
Sementara itu Argha sampai rumah lewat Adzan Maghrib.Karena ia berhenti sejenak di Musholla ,ia menunaikan Sholat Maghrib di Musholla pinggir jalan dekat rumahnya.
"Assalamu'alaikum mah.."
Sang Ibu yang tengah membaca majalah fashion di ruang tamu pun melirik Argha dengan sinis.
"Dari mana kamu jam segini baru pulang?" Tanya ibunya tanpa menoleh ke arah Argha.
"Argha tadi mampir ke Minimarket mah...terus pas di jalan udah adzan Maghrib,jadi ya sekalian aja Argha sholat di Musholla pinggir jalan" Terang Argha sambil menghampiri sang ibu dan duduk di sampingnya.
Namun,alih-alih memperhatikan Argha sang ibu justru malah pergi meninggalkan Argha.
"Sampai kapan mama akan perlakuin gue kaya gini" batin Argha
Argha merasa sudah terbiasa dengan hal seperti ini.Maka dari itu ia tak pernah ambil pusing.
Baginya,melihat seluruh keluarganya bahagia itu merupakan kebahagianya.Meskipun terkadang hatinya merasa hampa.
■■■■■■■■■■■
Di sebuah ruangan bercatkan ungu,di hiasi dengan wallpaper dinding bergambar bunga lavender,terdapat sebuah ranjang kecil di balut sprey yang senada dengan warna temboknya dan terdapat beberapa buah boneka di atasnya ,seorang gadis remaja tengah asyik memainkan ponselnya.Dengan tubuh agak tengkurap dan kaki yang naik dan di kepang.Gadis tersebut tengah asyik menulis novel.
__ADS_1
Yaa..Salma memang punya hobi membaca,namun ia berfikir dari pada hanya membaca lebih baik sekalian nulis novel di *******.Agar ia mendapat uang setiap bulannya.
"Huaaammm" Salma menguap,sepertinya rasa kantuknya mulai datang.
Ia mematikan ponselnya dan meletakanya di atas nakas.Lalu merebahkan setengah badanya dan bersandar di kepala ranjang.
Ingatanya kembali kepada sosok Argha . Tubuhnya yang jangkung,kulitnya yang putih hidunya yang mancung serta bibirnya yang tipis kian menyempurnakan keindahan ciptaan Tuhan.
Salma tersenyum manis lalu menenggelamkan tubuhnya le dalam selimut berwarna ungu muda.Dan pelan-pelan ia pun terlelap dan hanyut ke alam mimpi.
ARGHA
Lelaki berusia 22 tahun tersebut tengah duduk di kursi teras bersenandung kecil sambil memetik senar gitar miliknya.Argha memang memiliki hoby bernyanyi.
Mengapa ku selalu..
Mengapa ucapanku
Selalu salah di tutur lembutmu
Aku tertipu kediamanmu
Yang ku anggap semuanya baik-baik saja
Ku tak menyangka,di belakangku..
__ADS_1
Kau tigakan cintaku yang hanya kepadamu..
Apa yang membuatmu
Tak pernah mengungkap isi hatimu
Andaikan engkau tau,betapa hatiku mencintaimu
Aku tertipu kediamanmu yang ku anggap semuanya baik-baik saja
Ku tak menyangka,di belakangku kau tigakan cintaku yang hanya kepadamu
Kira-kira seperti itulah penggalan lirik yang di nyanyikan oleh Argha.
Argha memang sering menyanyikan lagu tersebut.Bukan tanpa alasan,lagu itu memiliki kenangan tersendiri bagi Argha.
"Andai saja dulu lo nggak ngecewain gue rin,mungkin saat ini lo yang bakal ada di samping gue" Argha bergumam sendirian
Dulu Argha memang sangat mencintai Karin.
FLASHBACK ON
Dulu,setiap Argha hendak berangkat kerja ia selalu menyempatkan diri menjemput Karin.Kala itu Karin masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas.
Mereka selalu berangkat dan pulang bersama.Argha menyimpan rasa terhadap Karin hingga suatu hari ia bersiap ingin menyatakan cintanya kepada karin.Namun saat ia keluar dari toko bunga sehabis membeli seikat bunga untuk Karin,Argha melihat seorang wanita berpenampilan seksi berdiri di pinggir jalan.Wanita itu mengenakan bikini serta rok mini ketat dengan rambut panjangnya yang terurai.
__ADS_1
"Karin??Ngapain dia berdiri di pinggir jalan kya gitu??"