
Annan terus melihat gaun itu, terlihat seperti gaun pesta, agak polos tapi ada daya tarik tersendiri. Annan tidak bisa menyentuh pakaian itu. Ia memalingkan muka dari gaun itu ketika pria di konter berjalan ke arahnya dan mencoba menjualnya ke Citra dan mungkin dia pikir ia dan Citra adalah pasangan. Mereka menolak tawaran itu dan pergi. Dari raut sedih di wajah Citra, Annan tahu orang itu tidak memiliki cincin yang mereka cari.
Citra mendesah sedih saat mereka masuk ke dalam mobil. Annan memalingkan muka dari Citra ketika ia merasakan ponselnya berdering di sakunya. Annan mengeluarkannya dan melihat nama Piter di sana
"Halo," Ujar Annan
"Aku punya file yang kamu minta," Ujar Piter dengan nada bosan.
"Aku bisa tiba di sana dalam 30 menit." Ujar Annan cepat
"Baiklah, telepon aku saat kamu di luar kantor," ujarnya dan menutup telepon.
Annan memasukkan ponsel nya kembali ke saku dan mulai mengemudi ke kantor polisi.
"Kemana kita akan pergi?" Ujar Citra
"Temanku dari kantor polisi memiliki file yang kuinginkan tentang Adit dan Aldo, kita akan mengambilnya," Ujar Annan dan melanjutkan mengemudi. Dari sudut matanya, Annan melihat Citra mengangguk mengerti.
30 menit kemudian mereka parkir di depan Kantor. Annan mengirim sms kepada Piter dan mengatakan kepadanya bahwa mereka sudah sampai. Annan melihat ke arah Citra, yang sedang menatap ke langit memikirkan sesuatu, dia memiliki kerutan di wajahnya.
"Ada apa?" ujar Annan bingung
"Apakah menurutmu dia akan bangun?" Ujar Citra berbisik. Annan tidak perlu bertanya siapa untuk mengetahui siapa yang Citra bicarakan. Annan memalingkan muka darinya
"Aku tidak tahu" Jawab Annan jujur, Citra menoleh pada Annan
"Bisakah aku memberitahumu sebuah rahasia?" Ujar Citra, Annan menoleh padanya dan menganggukkan kepala. Annan melihat ke bawah dan mengambil napas dalam-dalam,
"Aku pikir aku mungkin hamil" Ujarnya pelan.
"Apakah kamu tidak menginginkan anak?" Ujar Annan menilai dari nada bicaranya. Dia menggelengkan kepalanya,
"Bukannya... aku ingin punya anak tapi... kurasa aku belum siap. Aku baru saja kembali ke perusahaan hukum dan... Ali dan aku tidak, tidak berhubungan baik saat ini" Ujarnya dengan sedih.
"Sai adalah pacarmu?" Ujar Annan, dia menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ini salahku kita bertengkar... Aku membentaknya karena sesuatu yang tidak bisa dia kendalikan" ujarnya dan terkekeh.
"Ini baru 3 hari tapi aku merindukannya lebih dari yang ingin kuakui," Ujarnya jujur. Citra menoleh ke arah Annan dan tersenyum,
"terima kasih telah mendengarkan ku, aku tidak punya orang lain untuk diajak bicara sekarang karena Kirana ada di rumah sakit" Ujarnya.
Annan memberinya senyum kecil,
"tidak masalah" Ujar annan. Annan memalingkan muka darinya saat Piter berjalan ke arah mereka. Annan menurunkan kaca jendela mobil dan piter menyodorkan file-file itu.
"Aku bersumpah Annan jika aku kehilangan pekerjaan karena melakukan ini, aku akan mencekikmu saat kau tidur," Ujarnya dengan suara mengancam. Piter memalingkan muka dari Annan ketika dia melihat Citra,
"halo, halo" katanya dengan suara genit. Citra memutar matanya dan memalingkan muka,
"Aku sudah menikah" Ujar Citra berbohong.
"Tidak apa-apa, aku suka wanita yang sudah menikah?" Ujar Piter, pada saat yang sama Annan dan Citra pun memberinya tatapan kotor. Membuat Piter terkekeh,
"Sampai jumpa," Ujarnya dan kembali ke dalam kantor. Annan menyalakan mesin dan menoleh pada Citra.
