Jatuh Cinta Oleh Kehangatan Pria Lain

Jatuh Cinta Oleh Kehangatan Pria Lain
Satu Ranjang


__ADS_3

Itu adalah wanita yang bekerja di kantornya, Adit ingat dia adalah seorang sekretaris. Wanita itu minum sendirian, Adit pun berjalan ke arahnya dan mulai bergabung dengannya.


Sedangkan di tempat lain.


Kirana sedang menyikat gigi dan hendak naik ke tempat tidur Namun ketika ia mendengar ketukan keras dari pintu depan, ia terkejut.


"Apakah itu Adit? Apa dia kehilangan kuncinya?"


Kirana berjalan ke sana dan membuka pintu dan melihat Annan sedang bersandar di samping pintu.


"Tu Tuan Annan, apa yang kau lakukan di sini?" Ujar Kirana kaget.


Annan menatapnya dan berjalan ke arahnya sambil memeluknya. Dan Segera bau alkohol menyelimuti hidung Kirana dan Kirana tahu dia banyak minum


Annan menarik diri dan berjalan lebih jauh ke dalam rumah, Kirana menutup pintu dan mengejarnya.


"AAAADIIIITTTT" Ujarnya Annan berteriak


"DI MANA KAMU? AKU DI SINI UNTUK PERTANDINGAN ULANG!" Lanjutnya berteriak sambil terus berjalan memasuki rumah.


"Tuan Annan apa yang Anda lakukan? Adit tidak ada di rumah sekarang" Ujar Kirana membuat Annan menatapnya sambil memberikannya senyum mabuk.


"Dia tidak ada? Kalau begitu aku punya Kirana kecil untuk diriku sendiri!" Ujar Annan senang sambil memeluk Kirana erat.


"Tu tuan Annan apa yang kau lakukan?" Ujar Kirana bersemu


Annan melepaskan pelukannya dan mulai berjalan lebih jauh ke dalam rumah dia membuka salah satu pintu dan kebetulan itu adalah kamar tidur Kirana


"Ooohh ini tempat tidur Kirana kecilku!" Ujar Annan mulai bernyanyi lalu berjalan menuju tempat tidur dan menjatuhkan diri terlebih dahulu.


"A Annan?" Ujar Kirana memanggil dan berjalan menuju tempat tidur sambil menatap Annan, Kirana menyodok pipinya dan Mendesak dia keluar. Kirana menutupinya dengan selimut dan menyodok pipinya lagi untuk melihat apakah dia benar-benar tertidur.

__ADS_1


Annan tiba-tiba meraih tangan Kirana Menariknya ke arahnya dan hal berikutnya yang Kirana tahu ia terjebak dalam pelukan Annan.


Tidak peduli seberapa keras Kirana mencoba melarikan diri, itu tidak berguna dan Kirana tidak dapat membangunkannya. membuat Kirana menghela nafas, tak lama kemudian ia pun akhirnya tertidur di pelukan Annan Merasakan rasa aman.


Ketika Kirana membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah rambut halus seorang perempuan.


ia melihat ke bawah dan melihat Kirana tidur dengan nyaman di pelukannya. Annan memejamkan mata lagi tidak ingin bangun, ingin tetap dalam posisi nyaman ini lebih lama lagi.


Namun tiba-tiba Annan membuka matanya lagi dan melihat Kirana lagi. ia mengangkat kepalanya sedikit dengan hati-hati, Dan memindahkan Kirana kesamping sambil melihat suasana di dalam kamar itu


Ini bukan kamarnya. Annan melihat ke Nakas dan melihat gambar Kirana dan Tiara muda sedang bermain dengan boneka.


Annan ada di dalam kamar Kirana, artinya aku di rumahnya yang dia tinggali bersama suaminya.


"sepertinya mereka tidak berbagi kamar. Aku melihat-lihat lebih banyak tetapi tidak ada satu petunjuk pun bahwa Adit pernah berada di ruangan ini apalagi tidur di sini bersamanya!" Batin Annan sambil memejamkan mata dan mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam.


