
Queen melangkahkan kaki jenjang nya mendekati sang suami dan melemparkan sebuah senyuman manis, meski ia sendiri merasa geli karena harus berpura pura polos di depan suami brengseknya itu.
"Aku mencari mu sayang, dan ternyata kau sedang di sini." ujar Queen dengan begitu manjanya sembari berdiri di depan sang suami.
"Kau tidak seharusnya masuk ke sini, Queen. Kami sedang membahas beberapa hal penting, tidak etis jika kamu tiba-tiba masuk dan membuat rapat internal ini kacau." Albert berbicara dengan lembut nya namun semua orang tau jika ucapan Albert menanda kan jika pria itu tidak suka dengan kehadiran sang pewaris di ruang rapat tersebut.
Queen diam mengamati ekspresi Albert, ingin sekali diri nya mengatakan jika ini perusahan nya dan kapan pun ia ingin berkunjung tak ada satu pun yang bisa melarang diri nya. Namun sebisa mungkin Queen menahan kemarahan nya, ia tersenyum manis ke arah suaminya.
"Apa kedatangan saya ke sini mengganggu rapat internal kalian?" tanya Queen dengan datar dengan ekspresi wajah yang berubah dingin mengarah ke arah para dewan direksi.
"Tidak presdir, ini perusahan anda, jadi kapan pun dan di mana pun keberadaan anda kami dengan senang hati berjumpa dengan presdir Queen. Bagaimana para dewan direksi?" balas seseorang yang berdiri di kubu Queen dan Federico.
"Iya," timpal yang lain membenarkan ucapan salah satu direksi.
"Kamu sudah dengar sendiri kan sayang, jika kehadiran aku di ruangan ini sangat tidak mengganggu rapat internal kalian." ucap Queen yang kembali menatap suaminya dengan manja.
"Pergilah, tunggu di ruangan ku saja! jangan pernah masuk kesini lagi." usir Albert dengan menekan beberapa kalimat terakhir nya.
Sungguh Queen tak terima di usir oleh suaminya dari ruangan itu terlebih di sana bukan hanya mereka berdua saja, melainkan ada banyak orang, ia tidak dapat membendung rasa malu di depan dewan direksi, kali ini Queen kembali menatap para dewan direksi dengan tatapan tajam, seperti tau dengan kode yang di berikan sang pimpinan, salah seorang direksi pun mulai berbicara.
"Tuan Albert, seperti permintaan anda tadi, sekarang kita tanya kan keputusan mengenai pergantian posisi pimpinan perusahan ini kepada presdir Queen, mumpung beliau ada di sini saat ini." ucap salah satu pria tua dan mendapatkan anggukan kepala dari para dewan direksi lain.
__ADS_1
"Tunggu, apa maksud anda Tuan Redolf?" tanya Queen pura-pura tak mengerti kemana pembicaraan direksi Redolf.
"Bukan nya anda telah menyetujui perihal penurunan jabatan pimpinan Federico, Tuan Albert baru saja meminta kami untuk mengangkat diri nya sebagai pimpinan RZ Corp. Bukan begitu, Tuan Albert?" jelas Redolf dan kembali memandang Albert yang berdiri di samping Queen.
"Saya tidak pernah menyetujui atau pun memberikan mandat kepada suami saya untuk mengganti posisi Ayah di perusahan ini. Apa ada yang tidak aku ketahui Albert?" kini Queen mengedarkan pandangan ke arah Albert dan meminta penjelasan Albert hanya dengan isyarat mata nya.
Baru saja Albert hendak bicara, namun Queen mengangkat tangan nya dan isyarat tangan Queen sudah membuat Albert bungkam.
"Saya Queen Sera Zorsky, selaku pemegang saham terbesar di perusahan ini, mengatakan jika siapapun tidak akan bisa menggantikan posisi Ayah saya di perusahan ini, jika ada yang berani menentang perintah saya, maka bersiap lah angkat kaki dari perusahan ini, tanpa saham dari kalian pun saya masih mampu menarik investor untuk bergabung dengan perusahan ini, dan akan saya bukti kepada kalian yang berani bermain curang dengan saya!" tekan Queen dengan tegas, semua yang melihat raut kemarahan di manik mata sosok Queen pasti akan bergidik ngeri.
