Jangan Paksa Kita Menikah!

Jangan Paksa Kita Menikah!
Minuman Segar


__ADS_3

Sora pergi ke arah dapur untuk mengambil minuman, ia sangat haus dan sepertinya segar juga jika minum minuman dingin.


Sambil melantunkan lagu kesukaannya, Sora mengambil gelas dan meletakan nya di atas pantry. Ia membuka kulkas untuk mencari minuman dingin dan segar di sana.


"Nyonya cari apa?"


Pertanyaan seseorang membuat Sora menoleh. Seorang pelayan sudah berdiri di hadapannya.


"Aku cari minuman dingin," jawab Sora.


"Nyonya bisa mencarinya di kulkas sebelah sana, kalau yang ini kulkas khusus untuk menyimpan stok bahan masakan."


Sora kembali melihat isi dalam kulkas tersebut, dan ternyata benar di sana hanya ada sayur, daging, dan bahan masakan lainnya.


"Oh begitu, terima kasih sudah memberi tahu," ucap Sora kemudian menutup pintunya kembali.


"Sama-sama, nyonya. Mau sekalian saya ambilkan minumannya?" tawar pelayan itu.


"Tidak, tidak usah biar aku saja."


"Oh ya sudah, kalau begitu saya permisi."


Pelayan itu hendak pergi, namun segera di cegah oleh Sora.


"Eh tunggu!"

__ADS_1


Pelayan itu menghentikan langkahnya dan kembali membalikan badan.


"Iya, nyonya. Ada yang bisa saya bantu?"


Sora menoleh ke kiri dan kanan, memastikan jika di sana tidak ada lagi orang selain dirinya dan pelayan itu.


"Ah ya, apa semua pelayan di sini sudah tahu kalau semua aturan yang ada di sini tidak akan berlaku jika papa Asberto sedang tidak ada di rumah?"


Pelayan itu mengangguk membenarkan. "Betul, nyonya. Nyonya Merry yang tidak memberlakukan peraturan itu selama tuan Asberto tidak ada. Tapi hal ini tidak boleh sampai terdengar oleh tuan, sebab tuan pasti akan marah besar dan memberi hukuman pada nyonya Merry."


Sora mengatupkan bibirnya membentuk garis lurus. "Begitu ya?"


"Iya, nyonya."


Sora mengangguk-anggukan kepalanya. Ia jadi teringat dengan apa yang di katakan Dimas kemarin. Jika Asberto pun tidak memberlakukan aturannya sendiri jika sedang berada di luar rumah, seperti tidak perlu mengheningkan cipta saat makan tengah berlangsung. Jadi ia rasa mama Merry tidak akan di hukum untuk itu.


Setelah menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas, Sora tidak lupa menaruh minuman yang tersisa di botol ke dalam kulkas. Kemudian ia minum minuman yang sudah ia tuangkan ke gelas.


"Ahh .. Segaaarrr ..." ucapnya.


Sora memutuskan untuk pergi ke taman guna mencari udara segar. Bersantai sambil meminum minuman dingin dan juga menonton film favoritnya di ponsel.


"Mau kemana, Ra?"


Pertanyaan mama Merry saat ia berjalan sampai ruang tamu menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Mau ke taman, ma," jawab Sora.


"Duduk di sini saja, mama sedang butuh teman ngobrol. Lagipula taman sedang di bersihkan, beberapa rumput yang sudah panjang harus di potong menggunakan mesin. Duduk sini saja, ya."


Sora mengangguk. "Iya, ma."


Wanita itupun duduk di samping mama mertuanya, ia meletakan segelas minuman dingin dan ponsel yang ia bawa.


"Mama mau aku buatkan minuman juga?" tawar Sora.


"Tidak, tidak usah. Mama tidak haus."


"Kalau nanti mau, mama bilang saja. Nanti aku buatkan."


"Tidak perlu, mama bisa minta pelayan yang buatkan."


"Tidak apa-apa, ma. Sesekali aku yang buatkan. Mau, ya?" ucap Sora penuh harap.


Mama Merry pun mengangguk. "Boleh."


Sora mengulas senyum. "Mama jangan sungkan, kalau mama butuh bantuan aku, mama bilang saja."


"Iya, Sora. Terima kasih, ya."


"Sama-sama."

__ADS_1


Sora mengambil gelas tersebut dan meminumnya hingga setengah. Sebelum kemudian mereka mengobrol ringan.


_Bersambung_


__ADS_2