
Happy reading gengsππ€
"Ah iya aku inget !"Salma lantas memeluk Adit karena kegirangan.
Adit adalah tetangga Salma waktu di Bandung.Dulu waktu kecil Salma dan keluarga tinggal di Bandung bersama Nenek dari Ayahnya.Namun,setelah Neneknya meninggal Ayah Salma memutuskan untuk mencari peruntungan di Jakarta dengan memboyong anak dan istrinya.Kala itu Salma masih duduk di kelas 5 SD dan Adit kelas 1 SMP.
Rumah mereka bersebelahan,jadi hampir tiap hari mereka bermain bersama.Adit tak pernah terima jika ada seorang yang mengganggu Salmanya itu.
Ia akan selalu jadi yang terdepan untuk melindungi Salma.
"Ya ampun kak Adit.Aku kangen banget tau nggak !makin tinggi aja !"
Adit tersenyum manis sekali,siapapun wanita yang melihat senyumnya pasti akan terpanah hatinya.Eaaaaa ππ
"Dan kamu masih pendek aja !"
Salma bersungut sambil mengerucutkan bibirnya.
"Tapi..." Adit menjeda kalimatnya "masih
tetep imut dan gemesin kalo lagi ngambek !"Adit mengusak kecil rambut Salma.
"ih apa'an sih kak Adit "
Argha sedari tadi melihat pemandangan itu,jantungnya berdegub lebih kencang dari biasanya.Seperti ada ngilu yang mengganjal di sudut hatinya.
__ADS_1
Entah,perasaan apa yang menyelimuti hatinya, Argha sendiri tak memahaminya.
Apakah itu namanya Cemburu??
Tunggu ! untuk apa ia cemburu?
Biarlah,biar Argha menikmati rasa itu.
Argha lalu mengambil sebuah novel dan membayarnya di kasir.Kemudian ia pergi dari tempat itu.
Sepanjang perjalananya menuju rumah,Argha tampak sangat kesal.Ingin sekali ia mengumpat-umpat . Namun untuk apa?
"Arrghhhh...sialan !!"lalu Argha mempercepat laju kendaraanya.
"Kak Adit mampir dulu yuk ke rumah aku! Bunda sama Ayah pasti seneng banget !" Ujar Salma antusias.
"Tapi aku masih ada urusan Sal,lain kali aja ya"
Bibir Salma mengerucut "Yaahh,padahal tadinya aku udah seneng banget"
Entah mengapa sejak dulu ia tak pernah berubah,Adit tak pernah bisa melihat Salma kecilnya itu merajuk.
"Yaudah okee"
"Hahh?beneran kak ayookk"Salma menarik lengan Adit.
__ADS_1
Salma naik ke mobil Adit.
Adit memang terlahir dari keluarga yang berada.Maka tak heran banyak sekali wanita yang mengejarnya,selain karena ketampananya sebagian juga mengincar hartanya.
Di perjalanan Salma dan Adit bercerita tentang kehidupan masing-masing bahkan mengingat masa kecil mereka dan sesekali mereka tergelak kencang mengingat kejadian lucu kala itu.
Sesampainya di rumah Salma melihat sang ayah telah pulang lebih awal.Pak Bagas tengah menikmati secangkir kopi sambil membaca koran.Dan bu Rike bunda Salma seperti biasanya setiap sore ia menyiram bunga di taman kecil yang menghiasi halaman rumahnya.
Pak Bagas merasa heran manakala ada sebuah mobil mewah berwarna merah mengkilat berhenti tepat di depan rumahnya.Dan ia semakin bingung saat gadis yang keluar mobil tersebut adalah putrinya.
"Salma?Bun..Salma pulang sama siapa itu?" Tanya pak Bagas kepada istrinya seraya meletakan koran yang ia baca ke atas meja kecil di terasnya.
"Bunda juga nggak tau yah"
"Assalamu'alaikum" Salma dan Adit serentak mengucap salam.
"Wa'alaikumsalam.."Pak Bagas dan bu Rike pun tak kalah kompaknya.
"Ayah ..Bunda.. coba tebak siapa yang Salma bawa??" Salma cekikikan.
"Siapa nak?Ayah sepertinya tak asing dengan wajah itu"
Pak Bagas mencoba menerka-nerka.
"Iya ..Bunda juga rasanya sering lihat.Tapi dimana ya?" Bu Rike tak kalah bingung.
__ADS_1