
Setelah Jayabaya keluar jalan kaki dari kelas, disaat semua orang temenung dan bengong akan melihat sikapnya itu, mulailah orang orang di kelas melakukan pembicaraan tentang apa yang terjadi barusan yang mereka lihat.
"Apa yang terjadi dengan saudara Jaya hari ini kenapa dia seperti mendapatkan pencerahan ya"
Lalu ada anak lain yang langsung menyahut.
"Oii apa yang kau katakan, kenapa tidak langsung saja bertanya kepada murid yang sudah masuk menjadi penyuling betulan"
"Benar sekali itu!" sorakan dari anak lainnya.
Salah satu murid bertanya kepada murid lain yang hanya diam di pojokan karena dia satu satunya yang sudah bisa masuk menjadi asisten penyuling jadi dia tidak mempercayai apa yang di dengar dan di lihatnya alias kukuh dengan dirinya yang paling mengetahui.
"Oiii kau...apakah Jayabaya memiliki bakat penyuling ajaib?!"
Kemudian si anak tersebut menatap tajam kepada murid yang bertanya dengan nada tinggi serta wajah yang menyeramkan.
"Kemungkinan belajar dan bakat yang di perlukan menjadi Penyuling itu lebih tinggi daripada menjadi Jawara!"
"Aku tanya kepada kalian semua, bisakah sampah seperti Jayabaya yang bahkan tidak bisa membuka satupun simpul tubuhnya dapat berjalan di jalan penyuling??!"
Setelah salah satu murid asisten penyuling itu berkata demikian, semua langsung heboh dan saling berkata satu sama lain.
__ADS_1
"Hahaha...."
"Boss sangat benar....."
"Mustahil sekali Jayabaya adalah anak ajaib"
"Berarti semua tadi hanya kebetulan ahahhaha..."
"Sampah tetaplah sampah walaupun beruntung, ahahhaha...."
Dari meja yang lain terlihat ada seorang wanita muda yang cantik dengan menatap sinis murid murid lain dan menghela nafas dan berbisik dengan suara kecil perlahan.
"Hhmmm....., dasar orang orang bodoh"
"Ooh jadi ini ibu kota dari negara kerjaan Wuratan"
"Ramidi kebetulan sekali murid idiot ku menjadi penyuling terbaik di negara kerjaan Wuratan ini"
"Patung itu mungkin Ramidi membuatnya untuk penghormatan kepada ku, ya setidaknya dia menunjukan rasa hormatnya"
"21 tahun kemudian aku Narantaka berinkarnasi menjadi Jayabaya, melihat patung ku sendiri sedikit aneh juga"
__ADS_1
Sambil Jayabaya berjalan jalan dan akhirnya terdiam di suatu gedung besar bertuliskan dengan bahasa aksara yang artinya [Menara Penyuling Ibukota Negara Kerjaan Wuratan]
"Disini akhirnya ketemu!"
Dalam hati berkata dengan melihat tubuh Jayabaya.
"Sayang sekali tubuh ku di kehidupan ini terlalu lemah, di usia seperti ini bahkan mereka belum bisa membuka simpul tubuhnya, siapapun pemilik tubuh ini sebelumnya benar benar sampah diantara sampah!"
"Bagaimanapun aku sebelumnya adalah kaisar abadi di kehidupan ku yang lalu"
"Bagaimanapun itu aku hanya perlu mencari cara yang tepat untuk melatih tubuh sampah ini"
Sambil menaiki menara penyuling Jayabaya pun bergerak satu persatu tangga di lewati dan berkata.
"Yah kalau begitu ayo temukan Ramidi dulu sambil aku memperbaiki tubuh sampah ini"
Dengan postur tubuh dan ekspresi yang optimis jayabaya terus menyusuri tangga sambil berkata di dalam hatinya.
"Jika semua berjalan dengan lancar maka aku hanya perlu beberpa tahun saja untuk mengembalikan kekutan ku secara penuh"
"Karena aku masih memiliki ingatan serta semua pengalaman dari kehidupan ku sebelumnya, aku pasti akan menjadi lebih kuat di masa ini"
__ADS_1
"Aku akan menggenggam puncak semua dunia di masa ini!!"
BERSAMBUNG . . . . .