Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Hilangnya Kehormatan


__ADS_3

Setelah mengejar lalu memegang pundak Jayabaya dengan kedua tangan dari Master Garong tiba tiba Master Garong terkaget kaget dan melepaskan kedua tangannya yang memegang pundak Jayabaya sebelumnya dengan mengambil jarak mundur tiba tiba yang sangat aneh.


"Aapaaa apaan ini!" Master Garong berkata dalam hatinya denganreflek mundur.


Tatapan dari emosi yang di keluarkan oleh Jayabaya dengan tajam menusuk kesadaran Master Garong secara spontan yang membuat Master Garong menjauh dari Jayabaya, walaupun memiliki wadah tubuh yang seperti sampah itu mata seorang Jenderal Penghancur tetaplah mata seseorang yang membunuh banyak ahli dunia dan menaklukan banyak alam yang tidak di ketahui oleh banyak orang.


Master Garong sambil bingung dan memasang wajah yang tidak karuan karena kaget dan ketakutan oleh tatapan mata Jayabaya secara bersamaan berkata "Haaahh, ada apa dengan bocah ini!" namun di dalam hatinya pun berkata setelah itu.


"Tatapan mata macam apa ini!?"


"Bagaimana seorang bocah berbadan sampah memiliki tatapan seperti seorang ahli" 


Master Garong pun karena tahu dirinya tidak akan hidup lebih lama lagi dari penjelasan Jayabaya sebelunya itu lalu berkata "Uuummm...." seketika langsung membukukan badannya di depan Jayabaya lalu berkata.


"Aku memohon kepada mu!!! . . . . . Tolong bantu beritahu aku!!"


Dengan dingin Jayabaya hanya berdiri dan menyilangkan tangan di depan Master Garong yang sedang membungkuk itu, namun berbarengan dengan hal itu sangat banyak orang yang berkumpul dan melihat kejadian itu di gedung peguyuban tersebut, dari banyaknya orang terdengar suara saling berbisik.

__ADS_1


"Waahh apa yang terjadi ini??"


"Aku tidak pernah melihat ini terjadi sebelumnya"


"Seorang Master Penyulingan membungkuk kepada seorang bocah sampah??"


"Looh ada apa ini"


Di tengah keramaian orang orang yang saling berbisik Master Garong tetap menundukan badannya karena dia tidak punya solusi atas permasalahannya sendiri itu dan Jayabayapun berkata kepada Master Garong.


Seketika Master Garong teringat bahwa dia sudah menghancurkan serta membuang resep dari anak yang dia bungkukkan badannya yang ingin di mintai tolong dan ia langsung dengan cepat bergerak mencari kertas yang sudah di hancurkan dan di buangnya tadi.


"Aku akan mengambilnya dengan segera!" bergegas mencari resepnya.


"ini dia resepnya!" kembali dengan resep yang sudah di perbaiki.


Dengan memberikan resepnya kembali dengan memperbaikinya, kemudian di ambil oleh Jayabaya dengan santainya dari tangan Master Garong yang menunduk memberikan resepnya, disaat secara bersamaan orang orang yang ada di gedung paguyuban melihat itu termenung dengan melihat sikap Master Garong dan sambil menggaruk kepala dan mencubit pipi satu sama lainnya.

__ADS_1


Setelah di ambil resepnya dari Master Garong, tidak segan segan Jayabaya langsung meludahi resep yang di ambil dan di gengam serta di hancurkan seperti semula sedia aka Master Garong menghancurkannya dan melemparnya ke arah wajah Master Garong sambil mengeluarkan kata kata.


"aku ingin sepuluh pasang dari setiap material yang aku tulis di sini,  datanglah begitu kau mengumpulkan semuanya ke akademi kerajaan wuratan!"


"dan ingat, nama ku Jayabaya!"


Kertas resep yang sudah di remas terkena ke wajah Master Garong, dengan muka yang syok karena perlakuan Jayabaya itu master garong memasang wajah yang sangat aneh, dan berkata kepada Jayabaya degan suara pelan.


"Kaaauuuu . . . . . ."


"Kaaauuuu. . . . . . ."


Sebelum di lanjutkan kata kata yang keluar dari mulut Master Garong sudah langsung di potong oleh Jayabaya dengan berkata.


"Kehormatan bukan di berikann tetapi di dapatkan, kau bahkan sudah kehilangan hal itu sejak awal dari ku!"


BERSAMBUNG . . . . . .

__ADS_1


__ADS_2