Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia
7.Kekesalan para sahabat.


__ADS_3

Setelah memeriksa beberapa file dan email, Queen pun segera berlalu ke kamar mandi, waktu pertemuannya dengan seseorang sudah hampir tiba. Tak membutuhkan waktu lama Queen pun sudah melangkah kan kaki nya keluar dari kamar.


Melihat sang majikan yang seperti ingin bepergian, Lidya sang kepala pelayan pun berjalan mendekati sang majikan.


"Nona, bisa kita bicara sebentar?" ucap Lidya dengan menunduk sopan.


"Ada apa Kak?" tanya Queen.


"Kemarin saya memergoki Tuan Albert beserta Monica sedang mengeledah ruang kerja anda, Nona. Dan dari hasil CCTV yang saya pasang di sana, mereka seperti menemukan sesuatu dan pergi membawa sebuah map berwarna coklat. Berhati hatilah Nona." jelas Lidya yang tampak khawatir dengan keamanan Nona mudanya.


Queen hanya tersenyum sambil mengusap lembut lengan wanita dewasa yang sudah di anggap nya sebagai seorang kakak.


"Map itu hanya sebuah pengalihan saja, Kak. Kakak tidak perlu cemas, dan satu lagi, sebentar nanti Kak Satria akan datang, ada beberapa alat pengintai yang akan di pasang oleh nya, Kakak tau kan apa yang harus kakak lakukan?" Queen mencoba menenangkan orang kepercayaan nya yang tampak mengkhawatirkan dirinya.


"Baik Nona, pergilah membawa dua orang pengawal, saya takut orang-orang itu akan mencelakai Nona." ujar nya lagi.


"Tidak apa-apa, kak. Ya sudah, Queen pergi dulu titip rumah yah." pamit nya dan segera berlalu pergi.


Menyadari jika dirinya di buntuti, Queen pun menaikan laju kendaraannya menuju jalanan yang sepi, ia tidak ingin ada korban lagi dari keganasan para musuh yang hendak menginginkan kematiannya. Dengan begitu lihainya Queen pun membelokkan mobilnya menuju bawah jembatan yang mengarah pada wilayah kekuasaan Ayahnya.


Menempuh perjalanan kurang dari sepuluh menit, Queen pun tiba di tempat yang akan menjadi tempat pertemuannya. Sebuah cafe dengan interior bernuansa eropa klasik itu pun menjadi tempat pertemuan rahasia nya.


Queen memarkirkan mobil nya di basemen Cafe, dan masuk melalui lift menuju sebuah ruangan rahasia.

__ADS_1


"Lama tak jumpa, Queen." sambut seorang wanita cantik.


"Cari informasi mengenai wanita ini dan seluk beluknya, waktumu hanya 1 jam dari sekarang." serunya tanpa basa-basi.


Wajah wanita di depannya memberenggut kesal.


"Apa kau tidak merindukan ku?" tanya wanita itu dengan wajah yang di buat sesedih mungkin.


"Tidak! cepat tunjukkan keahlian kamu, jika kamu berhasil maka kamu layak menjadi sahabatku!" seru Queen tanpa dosa.


Baru saja wanita itu hendak mengomel, Queen terlebih dahulu menyela.


"Kerjakan tugasmu, Luisa! setelah aku selesai makan, maka kamu juga harus sudah selesai dengan informasi yang aku butuhkan." ujar nya penuh penekanan.


"Astaga, lihatlah wajah kesal Luisa, gadis tengil itu terlihat menggemaskan kala kesal." seru Evelyn kepada yang lainnya.


Ketiga orang yang sedang fokus pada layar komputer pun segera beranjak dan mendekati Evelyn, seketika mereka semua serempak tertawa.


Ha..ha..ha


Kharenina yang baru saja menyuap makanannya pun mengalikan pandangan nya ke arah Luisa, seketika ia pun terbahak hingga makanan yang di kunyah nya menyembur ke arah wajah Luisa.


"Sorry Luisa, aku tidak sengaja."

__ADS_1


"Queen Sera!" pekik Luisa penuh dengan kekesalan.


"Aiisst, kau ini jorok sekali!" kesal Luisa sambil membersihkan wajah nya menggunakan tisu.


Ha...ha..ha


Queen tak tinggal diam, dengan cepat pula ia memperlihat kan layar ponselnya ke arah Luisa untuk mencari jalur aman.


"Ini semua gara-gara mereka yang menertawakan kamu hingga aku pun tak dapat menahan tawa ku juga." Queen mengkambing hitamkan para sahabat nya.


Luisa menatap tajam ke arah empat orang yang berada di balik layar ponsel Queen. Wanita itu terlihat kesal, ia pun melontarkan ancaman ke arah empat orang tersebut.


"Tunggu pembalasan ku!" desis nya tajam di ikuti seringai licik, dan kembali fokus ke arah laptop nya sambil memainkan jari lentiknya di atas papan keyboard.


Mendengar ancaman Luisa, ke empat orang itu segera beranjak dan kembali duduk di depan layar komputer mereka, namun sayang pergerakan mereka kala cepat dengan gerakan Luisa yang sudah berhasil menanam kan virus ke komputer mereka hingga layar komputer mereka menjadi hitam dan tak berselang lama, layar komputer itu pun menampilkan wajah Luisa.


"Itu akibatnya jika kalian selalu menjahili ku! selamat memecahkan numeriknya, kawan-kawan!" seru Luisa dan seketika layar komputer itu kembali menghitam seiring hilang nya wajah Luisa.


"Arrgghhh, Queen sungguh mengesalkan sekali! bisa-bisa nya ia mengkambing hitamkan kita!" teriak Evelyn kesal karena lagi-lagi mereka menjadi santapan Luisa karena ulah Queen yang selalu mencari titik aman.


Queen nyengir kuda kala melihat wajah kesal para sahabatnya, dan ia kembali terbahak kala mengingat pasti, jika saat ini para sahabat nya sedang menyumpah serapah dirinya, tanpa rasa bersalah sedikit pun ia kembali melanjutkan makannya. Melihat Queen yang kembali memakan makan malam nya, Luisa mendelik kesal. Queen tau jika saat ini pasti Evelyn dan lain nya pasti sedang mengarah ke tempat mereka.


Ya, Luisa ialah salah satu peretas handal yang berada di organisasi mereka, persahabatan mereka terjalin sejak mereka duduk di bangku sekolah, hingga berkuliah pun mereka selalu bersama, tepat saat kelulusan mereka di salah satu Universitas terkenal di negara mereka, saat itu juga mereka membentuk suatu organisasi rahasia yang berdirikan 6 orang dengan keahlian masing-masing.

__ADS_1


Kemampuan Luisa dalam menyabotase tak dapat di pandang sebelah mata, dari sekian banyak yang di retas oleh Luisa, tak ada kata gagal untuk gadis itu. Tapi tidak dengan tingkat keamanan yang Queen berikan pada beberapa informasi penting miliknya, Luisa tak pernah sekali pun bisa menembus dinding pertahanan Queen, berulang kali Luisa di tantang untuk merobohkan dinding pertahanan Queen, tapi sayang, berkali kali mencobanya tapi gadis itu tidak bisa menembus keamanan tingkat tinggi yang di gunakan Queen dengan berbagai numerik acak yang tidak mudah di pecahkan oleh siapapun termasuk Luisa sendiri.


__ADS_2