
Di Vera Bakery Salma dan Sasha tengah bersiap untuk pulang.
"Udah lo duduk aja biar gue yang beresin semuanya,habis ini gue ambilin tas lo" Ujar Sasha sembari menumpuk loyang dan melepas celemek yang ia kenakan.
"Gue kan udah bilang sama lo,harusnya tadi lo pulang aja masih aja ngeyel"
"Uuwwww senengnyaa di perhatiin terus sama sahabat tercinta akuu hehe" Salma sedari tadi melihat Sasha yang uring-uringan lantaran memperhatikan dirinya ,jadi senyum-senyum sendiri.Ia sangat bersyukur memiliki sahabat yang begitu care sama dia.Begitu menyayanginya dan selalu bersedia menjadi teman curhat.Kapanpun Salma memerlukan bantuan,Sasha selalu sigap .
"Lo udah telfon Argha belom?"Tanya Sasha seraya mengambil tas Salma di dalam loker.
"Belom sih,yaudah gue telfon dulu"
jawab Salma lalu mengambil hp nya di tas yang Sasha sodorkan.
Tuuttt..tuttt..tuuttt
"Ngggak di angkat Sha"
"Tumben,biasanya kan nggak sampe lo telfon udah nyampe duluan"
"Mungkin masih di jalan kali,tunggu aja dulu"
Jawab Salma tenang.
Pov Argha
Argha melihat jam tangan ternyata sudah jam 15.30.Ia lantas teringat dengan kekasihnya.
"Astaga ! udah jam segini.Pasti si Bochil udah nungguin nih"
Ia memgambil Hp di saku celananya.Dan melihat ada beberapa Missed call dari Salma.Lalu ia menelpon balik.
"Hallo..Sayang kamu masih di situ?"
"Iya..kamu jemput nggak?"Terdengar sahutan dari Salma di seberang sana.
"Kamu tunggu sebentar aku ke situ"
"Oh..Oke" Jawab Salma lagi.
Argha lalu menghampiri Ayahnya yang tengah menemani ibunya di ruang ICU.Pasalnya setelah di tindak di IGD lalu di pindahkan ke ruang ICU.
__ADS_1
"Pa..mama belum sadar juga?"lirih Argha.
"belum gha "jawab sang Ayah dengan raut wajah frustasi.
"Argha keluar sebentar ya pa"
Papanya menganggukan kepala.
"Oh iya,kamu udah kabarin Ammar belum?"
"Argha udah coba hubungi Mas Ammar berkali-kali pah,tapi nggak di angkat juga.Argha Chat juga nggak di read pah"
"Ya ampun ! kemana si tu anak ,mentang-mentang udah punya Apartemen jadi seenaknya sendiri"
Gerutu ayahnya.
Argha mengusak rambutnya kasar.
Lalu berlalu meninggalkan ayahnya.
●●●●●●●●●
Sasha masih setia menemani Salma menunggu kedatangan Argha.
Sepeda motor Argha berhenti di depan mereka.
"kemana aja lo gha.Di tungguin dari tadi juga" Sasha mendengus kesal.
"Sorry sorry..gue ada urusan penting makanya gue telat.Makasih ya udah jagain pacar akuu hahaha" Jawab Argha meledek.
"Udah-udah .Lo Grab nya udah dateng belom?" Sela Salma
"bentar lagi nyampe.kalian kalo mau duluan nggak papa"
"Ya jangan dong,lo aja udah nemenin gue dari tadi masa iya gue tinggalin lo sendiri,masih ada ahlak gue hehe"
Tiba-tiba Argha melihat Salma agak susah untuk berjalan.
"Kaki kamu kenapa Sayang?" tanya Argha panik
Sasha langsung menjawab
__ADS_1
"itu tu gara-gara..awwww" namun Salma mencegah dengan mencubit lengan Sasha.
"Eh emm ini..tadi aku keseleo dikit,tapi nggak papa kok" Salma buru-buru menjawab karena jika saja Sasha sampai keceplosan pasti Argha tidak akan tidak akan tinggal diam mengetahui itu perbuatan Karin.
"Yakin kamu nggak papa?"
"Enggak kok..palingan juga ntar sembuh"
"Lain kali hati-hati ya sayang" Argha mengelus lembut rambut Salma.
"Eheemm ehemm..gue jadi obat nyamuk dehh" Sasha merasa di lupakan.
"Enggak-enggak "
"Yaudah gue duluan tuh grab gue udah dateng.Bye.See you"
Mereka akhirnya pulang,sepanjang perjalanan Argha diam tak bersuara.Pikiranya melayang memirkan nasib ibunya,apa mama udah sadar?apa mas Amar udah tau?bagaimana mama bisa melewati ini semua tanpa menceritakan pada keluarganya?apa selama ini mama selalu merasa kesakitan? Ahhh semua itu sungguh membuat perasaan Argha tak menentu.Hingga ia tersadar dari lamunanya saat Salma menepuk bahunya karena sudah berkali-kali Salma panggil namun Argha tak mendengar.
"Ehh iya sayang kenapa?"Argha agak gugup
"Kamu kenapa sih dari tadi ngelamun aja?bahaya tau"
"Nggak papa kok sayang,lagi ada masalah aja.ntar aku ceritain"
"Ya udah,sekarang konsentrasi ya"
Sesampainya di rumah Salma,Argha menceritakan semua kejadian yang menimpa keluarganya.Salma sangat prihatin begitu juga bu Rike dan pak Bagas.
"Yang sabar ya nak Argha,ini semua ujian dari yang maha kuasa.kamu harus kuat" Tutur bu Rike
"Iya gha,Om yakin kamu pasti bisa melewati ini semua.Om tau kamu sangat kuat"
"Maksih om tante,kalo gitu Argha pamit dulu mau mandi sekalian bawa baju ganti buat papa" Argha berpamitan.
Salma mengantar Argha sampai gerbang.
"Kamu hati-hati ya sayang,jangan banyak pikiran ntar kamu sakit" tutur Salma lembut.
*t*unggu ! ini pertama kalinya Salma menyebut Argha dengan panggilan sayang.dan itu sukses membuat jantung Argha bekerja lebih cepat dari biasanya !
"Iya sayang,makasih ya kamu udah perhatian banget sama aku"
__ADS_1
Setelah bayangan Argha tak terlihat Salma lalu masuk ke dalam kamarnya.