Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Rencana Bunuh Diri


__ADS_3

Dengan ekspresi yang serius Master Laeng menambahkan penjelasan kepada resepsionisnnya tersebut.


"Bahan material jiwa akar dan bunga burung naga adalah bahan yang membantu menaikan tingkatan dari seorang jawara"


"Yaa Master Laeng, saya tidak mengetahui itu, namun ada juga di dalam permintaan bahan materialnya di tulis tentang tinta bunga hantu, buah api, susu beruang, bunga dewa, dan ada juga namanya kalau tidak salah dia menyebutnya serbuk angin peri" Jeng Simi berkata di depan Master Laeng sambil melihat ke langit langit mengingat tulisan yang ada di kertas tersebut.


Namun siapa sangka ternyata Master Laeng mendengarkan semua bahan material yang di sebutkan oleh Jeng Simi secara polos dan lugu membuat syok dan langsung membuatnya mencatat semua yang di katakan resepsionis itu.


"Apa kau bilang, apa anak itu meninggalkan suatu cara untuk kita bisa mencarinya ??"


"Tidak ada sama sekali master" Jeng Simi menjawab sambil melihat tingkah aneh Master Laeng lalu bertanya lagi kepadanya.


"Tetapi Master Laeng, aku bekerja di paguyuban penyulingan kerjaan ini sudah lebih daripada tiga tahun, namun kenapa aku tidak pernah sama sekali mendengarkan semua nama nama bahan material itu ya master??" sambil melihat Master Laeng yang bingung dengan list yang diberikan.


"Master Laeng saja sampai berfikir keras dan seperti menaruh perhatian khusus kepada bocah itu, darimana sebenarnya asal si anak tadi ya??" Jeng Simi berkata dalam hati.

__ADS_1


Karena melihat Jeng Simi penasaran maka Master Laeng mencoba menjelaskan kenapa ia kebingungan mendengarkan daftar bahan material yang di sebutkannya itu.


"Aku secara pribadi pun tidak pernah mendengarkan beberpa bahan yang di sebutkan tadi"


"Namun aku tahu dan memiliki firasat jika bahan material itu di jadikan suatu obat maka akan dapat meningkatkan kemampuan jawara secara pesar dan memiliki energy yang besar, itu berarti sangat berharga!"


"Akan menjadi misteri bagiku jika bahan baha yang tidak ku tahu namanya itu di campur akan menjadi seperti apa"


"Aku mungkin juga takan mengerti bahkan jika mencoba meluangkan waktu dalam pengasingan sekalipun"


"Baik Master!!" jawab Jeng Simi


Beralih ke tempat lain yang dimana Jayabaya sedang menelusuri jalanan kota Wuratan sambil melihat lihat sekeliling dia pun berfikir juga karena melihat apa yang sudah di alami barusan.


"Bahan bahan material yang aku tuliskan itu sedikit sulit untuk di dapatkan oleh si Garong itu"

__ADS_1


"Aku tidak boleh mengandalkan dirinya saja kalau begitu, aku harus mencoba untuk menemukan cara lainnya"


"Mari kita lihat dulu apa yang di miliki bocah Jayabaya ini di dalam cincin penyimpanan ruang waktunya"


Ketika menggunakan cincin ruang waktu Jayabaya sontak Narantaka dapat melihat semua isi daripada yang di simpan oleh Jayabaya, namun dia terheran heran karena melihat isinya hanyalah sampah belaka dan hal hal yang tidak berguna seperti buku dewasa, tembakau linting, dan beberpa kristal tidak berguna dan terdapat benda aneh seperti kendi minuman.


"Kacau sekali ini bocah memang pantas di juluki bocah tidak berguna"


"Eeh kendi apa ini kenapa ada tulisannya obat sin, hhmmm bukannya ini untuk bunuh diri ya, apa bocah ini sebelum aku masuk ke tubuhnya ingin bunuh diri ya, sungguh nista sekali wadah ku ini, hadew"


"Satu satunya barang berguna dalam penyimpanannya hanyalah pedang ini, pedang busuk yang beratnya mencapai 20kg, berat sekali ini pedang, aku jadi ingat pedang bintang ku, aku jadi merindukannya, dimana ya pedangku itu sekarang??"


"Kalau begitu aku akan menggunakan pedang ini saja terlebih dahulu sebelum membuka tujuh simpul energy tubuh ini"


BERSAMBUNG . . . .

__ADS_1


__ADS_2