
Sasha yang melihat Salma langsung menolongnya.
"Sal lo nggak papa??mana yang sakit??"
"Enggak kok sha,kaki gue cuma agak ngilu dikit"Jawab Salma sambil meringis karena sebenarnya ia kesakitan.
"Lo pulang aja ya,telfon Argha suruh jemput lo.Ijin aja buat hari ini" Sasha sedari tadi panik melihat Salma.
"Udah nggak papa kok Sha" Salma tersenyum mengamati Sasha yang berusaha menolong dirinya sampai bingung kesana kemari.
"Thank's ya Sha,lo udah care ama gue.Gue bersyukur banget punya lo,sahabat yang selalu ada dalam keadaan apapun"
"Iya Sal..sama-sama,kan emang udah
seharusnya seperti itu sebagai sahabat.Lo juga jangan sungkan-sungkan buat minta tolong ke gue"
"Iyaa Sha,lo emang sahabat gue yang paling baik" Tutur Salma.
"Kalo aja dari dulu lo ijinin,gue pasti udah gembleng tuh si Centil Karin huhh"
__ADS_1
Sasha kesal lantaran setiap kali ingin membalas sesuatu yang Karin lakukan terhadap Salma tak pernah berhasil lantaran Salma selalu mencegahnya.
Salma memang anak yang baik.Ia tak pernah mau melakukan perlawanan fisik kecuali sudah kelewat batas.
Argha...
Saat ia tengah sibuk mengedit foto prewed seorang customer,tiba-tiba ia di kagetkan dengan dering ponselnya.Terdapat sebuah panggilan masuk dengan nama MAMA.
"Tumben mama telfon gue" gumamnya pelan lalu cepat-cepat ia mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo mah"
"Hallo kak Argha,ini Diego kak bukan mama"
"Oh iya Diego ada apa?"
"Kak mama sakit badanya panas banget,terus tadi muntah-muntah.Mama tadi suruh Diego buat telfon Mas Ammar,tapi nggak di angkat terus.Ya udah Diego telfon kak Argha aja" Celoteh anak itu tanpa jeda.
"Terus keadaan mama gimana sekarang ?Yaudah kak Argha pulang sekarang"
__ADS_1
"Oke kak,mama masih tidur Diego takut kak"
Argha mematikan teleponya.Ia meminta ijin kepada bosnya.Argha memakai jaket dan helm lalu melajukan sepeda motornya dengan kecepatan agak tinggi.Ia ingin segera sampai di rumahnya.Ia sangat mencemaskan keadaan ibunya.
Sesampainya di rumah Argha langsung berlari menuju kamar ibunya,ia mendapati ibunya tengah terbaring lemas tak berdaya.Argha memegang dahi ibunya.Panasnya sangat tinggi badanya menggigil.
Argha lalu mengambil wadah berisi air dan sebuah kain untuk mengompres ibunya.Argha menempelkan kain basah tersebut ke dahi sang ibu.Ia lakukan berulang-ulang.Hingga 20 menit suhu tubuh ibunya tak kunjung turun.
Akhirnya Argha memutuskan untuk membawa ibunya ke Rumah Sakit.
"Ma kita ke dokter ya?"bujuk Argha kepada mamanya yang biasanya sangat susah buat di ajak ke dokter jika sakit.
Ibunya hanya mengangguk pasrah.Ia merasa sudah sangat lemas dan tidak berdaya.
Lalu Argha memesan taksi untuk membawa ibunya ke rumah sakit.Argha menitipkan Diego ke tetangga sebelah rumahnya mengingat anak usia di bawah 12 tahun tidak di perbolehkan masuk Rumah Sakit dalam keadaan sehat.
"Ma..mama sabar ya,bentar lagi kita sampe Rumah Sakit" Ujar Argha sambil merengkuh tubuh ibunya.Mengelus lembut lengan perempuan yang di sebutnya mama tersebut.
bersambung.hehe
__ADS_1
Happy reading teman-teman online kuh..😙😙
Jangan bosan-bosan untuk memberikan like and vote dan juga coment kritik dan saranya.❤❤