
"Benarkah? Ceritakan semuanya padaku!" Ujar Kirana bersemangat kepada Tiara, dan Tiara pun mulai menceritakan semuanya.
Sedangkan di tempat lain.
Annan sedang duduk di kantin rumah sakit, minum kopi sambil mengutak-atik ponselnya menunggu Morgan karena dia ingin makan bersama Kakaknya itu
Beberapa Menit kemudian Morgan akhirnya muncul dan Pria itu tersenyum seperti orang Idiot sekarang.
Morgan duduk Sambil menatap Annan masih dengan tersenyum, setelah beberapa detik kemudian Morgan masih menatapku sambil tersenyum Annan mulai merinding, ia pun meletakkan ponselnya di saku,
"kenapa kamu tersenyum?" Ujar Annan Heran
Dia mencondongkan tubuh dan berbisik,
"Kamu ingat gadis yang pulang denganku tadi malam" tidak ingin salah satu rekan kerjanya mendengar.
"Adik asistenku, ya bagaimana dengan dia" Bisik Annan menatapnya curiga.
"Aku baru saja mengajaknya berkencan dan dia menjawab ya," Ujarnya dan tersenyum cerah. Annan menatapnya lalu memukulnya di atas kepala, Morgan memelototinya
"Untuk apa itu?" Ujarnya sambil menggosok tempat yang Annan pukul tadi.
"Dasar bodoh, itu adik asistenku, apalagi dia lebih muda darimu, kan?" Annan berbisik. Dia terlihat menahan malu sambil menggosok lehernya. Aku memandangnya dengan bertanya-tanya,
"Morgan dia berapa tahun lebih muda darimu?" Ujar Annan berbisik menatap Kakaknya itu.
"Benar!" Gumam Morgan
"Dia 6 tahun lebih muda dariku," Lanjutnya sedikit sedikit keras.
"6 TAHUN!" Teriak Annan di kafetaria itu dan dengan Refleks berdiri dari kursinya, semua orang melihat ke arah mereka.
Morgan menyuruhnya diam dan menarik Annan ke bawah untuk membuatku duduk kembali
"Tidak terlalu banyak kan?," Ujar Morgan setelah semua orang memalingkan muka mereka.
"Kakek tua, apa yang kamu lakukan, Kau mengejar seseorang yang begitu muda," Ujar Annan menekan kata-katanya dan setelah itu ia menyesap kopinya, Untuk menenangkan diri
Morgan tersenyum,
"Kurasa aku mencintainya," Ujar Morgan berseri membuat Annan tersedak kopinya dan terbatuk
__ADS_1
"Ka kamu, APA? Sepertinya aku salah dengar" Ujar Annan tidak percaya dengan apa yang ia dengar, ia pasti sedang berhalusinasi.
"Aku bilang aku pikir aku mencintainya Annan" Ulangnya Dengan Pipi yang memerah membuat Annan terkekeh
"Morgan kau baru saja bertemu dengannya," Ujar Annan bercanda.
"Jadi..."
"Jadi kamu belum benar-benar mengetahui sifatnya, tunggu sampai kamu melihatnya marah," Ujar Annan sambil mengingat mantan pacarnya yang gila, (Steffi).
Morgan terkekeh,
"Sebenarnya aku sudah melakukannya tadi," Ujar Morgan.
"bagaimana hasilnya?" Ujar Annan ingin tahu. "Yah, dia hampir memukul ku 2 kali dan berteriak padaku tidak peduli siapa saja yang akan mendengar suaranya ... Aku tidak akan berbohong aku Sangat takut tadi" Ujarnya sambil menggigil mengingat kejadian yang menimpa nya tadi.
Annan terkekeh, gadis itu cukup hebat dia bisa membuat Seorang Morgan Winata, takut akan nyawanya dan dia masih mengajaknya berkencan, lebih baik Annan melihat keluar dan memastikan babi tidak terbang.
Annan menyeringai.
"Baiklah Romeo mau makan Apa?" Tanya Annan keluar dari topik.
keesokan paginya sekitar jam 10 pagi. Karena ini akhir pekan dan kantor tutup, Annan memutuskan untuk bersantai di sekitar rumah. Setelah beberapa saat, ia bangun dan membersihkan seluruh Apartemennya.
