Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Reinkarnasi Pembaharuan


__ADS_3

Angin dan suara bergemuruh sangat kencang mengitari pegunungan dengan silih berganti mengeluarkan cahaya dari langit seperti kilatan yang tidak biasa menyambah nyambar pegunungan, terlihat rajah aksara yang mengikat serta mengitari pegunungan dengan penuh dan bersinar terang di pegunungan yang gelap dan dingin, kegelapan lebih mencekam dengan adanya kegelapan yang membelah langit yang bentrok dengan rajah menyala tersebut.


Rajah yang menyala mulai terurai perlahan dari wujud yang komplek serta menjadi mengalir seperti air dalam kegelapan menurun dan muncul suara berkali kali.


"Jayabaya....., Jayabaya......, Jayabaya......"


Rajah tersebut semakin terurai dengan mengalir dan semakin menipis dengan semakin memudar dan muncul sebuah kesadaran.


"Bukankah aku Narantaka yang sudah meninggalkan dunia?"


"Loh tunggu, ada apa ini?"


"Kesadaran siapa ini?"


Kemudian tiba tiba sebuah kapur papan tulis melesat dengan cepat di iringi dengan teriakan.


"Jayabayaaa.....!!"


Lalu jayabaya tersadar dan menangkap kapur papan tulis yang mengarah kepadanya dengan reflek narantaka, akibat penggabungan efek dari rajah narantaka sehingga kesadaran jayabaya dan narantaka menjadi satu kesatuan, dengan tampilan syok memegang dengan jari yang menangkap kapur papan tulis yang barusan melesat kepada dirinya, jayabaya langsung mencoba untuk melihat ke arah jendela sekolah tempatnya belajar, dan di dalam hati seraya berkata.


"Ini tahun 1041 jika perhitungan jawa"


"Dua puluh satu tahun sudah berlalu semenjak aku meninggal di gunung mahameru"


"Laahh....heeeehh!!"

__ADS_1


"Itu kan patung diri ku, kenapa besar sekali"


Terlihat patung sebuah tokoh Narantaka di buat dengan batu besar dan di ukir dengan detail membuat patungnya terlihat gagah di halaman sekolah di tempat Narantaka mengambil alih kesadaran jiwa Jayabaya, alih alih sambil berfikir dan sedikit linglung sempoyongan, tiba tiba muncul teriakan.


"Sungguh hebat ya kamu Jayabaya!!"


Alih alih melihat patung Narantaka langsung melihat sekeliling lagi, ada guru yang sedang berdiri di hadapan banyak murid yang menatapnya tajam, serta semua murid di kelas itu melihatnya juga dengan tatapan tajam, sembari bingung guru itu berkata.


"Sungguh hebat kamu tidur di kelas ku ya, tidak memiliki adab sama sekali!"


dalam hati Jayabaya berfikir dengan kesadaran Narantaka


"Dimana tempat ini?"


"Laahh Tubuhku berubah?!"


"Apakah ini efek rajah keilmuan Muntai Sukma?"


"Jadi aku terlahir kembali di wadah dan di waktu yang lain?"


Disaat kebingungan akan pikiran Jayabaya muncul seruan yang kencang di tambah ketakutan yang tiba tiba muncul dari murid murid sekitar karena suatu hawa tekanan.


"Jawab pertanyaan gurumu!!"


Sambil mengeluarkan aura energy api yang membara membuat sekitar tidak nyaman, dan melanjutkan dengan suatu pertanyaan.

__ADS_1


"Berapa banyak jenis pemurnian senjata suci biasa?"


[Guru Negara Kerjaan Wuratan - Nyai Agnis]


Sambil melihat sang guru, Jayabaya mulai berfikir dengan menatap tajam dan dalam hati berkata.


"Hhmmm...."


"Tubuh anak gadis ini lumayan bagus"


"Cantik dengan gaya rambutnya yang panjang dan merah"


"Seandainya dia menggunakan jubah perang dan membawa pusaka jenis agni maka pasti akan membuatnya menjadi idola bunga merah"


"Sayangnya ia hanya baru sampai di Alam Aura ⭐ ke-4, jalannya masih sangat panjang"


Seketika itu sang guru terkaget karena tekanannya berhasil di kembalikan namun tidak ada yang merasakannya, dan sang guru sambil berkata dalam hati.


"Hah....!!"


"Apa yang terjadi aku adalah ahli di tingkatan Alam Aura ⭐ ke-4, bagaimana caranya pikiran aku terganggu oleh bocah ingusan ini"


Setelah berfikir sambil kaget sang guru akhirnya mulai melontarkan pertanyaan kembali dengan lantang.


"Cepat jawab pertanyaan tadi, ada berpa banyak jenis pemurnian senjata suci biasa?!!!"

__ADS_1


BERSAMBUNG . . .


__ADS_2