Kini ruang rapat yang tadi nya begitu tenang dan hanya terdengar beberapa orang yang berdiskusi kini mulai kacau saat beberapa direksi berbisik bisik dan menatap ke arah Albert dengan pandangan jijik, melihat itu sungguh Albert tidak ada muka lagi, Queen sudah berhasil membuat ia menjadi bahan ejekan di ruangan tersebut.
"Aku tunggu kamu di ruangan ku, Albert." ucap Queen dan berlalu keluar dari ruangan itu dengan wajah datar nan dingin.
"Rapat internal hari ini telah berakhir, kalian bubar lah! ke depan nya jika saya menemukan hal seperti ini lagi, kalian akan tau akibat nya. Rapat internal ke depan nya jika tidak ada pemberitahuan kepada saya kalian saya anggap sebagai penghianat perusahan, dan mulai hari ini apapun yang berkaitan dengan perusahaan harus ada persetujuan dari saya. Apa kalian mengerti?" tegas Queen dengan dingin nya dan berlalu keluar dari ruangan itu sebelum mendengar jawaban dari pada dewan direksi.
Albert mengepalkan tangan nya erat-erat, ia tidak menyangka jika Queen akan mempermalukan diri nya di depan para dewan direksi, tanpa memperdulikan tatapan para dewan direksi, Albert segera berlalu keluar di ikuti sang sekertaris.
Queen duduk menyandarkan kepala nya di kursi kekuasaan nya, ia memejamkan mata, tanpa terasa bulir air mata mulai jatuh di pipi nya, ia tidak menyangka jika pria yang begitu di sanjung oleh diri nya menorehkan luka yang amat dalam di hati nya, malam di mana ia memergoki suami nya bercumbu kembali melintas di pikiran nya, ia tidak menyangka jika Albert adalah pria yang begitu brengsek.
Braakkk
__ADS_1
Albert dengan kemarahan nya mendobrak pintu ruangan Queen, ia berjalan mendekati Queen yang masih saja memejamkan mata nya, dengan satu hentakan ia menarik Queen hingga wanita itu berdiri di depan nya.
"Berani nya kau mempermalukan aku!" marah Albert dengan tangan yang sudah melayang di udara dan menampar Queen.
Plaakk
Queen mengelus pipi nya, ia belum bereaksi apapun dengan setiap perlakuan Albert terhadap nya.
"Jika bukan karena diriku, perusahaan ini sudah lama bangkrut bodoh! Apa kau sungguh ingin membuat ku marah?" teriak Albert tepat di depan wajah Queen.
Queen memejamkan mata nya, sepersekian detik lalu membuka pejaman mata nya lagi. Kini sorot kelembutan tak lagi terlihat di manik mata nya, Albert tertegun melihat sorot mata dingin dan penuh kebencian dari wanita yang sangat di kenal nya, namun ia mencoba tenang.
"Apa sudah cukup kau bicara, hah?" kali ini Queen meneriaki Albert dengan suara meninggi.
"Sejak perusahan ini di dirikan, tak sekali pun perusahan ini goyah di bawah naungan Ayah ku, dan apa maksud kamu mengatakan jika banyak dana perusahan yang kau gunakan bersama wanita lain, itu maksud dari kau mengembangkan perusahan?" kali ini Queen tak dapat membendung rasa sakit hati nya, keluar sudah unek-unek di hati nya, lega sekali itu yang di rasakan Queen saat ini.
Albert tercengang mendengar ucapan Kharenina, namun ia mencoba tenang, tidak ingin memperlihat kan kegugupan nya di depan Queen.
"Kau menuduhku selingkuh dan mengatai aku yang telah menggelap kan uang perusahan, apa mau pikir aku semiskin itu, hah! apa kau punya bukti mengenai omong kosong kamu barusan?" elak Albert dengan marah.
"Sudahlah Albert, aku capek berdebat dengan kamu. Tapi satu yang perlu kau ingat, mulai detik ini perusahan akan ku kendalikan sendiri, jika saja aku menemukan kejanggalan lagi tak akan aku biarkan orang itu menghancurkan kerja keras Ayah ku, termasuk dirimu atau siapa pun!" ucap Queen dengan menekan ucapan terakhir nya.
__ADS_1
"Sungguh kau istri yang tidak berbakti Queen, mana mungkin kau menuduh suami kamu sendiri sebagai seorang pencuri dan suka berselingkuh." Albert berucap dengan suara meninggi.
Namun Queen tak lagi menggubris ucapan suami nya lagi, ia memilih kembali fokus pada berkas di depan nya.