Janda Remaja

Janda Remaja
.6


__ADS_3

Sampai saat ini Argha belum juga mendapatkan kabar dari Amar.


Perasaanya semakin berkecamuk antara marah dan khawatir akan keadaan kakaknya.


Yaa..walaupun yang di khawatirkan seolah tak peduli.


Namun itulah perasaaan seorang adik terhadap kakak kandungnya.


Hari ini rencananya Argha ingin menyambangi Apartemen pribadi Amar yang sudah di tinggali selama setahun terakhir.


"Sayang..Kamu mau nggak temenin aku ke Apartemen mas Amar?" Tanya Argha di sela-sela keheningan .


"Mau ngapain?emang mas Amar belum ada kabar juga?"


Argha menghela nafas kasar.


"Belum,aku pengen tau aja sesibuk apa sampe-sampe lupa sama keluarga"


"Iya ..aku temenin kamu ya" Salma mengelus lengan Argha.


Sesampainya di Apartemen Argha dan Salma menaiki lift menuju lantai 14.


Argha mengetuk-ngetuk pintu Apartemen milik kakaknya tersebut namun tak ada jawaban.


Salma menatap wajah gelisah Argha,sejak tadi Argha mondar-mandir nggak jelas.Pasalnya mereka telah menunggu selama 15 menit dan sesekali mengetuk pintu namun tak ada jawaban.


"Mungkin mas Amar masih kerja kali" Salma memecah keheningan.


"kita tunggu 5 menit lagi ya..kalo nggak ada jawaban kita pulang" Jawab Argha seraya mengacak kecil rambut Salma.


"Oke.."


Tok..Tok..Tok...


Tak ada jawaban juga.


"Ya udah kita pul.." Perkataan Argha menggantung di udara,belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya namun seseorang datang membuka pintu.


Seorang wanita cantik dengan paras menawan,ia hanya memakai lingerie yang transparan sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas dari luar.


Mona.


Yaa..monalah yang membuka pintu Apartemen Amar.Seorang wanita yang Amar puja-puja hingga ia melupakan segalanya termasuk keluarganya.


Rupanya wanita itu sering sekali menginap di Apartemen Amar.


"Nyari siapa ya?" tanya Mona yang melirik sinis terhadap Salma,namun menatap Argha tanpa berkedip.


"Maaf mbak,saya mau nyari mas Amar.Kalo boleh tau mbak siapa ya?" jawab Amar

__ADS_1


"Kalian siapanya Amar?" Mona masih saja memandangi Argha,kali ini malah dengan tatapan genit.


Hal itu sukses membuat darah Salma mendidih.


Apa'an sih tu orang liatin Argha sampe segitunya.


Salma menggerutu dalam hati.Awas aja kalo sampai Argha tergoda.Bakal gue remes-remes tu anak.


Tanpa sadar tangan Salma mengepal keras seolah siap meninju siapa saja saat ini.


"Eh mbak awas tuh lap dulu ilernya ntar jatoh loh.." Celetuk Salma.


Argha mengerutkan dahinya.Refleks Mona melakukan yang Salma katakan dan membuat Salma tertawa terbahak-bahak.


Mona yang menyadari hal tersebut, sontak saja menatap tajam Salma yang sayangnya tak di hiraukan sama sekali sama si bocah kecil itu.


Argha menatap Salma seperti tak setuju dengan perlakuan Salma terhadap orang yang lebih dewasa.Akhirnya Salma menutup mulutnya dengan masih menahan tawa yang sewaktu-waktu bisa meledak.


"Saya adiknya mas Amar,kalo mas Amar ada saya mau ketemu" jawab Argha sopan.


Ohh ..jadi ini adiknya Amar.Pantesan mirip,tapi kok adiknya ganteng bangett.


Batin mona saat itu.


"Ada kok ayo masuk"


Mona hendak menggandeng lengan Argha,tapi buru-buru Salma menepisnya dan menggandeng lengan Argha.


Sementara Mona semakin geram saja dengan tingkah Salma yang tak memberi ruang untuk dirinya mendekati Argha.


Mereka melangkah menuju ke dalam kamar Apartemen yang Amar huni.


