Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Aura Kaisar Abadi


__ADS_3

Dengan wajah kaget Master Garong melihat Jayabaya yang mengeluarkan aura harimau api yang membara membuat Master Garong merasa sangat hina dan seperti sampah di hadapan Jayabaya, lalu ia pun berkata sekali lagi dengan lantang dan ekspresi yang menakutkan kepada Master Garong.


"ku katakan sekali lagi, kehormatan bukan diberikan, melainkan kehormatan itu di dapatkan, dan kau itu tidak lebih baik dari ku dari segi apapun!"


Dengan ekspresi yang gemetar Master Garong melihat ekspresi yang di keluarkan oleh Jayabaya dan ia pun mengambil serta menggenggam kertas yang di buang ke arahnya tadi, dengan ekspresi yang pesimis dan gemetar, Master Garong tidak bisa berkutik bahkan membalas sepatah kata apapun yang di lontarkan kepada dirinya.


Jayabaya akhirnya memutuskan untuk meninggalkan gedung paguyuban itu sambil berkata kepada Master Garong.


"Yang ku ingat tangan kanan mu itu tidak akan bisa bertahan lebih dari tiga hari lagi"


"Jika kau menunggu lebih lama lagi dari pada tiga hari itu maka tangan mu tidak akan bisa pulih dengan cara apapun nantinya"


Ekspresi Master Garong terlihat memelas dan berkata kepada Jayabaya yang selangkah demi selangkah meninggalkan tempat itu.


"Apaa kata muu ?? tiga hari ?? aku bahkan seorang master resmi disini tidak pernah mengetahui efek dari material ini!"


"Bagaimana aku bisa mempercayaimu bahwa kamu benar dan tidak membohongi ku!" sambil gemetar dan berwajah pucat.

__ADS_1


Dengan langkah terakhir Jayabaya keluar dari pintu gedung diapun berkata tanpa melihat master itu.


"Aku tahu kau orang yang sangat cerdas, aku pun percaya bahwa kau akan menemukan cara untuk mengatasinya, cobalah mengubah material bambu bulan untuk di gunakan sebagai obat, itu akan dapat menahan efek daripada alkupuntur yang sudah merusak tubuh mu untuk  beberapa hari, dengan demikian lengan tangan mu juga akan bertahan beberpa hari juga.


"Aku memberitahu mu ini hanya karena aku membutuhkan material yang kau hina di kertas itu, maka kau harus menemuiku dalam keadaan sehat dan hidup dengan baik"


Mendengar jawaban itu Master Garong melihat ke sekitar di dalam gedung yang dimana semua orang melihatnya dan langsung membentak kepada mereka semuanya sambil berteriak.


"Melihat apa kalian ini semua, bubarr!!!"


"Sialan bocah itu bukanlah seorang jawara, bukan pula seorang penyuling, kenapa aku seorang master bisa setakut ini!"


[Author komen sedikit "iya lah odong dia kan Narantaka si Kaisar Abadi, kayak gini mah elu yang sampah" sory guys author tidak bisa menahan dalam pembuatan cerita ini malah ikutan komen cerita sendiri]


Sambil menggenggam erat kertas daftar material lebih kencang dan penuh emosi Master Garong mengumpat di dalam hatinya.


"JAYABAYA"

__ADS_1


"Dasar bocah sampah kecil sombong!, tunggu saja saat aku menemukan solusi dari masalah ku ini, aku akan mendatangi mu dan membuat hidup mu sengsara, dan memcah tubuh mu menjadi berkeping keping!"


"Aaaraagghh sial sekali hari ini bertemu bocah sampah"


Beralih ke tempat lain yang masih di gedung paguyuban penyulingan kerjaaan Wuratan, resepsionis jeng simimenemui Master Laeng sambil menceritakan semua yang terjadi karena di tanya alasan kenapa lama menemuinya, Master Laeng pun bertanya kepada Jeng Simi.


"Apa kau bilang barusan, seorang bocah??"


"Apa aku tidak salah dengan seorang bocah menyuruhmu untuk mencari material bahan jiwa akar dan bunga burung naga??"


"Iya Master Laeng benar, dia kalai tidak salah berusia 15 atau 16 tahun Master"


Master Laeng adalah mpu penyuling tingkat ⭐️ 2 diatas dari dari Master Garong, dia berfikir sangat keras karena sangat janggal menurutnya seorang bocah meminta bahan material itu, lalu dia menyampaikan kepada jeng simi dengan ekspresi sangat serius.


"Apa lagi yang iya tulis dalam daftar material itu!?"


BERSAMBUNG . . . .

__ADS_1


__ADS_2