Mereka membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai ke sana, begitu mereka berjalan masuk, aroma sedap menerpa mereka hingga membuat perut mereka keroncongan. Mereka pun langsung duduk di salah satu kursi dan melihat-lihat menu. Annan memutuskan untuk memesan reuben sandwich dan Citra memesan salad ayam.
Pelayan mencatat pesanan mereka dan berjalan pergi. Citra menoleh padanya,
"Ok Annan, karena aku memberitahumu sebuah rahasia, kamu harus memberitahuku juga" katanya dengan senyum licik.
"Kamu tidak pernah memberitahuku bahwa itu akan menjadi syaratnya dan aku tidak pernah memintamu untuk memberitahuku bahwa kamu hamil dan kamu melakukannya sendiri tanpa ku minta," ujar Annan menyatakan fakta.
Citra memutar matanya,
"jangan jadi perusak pesta" keluhnya. Membuat Annan menghela nafas, Citra tersenyum mengetahui dia menang.
"Oke, kamu harus memberitahuku sesuatu yang belum kamu ceritakan kepada siapa pun," katanya dan menatapnya dengan penuh harap.
"Aku baru saja membuat tato," Ujar annan dan meminum kopinya, Citra tersenyum, "benarkah? biarkan aku melihat!" Ujarnya penuh semangat.
__ADS_1
"Aku tidak bisa, aku memakai baju lengan panjang dan itu ada di lengan atasku," Ujar Annan.
"Baik, tapi kamu harus menunjukkannya padaku bentuk tatonya?" Ujar Citra bertanya.
"Itu potret seseorang" ujar Annan. Sebelum dia memiliki kesempatan untuk menanyakan siapa,, seorang wanita berjalan ke arah kami.
Begitu Citra menatapnya, orang itu tersenyum dan berdiri untuk memeluk Citra. Annan menatap wanita itu dan matanya langsung tertuju pada rambut bergelombang itu, Bukankah itu pacar Adit yang ia lihat tempo hari?
Annan memalingkan muka dari mereka dan mendengar saat mereka mengobrol tentang bagaimana mereka sudah lama tidak bertemu. Citra tidak boleh tahu bahwa dia adalah kekasih Adit.
Setelah beberapa menit, dia pergi dan memeluk Citra dan mengucapkan selamat tinggal.
"Siapa dia?" tanya Annan. Citra masih memiliki senyum di wajahnya,
"Dia teman lama kami saat SMA, Kirana juga mengenalnya" ujarnya. Annan menatapnya ketika dia mengatakan itu. Jadi Adit tidur dengan teman Kirana?
Dia terus berbicara tentang bagaimana dia sudah lama tidak bertemu dengannya, Annan setengah mendengarkan. Haruskah Annan memberi tahu dia apa yang ia ketahui? Annan terus mendengarkan obrolannya yang tidak masuk akal.
"Oh, dan apakah kamu melihat cincin di jarinya! Aku bahkan tidak tahu dia sudah bertunangan" ocehannya. Annan menatapnya,
"dia bertunangan?" Ujar Annan terkejut. Dia menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat,
"dia baru saja memberitahuku!" Ujar Citra
"Apakah kamu tahu siapa tunangannya?" Ujar Annan bertanya,
"Apakah itu Adit? Tapi dia sudah menikah!" Batin Annan dan menggelengkan kepalanya,
"aku tidak tau, aku bahkan tidak tahu namanya ..." gumam Citra sambil memikirkannya.
"Citra, apakah kamu tahu bahwa wanita itu dan Adit telah menjalin hubungan rahasia di belakang Kirana?" tanya Annan dengan nada serius. Matanya melebar, Citra tidak tahu.
"APA?... Apakah kamu yakin?" Ujar Citra terkejut
"Aku melihat mereka bersama dan Adit membenarkannya," Ujar Annan. Citra memalingkan muka sejenak dan kemudian menatap Annan.
__ADS_1
"Apa maksudmu saat Kirana berjuang untuk hidupnya di rumah sakit!" Ujar Citra Menjeda Perkataan nya.