Jatuh Cinta Oleh Kehangatan Pria Lain

Jatuh Cinta Oleh Kehangatan Pria Lain
Mengikuti mu


__ADS_3

Kirana mulai oleng lagi namun kali ini ada seorang pria yang menangkap tubuhnya bukan Tiara, Kirana mendongak dan melihat mata hitam gelap sedang menatapnya.


"Tuan Annan?..." Gumamnya


"Hei Kirana," Ujar Annan,


Annan mengangkatnya dan meletakkan Kirana di kursi. Annan membungkuk dan menatap mata Kirana, Annan meletakkan tangannya di pipi Kirana dan menghapus air mata yang mengenang di pipi Kirana.


"Aku takut Tuan Annan." lirih Kirana lemah


Annan menyandarkan dahinya ke dahi Kirana, Kirana mendongak dan menatap matanya.


"Semua akan baik-baik saja Kirana!" bisiknya Menenangkan


"Terima kasih Tuan Annan!"


Kirana melihat melewati wajah Annan dan melihat disana Tiara dan Morgan yang saling memandang sambil tersipu.


"Sepertinya mereka saling menyukai," Ujar Kirana, Annan menjauh dan melihat ke arah yang Kirana pandang. dia menyeringai,


"Si idiot itu," Ujar Annan Menyeringai


"Menurutku mereka terlihat manis jika bersama," Ujar Kirana. Annan menatap Kirana dan berdiri,


"Aku harus pergi... Sampai jumpa" Ujar Annan lalu pergi.


"Sampai jumpa lagi Tuan Annan" Bisik Kirana sambil menatapnya hingga Annan menghilang di balik lorong.


Setelah Annan menjauhi Kirana ia langsung membenturkan kepalanya di tembok.


"Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa aku mengikutinya ke sini? Apa aku peduli padanya dan apa tadi yang Kirana bilang tadi sampai jumpa lagi benarkah?" Batin Annan sedikit senang


Annan terus memukuli kepalanya sendiri,


"Apa yang kamu lakukan?" Annan membuka matanya dan melihat di samping. Annan melihat Morgan berdiri di sana.


Morgan tersenyum pada Annan


"apakah kamu baik-baik saja? Atau apakah aku perlu memeriksa mu ke rumah sakit jiwa" katanya sambil mulai membuka mata Annan


"Hentikan Morgan!" Ujar Annan dan mulai berjalan pergi.


Morgan merangkul bahu Annan.


"Hei, tenanglah adikku, aku hanya bercanda" Ujarnya dan mulai tertawa.


Annan menyeringai

__ADS_1


"Jadi ada apa denganmu dan adik perempuan Kirana, Siapa namanya tadi..." Ujar Annan menggoda


"Tiara" Jawab Morgan dengan wajah muram.


Annan berhenti dan meletakkan tangannya di hati Morgan.


"Omg Morgan sang Playboy, benar-benar mengingat nama wanita one night stand nya" Ujar Annan bercanda.


Tiba-tiba Morgan mendorong Annan ke dinding sambil memelototinya, hingga membuat Annan menyeringai


"Ada apa Morgan? Kamu memiliki perasaan kepada nya?" Annan bertanya.


Morgan melepaskan Annan dan mulai tersipu,


"Bukan seperti itu Hanya saja dia berbeda... Dia tidak seperti yang lain" Ujarnya malu menunduk ke lantai sambil mengusap lehernya. membuat Annan memutar matanya.


Betapa klise nya.


"Morgan kau bertemu dengannya di bar saat itu kau hampir berkelahi dengannya di bar," Ujar Annan dengan nada bosan.


"Itu tidak ada hubungannya!" Ujar Morgan sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Annan.


Annan mendorong jarinya.


"Jadi...apa kamu suka dengan dia?" Ujar Annan sambil bersandar di dinding menyilangkan lengannya. Morgan melihat ke bawah lagi dengan malu,


Tiba-tiba Annan melihat Adik Kirana berjalan ke arah mereka sambil berbicara dengan gadis lain.


"Yah, kurasa kau akan mengetahuinya Morgan" Ujar Annan Menyeringai, hingga membuat Morgan menatapnya dengan bingung,


"Annan, lebih baik kau jangan-" Ucapan Morgan terputus ketika Annan mendorongnya ke arah Tiara. Morgan menatapnya dengan terkejut


"Mo Morgan" Ujar Tiara terkejut tidak menyangka Morgan akan muncul entah dari mana.


