Janda Remaja

Janda Remaja
5


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Salma berangkat kerja dan Argha datang ke Rumah sakit pagi-pagi sekali.


Di rumah sakit.


"Pa ,cari sarapan dulu gih biar Argha yang jagain mama"Ujar Argha kepada pak Raka Ayahnya.


"Iya gha .Sekalian papa mau mandi dulu,kamu jagain mama bentar ya"


Argha mengangguk,lalu Argha masuk ke ruang ICU tempat mamanya di rawat.


Argha duduk di kursi sebelah ranjang mamanya.


"Assalamu'alaikum ma" Argha menggenggam jemari orang yang di cintainya itu.


"Ma,mama apa kabar? Oh iya mama kapan bangun?mama nggak pengen lihat wajah anak mama yang tengil ini?Argha sayang banget sama mama.Argha pengen mama bangun.Argha janji bakal jadi anak yang baik buat mama"sesekali Argha mencium punggung tangan Mirna ibunya.


"Argha kangen sama mama,Argha pengen mama bahagia.Mama harus bangun buat Papa buat mas Ammar,buat Argha juga buat Diego mah.Argha yakin mama pasti bisa,sekarang pasti mama lagi berjuang untuk itu kan?Argha tau mama orang terkuat di dunia" Argha tertawa kecil dan tanpa ia sadari cairan bening mengalir di pipinya.


Sesungguhnya Argha sangat terpukul dengan keadaan bu Mirna. Bagaimana jika mama nggak bangun lagi?Bagaimana dengan Diego?Bagaimana kehidupan keluarganya nanti?Apa bisa mereka hidup tanpa sosok seorang ibu?


Ah..!!Sungguh berat cobaanmu ya Tuhan !

__ADS_1


Ayah Argha datang menghampirinya.Setelah sempat pulang sebentar untuk mandi dan sarapan pagi.


"Gha.." Pak Raka menepuk pundak anaknya. "kamu kerja kan hari ini?sana gih berangkat,biar papa yang jagain mama"


"Argha nggak kerja kok pah.Tapi Argha hari ini mau keluar nyari sesuatu,mungkin nanti pulangnya agak telat.Papa nggak kerja?"


"Papa udah ambil cuti satu minggu,kamu tenang aja.Kamu mau nyari apa?"


"Ada lah pa,ntar juga papa tau sendiri.Argha pamit dulu ya pa"


Pak Raka mengangguk.


Argha lalu berangkat ke tempat yang sudah ia janjikan bersama seseorang.


Jam istirahat siang telah tiba.Hari ini Salma ijin kerja hanya setengah hari,pasalnya ia telah berjanji untuk menemani Argha yang entah ia sendiri tak mengetahui kemana tujuanya.


"Kamu udah siap?" tanya Argha sesampainya di Vera Bakery.


"Udah . sebenernya kita mau kemana sih?"


"Ada deh..Aku mau nyari sesuatu yang bisa buat mama bahagia dan bisa buat mama bangga sama aku" jawab Argha bersemangat.

__ADS_1


Salma mengeryitkan dahi.


"ih apa'an sih ! bikin penasaran tau nggak" Salma mengerucutkan bibirnya.


"Kalo kamu penasaran ,itu tandanya kamu emang makhluk tuhan yang paling kepo hahaha"


Satu cubitan mendarat di lengan Argha.


"Awww..sakit tau.Aku tuh nggak mau di cubit,maunya di cium" ledek Argha sambil mengedipkan sebelah matanya.


Salma menimpuk Argha dengan tas selempang kecilnya.


"Dasar genit ! udah ah ayoo"


Argha memang tengah kalut,namun ia tak ingin kekasihnya itu merasa di abaikan.Argha sangat pandai membagi waktu.Dari mengurus ibunya yang sakit,bekerja,mengurus Diego bahkan Salmapun tak kekurangan perhatian darinya.


Apa nggak capek?


Mungkin ! Tapi Argha tak pernah mengeluh untuk hal itu.


Baginya,melihat orang-orang yang di sayanginya bahagia itu sudah lebih dari cukup.Dan melihat orang yang di sayangi menderita,ia merasa 100% lebih menderita dari pada mereka.

__ADS_1


Tak terkecuali ibunya yang sampai saat ini masih terbaring lemah di rumah sakit.


Itu menjadi pukulan tersendiri bagi Argha.


__ADS_2