Janda Remaja

Janda Remaja
Leukimia


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Argha langsung menggendong ibunya dan meminta kepada perawat untuk menangani ibunya.


Argha memegang jari-jemari ibunya sambil berlari kecil mengikuti perawat yang membawa ibunya menggunakan Emergency Strectcher.


Sesampainya di depan IGD Arhga tak di perbolehkan masuk,meskipun ia memaksa suster tetap melarangnya.


"Suster,tapi saya mau lihat keadaan mama saya sus.Saya mau pastiin mama saya baik-baik aja"


"Maaf mas tapi kami hanya menjalankan prosedur rumah sakit.Silahkan anda tunggu di luar " Lalu suster menutup pintu IGD.


Argha tak henti-hentinya berdo'a memohon keselamatan ibunya.Sambil terus mencoba menghubungi kakaknya.


Namun tak pernah di angkat.


"Arghhh..Sial ! Lagi ngapain si tu orang !Di saat-saat seperti ini malah nggak bisa di hubungi !


AMMAR POV.


Keindahan pantai Kuta memang tidak dapat di ragukan lagi.


Hamparan garis pantai sangat landai juga bibir pantai yang sangat luas dengan tekstur pasir putih yang lembut memanjakan setiap mata yang memandangnya.Tak heran jika Mona kekasih Ammar merengek padanya sejak 6 bulan lalu meminta untuk berlibur ke Bali.


Di bawah teriknya sinar matahari di pantai Kuta,Ammar tengah rebahan santuy(😆) di kursi santai yang berada di pantai tersebut sambil sesekali menyeruput Orange jus miliknya.Ia menjemur badanya sambil memandangi kekasihnya yang tengah berselancar.


Ia sengaja meninggalkan Hp nya di kamar Hotel yang ia pesan bersama Mona.Ia merasa tak ingin di ganggu oleh siapapun untuk saat ini,ia tak ingin melewatkan kesempatan bersama Mona kekasihnya.


"Honey.." Panggil Mona yang menghampiri Ammar lalu mengecup bibir kekasihnya itu.


"Hey..Udah?" Ammar pun membalas kecupan lembut Mona.

__ADS_1


"Udah Han,aku laper"


"Ya udah,sekarang kita makan yuk.Kamu mau makan apa sayang" ajak Ammar seraya merangkul kekasihnya itu.


"Makan Seafood aja ya"


"Oke,apapun yang kamu mau pasti akan ku turuti."


"Thank's Honey" Mona merasa sangat senang karena selama ini Amar selalu mengusahakan apapun yang ia minta.


Lalu mereka makan siang di restoran yang ada di Hotel tersebut.


ARGHA POV


Sementara Argha masih berada di ruang tunggu Rumah Sakit.Ayahnya juga tampak telah berada di sana setelah Argha menghubunginya.


"Kita berdo'a saja untuk mama" Ayanya tampak terlihat tenang meskipun sebenarnya hatinya di selimuti ketakutan.Ia takut terjadi sesuatu pada wanita yang telah menemaninya selama 27 tahun ini.


Hingga seorang Dokter keluar dari IGD. Argha dan Ayahnya sontak menghampiri dokter tersebut.


"Gimana keadaan mama saya dok?Mama baik-baik saja kan dok?"Argha mendesak pertanyaan kepada Dokter tersebut.


"Iya Dok apa yang terjadi pada istri saya?Dia sakit apa?"Desak Ayah Argha.


Dokter menghela nafas.


"Maaf apa kalian keluarga pasien?" Tanya Dokter .


"Iya kami keluarganya saya anaknya dan ini Papa saya dok"

__ADS_1


"Salah satu bisa ikut ke ruangan saya" Perintah Dokter Haris.


"Argha kamu ikut Dokter biar papa jagain mama" perintah Ayahnya yang lalu mengikuti suster ke ruang Rawat Inap.


Argha mengikuti langkah cepat Dokter dan terus memohon agar tidak terjadi apa-apa dengan mamanya.


Sesampainya di ruangan Dokter Argha di persilahkan duduk.


"Dok apa yang sebenarnya terjadi sama mama saya?"Tanya Argha kepada Dokter.


"Dari hasil periksaan Ibu anda mengalami penyakit Leukimia atau Kanker Darah.Dan sudah stadium 3"


"Apa???" Argha membelalak tidak menyangka ibunya bisa mengalami penyakit seberat ini.


"Apa sebelumnya ibu anda tidak pernah menceritakan penyakitnya?"


"Tidak dok.Mama saya tidak pernah cerita apapun soal penyakitnya.Kami hanya mengetahui kalau mama baik-baik aja selama ini"


Perasaan Argha campur aduk tidak menentu.Lututnya lemas sekali.Apa yang harus ia katakan terhadap Papa dan adiknya?pasti mereka akan sedih sekali.


Dan lagi Ammar masih belum bisa di hubungi.


bersambung.


Happy reading gengsss...😊


semoga suka sama ceritanya yah.


jangan bosan-bosan untuk memberikan like vote and coment.

__ADS_1


__ADS_2