Annan sedang berjalan-jalan mencari sesuatu untuk dimakan yang mudah dibuat. Saat ia akan berjalan ke pintu berikutnya, Annan mendengar sesuatu.
Annan melihat beberapa kaki di depannya, ada 3 gadis yang berteriak pada gadis lain, Annan mendekat untuk mendengar apa yang mereka katakan, Sedikit penasaran.
"A aku memang sudah menikah," Ujar Kirana lebih keras dengan harapan mereka akan percaya padanya. Tiga gadis berdiri di depannya, mereka adalah teman lama Kirana dari sekolah menengah. Yang di tengah berbicara,
"TIDAK! Kamu tidak mungkin menikah!" Ujarnya Berteriak.
Kirana menunduk sedih karena mereka tidak percaya padanya,
Apakah sesulit itu untuk percaya!?
"Ya, aku memang sudah menikah," Ujar Kirana sambil tetap menatap tanah.
"KALAU KAMU SUDAH MENIKAH, MANA SUAMIMU!" Gadis itu berteriak lagi dengan tangan terlipat di dadanya.
"Dia sedang tidur di rumah, aku tidak ingin membangunkan nya jadi aku datang sendirian!" Batin Kirana berteriak
__ADS_1
Kirana ingin mengatakannya tetapi ia tahu mereka tidak akan mempercayainya jadi ia tetap diam dan menatap lantai berharap itu akan menelannya
Tiba-tiba Kirana merasakan seseorang merangkulnya, ia mendongak terkejut dan melihat Annan menatapnya sambil menyeringai.
"Aku kembali sayang, maaf aku lama sekali tidak bisa menemukan bumbu yang kamu inginkan," Ujar Annan. Kemudian dia melihat ke arah 3 gadis itu.
"Apakah mereka temanmu sayang?" Annan bertanya sambil menatap Kirana Dan memberi isyarat yang memberitahu Kirana untuk ikut berakting.
"Y Ya, mereka adalah teman sekelas ku dari SMA lamaku," Ujar Kirana masih terkejut
Ketiga gadis itu terkejut dan hanya menatap Annan.
"I-Ini suamimu" gadis tengah angkat bicara masih kaget.
"Y-Ya," Ujar Kirana dengan wajah memerah karena ia tidak pandai berbohong apa lagi ada lengan Annan di sekitar bahunya
"Yah, lebih baik kita pergi, senang bertemu dengan kalian bertiga," Ujar Annan membawa pergi Kirana meninggalkan 3 gadis di sana yang masih terkejut.
Ketika Mereka sudah cukup jauh Kirana menjauh dari Annan
"Uhh... Terima kasih, Tuan Annan... Kau tidak benar-benar harus melakukan itu tapi terima kasih" Ujar Kirana sambil melihat ke lantai karena malu.
"Hm" Gumam Annan lalu pergi. Kirana menatapnya saat dia menghilang ke kerumunan orang. Setelah itu Kirana membayar barang-barang nya dan pulang.
Keesokan Harinya.
Saat ini, Kirana duduk di belakang. Beberapa menit lagi, waktu istirahat tiba, ia tidak sabar untuk keluar dari kantor ini untuk berjalan-jalan.
Jam menunjukkan tengah hari, Kirana pun bangun sambil meregangkan tubuhnya, ia mengambil dompetnya dan ketika Kirana akan pergi.
"Kirana, aku membutuhkanmu untuk membantuku dengan sesuatu sebelum kamu pergi istirahat" Ujar Annan.
Kirana menoleh ke arahnya dan melihat dia juga bangun sambil meregangkan tubuhnya,
"Kamu butuh bantuan apa?"
"tidak banyak, aku hanya ingin kamu ikut denganku ke apartemen saudara ku untuk mengambil beberapa berkas dokumen yang aku perlukan untuk kasus baru yang sedang aku kerjakan!" Ujarnya dengan santai.
"Baiklah kalau begitu," Ujar Kirana dan tersenyum. Kami berjalan ke arah mobilnya bersama, dia mulai menjalankan Mobilnya ke arah apartemen saudaranya.
"Apakah kakakmu tahu kita akan Datang kesini?" Ujar Kirana ingin tahu. Annan terkekeh,
__ADS_1
"Tidak," Ujarnya tersenyum geli.