
Ketika Jayabaya memasuki pintu ruangan latihan ke dua puluh satu semua orang sontak berkata satu sama lainnya sambil melihat Jayabaya dengan tatapan sinis dan terheran heran.
"Seseorang akhirnya keluar dari ruangan tempat latihan itu, namun bocah itu malah mengambilnya!"
"Iya dia seperti tahu kalau orang yang di dalam ruangan latihan itu akan keluar dari pintu ke dua puluh satu"
"Aku bahkan belum mendapatkan ruangan latihan disini padahal sudah menunggu bertahun tahun!, bocah itu sangat beruntung!"
"Tetapi bocah itu sungguh konyol, dia bahkan tidak membuka simpul tubuhnya namun dia mau masuk kedalam ruangan itu"
"Bagaimana orang biasa seperti bocah itu yang bahkan tidak membuka simpul tubuhnya bisa bertahan dari gravitasi sebanyak ini"
"Dia pasti menahan gravitasi mati matian sampai dapat kesempatan seberuntung itu untuk bisa masuk"
Dengan mendengarkan semua itu Jayabaya melangkahkan kakinya ke dalam ruangan sambil menjawab mereka semuanya di dalam hati tanpa peduli apa yang mereka bicarakan satu sama lainnya.
"Hahaha dasar pemula, bagaimana kalian akan bisa memahami keilmuan deteksi jagad ku sedangkan kalian hanyalah pemula"
Tiba tiba ada tangan yang menahan pintu dan berkata kepada Jayabaya dengan memperkenalkan dirinya.
"Aaahh adik kecil, aku senior mu bernama Hebo aku berada di tingkat simpul tubuh bintang sembilan, ku lihat kau ini baru memasuki gedung gravitasi ini ya, biarkan aku yang masuk dan menggunakan ruangan latihan gravitasi ini"
__ADS_1
Sambil mengawaskan tangan dari senior itu sambil berkata dengan lantang.
"Membiarkan mu menggunakanya!??, minggir kau sialan!"
"Apa kau bilang!!" Senior itu menjawab dengan nada tinggi.
Semua orang yang ada di belakang mereka langsung berkata sambil melirik si senior tersebut.
"Waahh sungguh memalukan sekali senior itu"
"Hahaha murid senior terbaik disini di bantah oleh pemula"
"Wow lihat bocah itu berani melawan senior itu"
"Sepertinya senior itu menemukan kesialan"
"Senior itu pasti sangat malu kita semua mendengarka jawaban bocah itu"
Dengan ekspresi yang tetap tenang dan stay cool senior itu mencoba untuk berbicara lebih lanjut kepada Jayabaya.
"Adik sepertinya kamu benar benar baru di akademi ya??, jangan membuat diri ku ini malu hari ini ya"
__ADS_1
"Aku akan menjadi backingan mu nanti di luar, jika ada yang muncul atau mengancam mu di akademi nanti, kamu bisa gunakan saja nama ku"
"Mereka pasti tidak akan berani macam macam dengan mu wahai adik" senior itu sambil memasang wajah tersenyum kepada Jayabaya, namun dengan cepat ia menjawab.
"Gunakan apa ?? gunakan pantat mu??!!"
"Enyahlah brengsek!!" sambil menatap tajam si senior.
"wuuussss buumm bummmm" si senior tersebut mengaktifkan tingkatan simpul tubuhnya sambil mengeluarkan kata kata yang tidak seperti sebelumnya.
"Hahahahahaha, kau sungguh punya nyali sekali ya!"
"Sampah seperti mu tanpa memiliki simpul tubuh yang terbuka sama sekali berani beraninya bicara seperti itu kepada senior mu ini!!"
Dengan kekuatan yang besar keluar dari tubuh sang senior itu, dengan sigap senior langsung mundur beberapa langkah dan memasang kuda kuda untuk menyerang Jayabaya, sambil berkata.
"Hahahaha . . . .Dasar kau kau sampah!!"
"Hari ini, di tempat ini, aku sebagai senior mu akan memberikan diri mu pelajaran!!"
"Pelajaran yang dapat mengajarimu beberapa aturan yang tidak tertulis"
__ADS_1
"Yaitu aturan yang harus di patuhi oleh semua murid baru!!"
BERSAMBUNG . . . . .