Argha mendapati sosok lelaki tampan dengan tubuh kekar dan wajah yang di tumbuhi bulu-bulu halus di sekitar wajahnya tengah tertidur pulas dengan telanjang dada dan hanya memakai celana boxer saja.Argha melihat sekitaran terdapat beberapa pakaian berserakan di lantai.


Cihhh..apa yang sudah mereka lakukan berdua.Bener-bener nggak ada akhlak.


Gerutu Argha dalam hati.


Salma yang mendapati tubuh Amar terkejut dan berbalik sontak saja ia berteriak


"Aaaaaaa...." sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Sungguh ini pemandangan yang sangat memalukan dan menjijikan bagi seorang gadis remaja yang belum pernah melihatnya.


Namun berbeda dengan Salma,Mona justru malah dengan santainya naik ke atas ranjang yang Amar tiduri dan membungkuk di atas wajah Amar dengan manja.


"Honey...Ada yang nyariin tuh..."


Argha mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


Pertunjukan bodoh macam apa ini?Bagaimana bisa seorang wanita yang belum menikah melakukan hal seperti itu seolah-olah hanya ada mereka berdua saja.


Memangnya wanita itu pikir kita nggak kelihatan apa? ishh..Argha mengedikan bahunya geli.


"Huaaammm..apa sih sayang,aku masih ngantuk " jawab Amar tanpa membuka matanya.


"kamu lihat dong honey..siapa yang dateng kesini"


Ammar memaksa membuka matanya yang sebenarnya masih enggan untuk terbuka.


"Siapa sih?" Ammar mengucek bola matanya dan seketika membelalak ketika melihat Argha berdiri di samping ranjangnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Ngapain lo kesini?" Ammar turun dari tempat tidurnya dan mengambil kaos oblong rumahan miliknya.


"Lo ngapain aja mas selama ini? jadi seperti ini yang lo lakuin setiap harinya?"


Argha bertanya dengan nada tinggi.


"Terus apa urusanya sama lo ?" jawab Amar santai.


Argha berusaha menahan emosinya.


"Kenapa 10 hari ini lo susah banget di hubungi?Di telfon orang rumah nggak pernah di angkat ! Gue wa juga nggak pernah lo read mas !"


Argha mengikuti langkah Ammar menuju pantry.


"Lo tau nggak kalo semua orang itu nyariin lo!"


Ammar menenggak air putih yang baru saja ia ambil dari kulkas.


"Ngapain nyari gue?Gue tu terlalu sibuk buat angkat-angkat telfon nggak jelas dari kalian !" jawab


Kali ini Argha tak dapat lagi menahan emosinya.


Bruakkkk !!!


Argha meninju Ammar hingga terjatuh tepat di samping meja makan.


Ammar meringis kesakitan.


Salma yang melihat hal tersebut terkejut dan menarik tubuh Argha agar tak memukuli kakaknya lebih parah lagi.


Salma mencoba menenangkan Argha.


Sementara Mona membantu Ammar untuk berdiri.Ammar mengusap ujung bibirnya yang berdarah akibat pukulan Argha.


Dengan emosinya yang masih berkobar Argha menjelaskan semua yang terjadi pada keluarganya.


"Mama sakit mas ! Mama koma ! udah 10 hari Mama nggak sadarkan diri ! Mama terkena leukimia dan udah stadium 4 ! belum lagi di tambah penyakit Mama yang lain-lain,mama komplikasi ! banyaknya penyakit yang mama derita sampai-sampai mama koma. Lo kemana aja?Di saat mama lagi berjuang antara hidup dan mati lo malah enak-enakan berduaan sama wanita yang jelas-jelas bukan muhrim ! Mana otak lo mas !Apa lo nggak mikir seberapa besar mama menyayangi lo selama ini !"

__ADS_1


Argha lalu menarik Salma keluar dari Apartemen tersebut.


Sementara Ammar hanya tertegun mendengar penjelasan dari Argha.Ia tak berniat sedikitpun membalas pukulan Argha.Ia merasa pantas mendapatkan semua ini mengingat perlakuanya terhadap keluarganya belakangan ini.


__ADS_2