Annan ingat ia mabuk dan datang ke rumah Kirana ingin melawan Adit tadi malam. Tapi dia tidak ada di rumah, dan tiba-tiba ia bangun disini


Annan membuka pintu kamar dan berjalan di sekitar rumah, tapi tidak ada tanda-tanda Adit dimanapun. Bajingan itu bahkan tidak pulang tadi malam.


Di dalamnya Kirana melihat Dekorasi yang khas akan Adit.


Di dalamnya ada meja besar, tempat tidur kecil, dan rak buku. Annan melihat rak bukunya dan melihat disana penuh dengan buku-buku hukum.


Terakhir Annan dengar dia bahkan belum mengambil kasus sejak dia menjadi CEO firma hukum Putra. Annan terus melihat-lihat buku-bukunya saat ia mengambil salah satu dari buku itu tiba-tiba selembar foto jatuh dari dalam buku itu.


Annan membungkuk dan mengambilnya, itu adalah gambar Kirana.


"Apa? Aku pikir dia tidak peduli tentang Kirana?"


Kirana sedang tersenyum lebar sambil memalingkan muka dari kamera.

__ADS_1


Kirana terlihat seperti bidadari, bisa dibilang dia lebih muda saat foto ini diambil. Mengapa dia memiliki ini di dalam sebuah buku? Annan memasukkan kembali foto itu ke dalam buku dan meletakkannya kembali di atas rak.


Annan berbalik dan melihat ke arah lain ia membukanya dan itu adalah lemari,


Annan mencium bau dirinya sendiri dan ternyata badannya masih berbau alkohol. Ia mengambil satu baju Adit dan memakainya setelah itu Annan pun langsung keluar dari kamar itu. ia berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi.


Kirana terbangun karena suara shower mengalir, ia melihat ke sampingnya dan melihat Annan tidak ada disana.


Kirana pun bangun dan berjalan menuju dapur. ia pun mulai membuat sarapan, saat ia membuat sarapan Kirana merasakan seseorang datang dari belakangnya sambil menutup mata Kirana.


"Tebak siapa" Ujar Annan membuat Kirana tertawa dan berbalik,


Annan menyeringai Kepadanya. Kirana berbalik dan memulai memasak kembali, Annan meletakkan dagunya di pundak Kirana dan tangannya juga melingkari pinggang Gadis itu


"Kamu membuat apa?" Ujar Annan


"Sarapan" Jawab Kirana


"Baunya enak," Ujar Annan sambil memperhatikan setiap gerakan Kirana Dia menjauh dan duduk di kursi meja makan.


Setelah beberapa menit kemudian Kirana memutuskan untuk menyalakan lagu di Handphonenya dan mulai bernyanyi serta menari mengikuti musik yang diputar,


Sementara Annan terus saja mengolok-olok Kirana.


Lagu mulai diputar dan Kirana pun menaikkan volume nya bersiap-siap untuk menari sendiri tapi Annan berdiri dan berjalan ke arahnya


"Maukah kamu berdansa dengan ku?" Ujar Annan dengan tangan terulur membuat Kirana tersenyum padanya sedikit tersipu dan mereka pun mulai menari perlahan dengan senyuman di wajah mereka.


Setelah sarapan, Annan pulang untuk bersiap-siap bekerja. Kirana juga mulai bersiap-siap untuk bekerja.


Kirana mandi dan berganti pakaian kerja. ia melihat dirinya di cermin dan menyisir rambutnya. Kirana berhenti ketika ia melihat cermin di sampingnya Karena untuk pertama kalinya matanya tidak memiliki lingkaran hitam lagi, Tadi malam adalah tidur nyenyak pertama yang Kirana alami selama berhari-hari.

__ADS_1


Kirana tersenyum dan memalingkan muka dari cermin, Kirana memeluk dirinya sendiri sambil memejamkan mata saat ia mulai mengingat bagaimana rasanya berada di pelukan Annan Tadi malam.


Kirana menarik napas dalam dan mengingat seperti apa baunya. ia membuka mata ketika ia mendengar suara teko teh memberi tahu ku bahwa teh paginya sudah siap.


__ADS_2