Morgan melihat kembali pada Annan tapi yang ia lihat malah punggung Annan yang sudah setengah jalan menyusuri lorong.


Morgan melihat kembali ke arah Tiara, tidak yakin harus berkata apa, gadis yang Tiara ajak bicara tadi mengundur diri dan pergi.


Morgan tersenyum padanya.


"Ha Hai Tiara!" Ujar Morgan tersipu.


"Hai Morgan!"


"Aku tidak tahu Galang adalah sepupumu," Ujar Morgan mencoba memulai percakapan.


"Yah bagaimana kamu bisa tahu, dan itu bukan lah sebuah alasan hingga membuat mu pergi tadi pagi tanpa mengatakan apa-apa!" Ujar Tiara dengan Aura yang mengelap

__ADS_1


Tiara bertujuan untuk meninju wajah Morgan tapi Morgan menunduk. Morgan mulai mundur perlahan takut dengan apa yang akan Tiara lakukan padanya


"De Dengarkan Aku Tiara, te tenang," Ujar Morgan dalam upaya untuk menenangkannya tetapi gagal total.


"TENANG! DASAR BAJINGAN! KAMU MENINGGALKANKU PAGI INI BAHKAN TANPA PAMIT!" Ujar Tiara berteriak.


"Tiara, aku tidak bermaksud pergi," Ujar Morgan takut


"KAMU TIDAK BERMAKSUD PERGI! OMONG KOSONG!" Tiara berteriak dan mengayunkan tangannya lagi, kali ini Morgan hampir tertonjok,


Sekarang ada kerumunan orang yang sedang menonton dan tertawa karena melihat mereka. tapi kerumunan itu sama sekali tidak mengganggu Tiara


"Apa yang harus aku lakukan Tiara!? Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika aku bangun, percayalah ketika aku mengatakan aku ingin tinggal di sana bersamamu tapi kamu mabuk tadi malam aku tidak tahu apakah kamu ingin aku di sana ketika kamu bangun atau tidak!" Ujar Morgan panjang lebar, Morgan memejamkan mata dan mulai pasrah jika Tiara akan memukulku tetapi ia tidak merasakan apa-apa.


Morgan membuka matanya dan melihat Tiara di sana menatapku, tatapan mematikan di matanya hilang.


"Kau ingin tinggal di sana bersamaku?" Morgan bertanya dengan berbisik. Tiara tersenyum dan menunduk malu.


Tiara melihat ke bawah tapi Morgan bisa melihat dia meneteskan air mata,


"Tiara, apakah ada yang salah?" Ujar Morgan cemas, Morgan melangkah lebih dekat Kearah Tiara saat air mata mengalir di pipi Gadis itu,


"Maafkan aku Morgan, aku hanya marah tentang segalanya dan tentang apa yang terjadi dengan Kak Gilang dan...!"


Morgan langsung memeluknya, Tiara balas memeluknya.


"Tidak apa-apa Tiara, semuanya akan baik-baik saja." Ujar Morgan menenangkan


"Mana Tiara, kenapa dia belum datang juga?" Ujar Kirana Saat ia tidak melihat Tiara,


Kirana sekarang sedang duduk di mobilnya di tempat parkir rumah sakit menunggu Tiara keluar.


ia mulai dengan tidak sabar sambil mengetuk jarinya di setir mobil, Kirana memeriksa jam tangan nya dan melihat ini baru 3 menit sejak terakhir kali Kirana memeriksanya, hingga membuat ia menghela nafas.


Beberapa menit kemudian Kirana melihat Tiara akhirnya keluar dan berjalan menuju mobil, Tiara memiliki senyum lebar di wajahnya. Tiara membuka pintu mobil dan masuk, tanpa memperhatikan tatapan Kirana.


Kirana menatap nya tidak bergerak untuk menyalakan mobil, belum pernah ia melihat Tiara tersenyum seperti itu. Tiara menyadari jika mobil Kirana tidak bergerak dan menatap Kirana sambil tersenyum


"Apa?"


"Mengapa kamu tersenyum?" Ujar Kirana penasaran,


kami baru saja tahu anggota keluarga terdekat kami koma, dan dia malah tersenyum?


Aneh.


"Kau tahu dokter yang melakukan operasi Untuk Kak Gilang?, dia mengajakku berkencan Sabtu ini!"

__ADS_1


__ADS_2