarkan pandangan mereka ke arah orang yang bertepuk tangan, kelima sahabat itu mendelik tak suka saat tau siapa orang yang berani mengusik mereka, namun beda hal nya dengan Queen yang tampak cuek dan tidak merasa terganggu karena sejak tadi ia tau jika Albert dan Monica memperhatikan dirinya.


"Wow, ternyata dunia ini begitu sempit sehingga aku harus bertemu dengan mantan istri calon suami ku yang mandul ini." seruan itu berupa sindiran hingga membuat mereka menjadi pusat perhatian.


Mendengar itu, membuat kelima sahabat Are mengepalkan tangan mereka, Evelyn yang tak terima hendak melangkah maju mendekati wanita yang sudah berani mencaci maki sahabatnya namun urung saat melihat isyarat mata Queen.


"Yups, anda benar Nona, dunia itu begitu sempit sehingga aku sendiri merasa muak saat melihat wajah kalian yang begitu menjijikkan ikut hadir di pesta ini." ucap Queen dengan seringai licik nya.


"Jaga batasan mu, Queen!" marah Albert tak terima di permalukan oleh mantan istri nya itu.

__ADS_1


Pria itu juga perlahan melangkah mendekati Queen dan hendak melayangkan tamparan namun belum sempat tangan nya menyentuh wajah Queen, ada sebuah tangan mencengkram tangannya dengan kuat.


"Sekali lagi aku mendapati kamu dan lacur ini merecoki wanitaku, jangan salahkan aku jika aku meluluh lantahkan perusahan kalian dalam jentikan jari." ucapan berupa ancaman itu sukses membuat semua orang bergidik ngeri dan tak percaya jika sosok tersebut memiliki hubungan dengan Queen. Queen sendiri di buat speechless kala mengetahui siapa sosok itu kala pejaman mata nya perlahan di buka.


"Mick" cicit Queen saat melihat sosok Mickael ada di depannya.


Mendengar nama nya di panggil, pria itu dengan kasarnya menyentak tangan Albert hingga pria itu terhuyung kebelakang. Tanpa aba-aba pria itu langsung memeluk Queen dengan eratnya.


"Aku sangat merindukan kamu, my sweat heart." seru pria itu lantang.


Queen sendiri hendak mendorong tubuh kekar pria itu namun urung kala mendengar bisikan pria itu.


"Diam lah bocah tengil. Jika tidak kau akan menerima amukan pria arongan di belakangmu, kau pasti tidak percaya jika saat ini wajah pria itu begitu muram seakan ingin memakan kita berdua hidup-hidup." bisik Mick saat matanya tak sengaja bertemu sorot mata seorang pria.


"Dasar sinting! cepat menjauh, Mick sebelum aku menendang pusakamu!" ucap Queen kesal.


Mendengar ancaman Queen, pria itu pun perlahan mengendurkan pelukannya. Queen menyunggingkan seutas senyum kala ancaman nya berhasil membuat pria di depannya menjauh.


"Mommy sangat merindukan kamu, setelah ini ikutlah bersamaku menemui Mommy." ucap pria itu sedikit keras.


"Hhmmm." balas Queen.


Jawaban Queen membuat riuh para tamu undangan, pasalnya semua yang ada di sana bertanya tanya ada hubungan apa di antara kedua orang itu, tak terkecuali para sahabat yang cukup tau mengenai sosok pria itu namun tidak tau ada hubungan apa di antara sang sahabat beserta pria bernama Mick itu.


Sesosok pria yang berada tak jauh dari kerumunan tampak mengeraskan rahang nya, terlihat jelas jika pria itu sedang meredam emosinya, jika saja pesta itu bukan pesta sang Daddy sudah di pastikan ia akan meluluh lantakan ruangan tersebut kala melihat wanita yang berhasil mengusik kesehariannya begitu intim dengan sosok rivalnya tersebut.


Berbeda dengan sosok Asha, tampak Albert dan Monica mengepalkan tangan, kala sadar jika Queen bukanlah wanita polos seperti yang mereka ketahui. Terbesit rasa cemburu pada sosok Albert kala tau jika mantan istrinya itu di kelilingi oleh pria-pria luar biasa, seperti yang mereka ketahui jika Mickael ialah sosok pria yang sangat berpengaruh di dunia bawah tanah yang melingkup di beberapa negara maju seperti Roma dan beberapa negara lainnya.

__ADS_1


__ADS_2