
Ketika semua orang mempeributkan kekacauan yang terjadi, dan saling melihat satu sama lain dan berfikir jawaban dari gurunya tersebut yang sangat sulit, tiba tiba Jayabaya dengan mukak polos menjawab dan memasang pose meremehkan sambil santai menjawab pertanyaan dari gurunya tersebut.
"Pasir bintang ini sebenarnya tidak di perlukan"
"Tetapi material ini sangat di perlukan karena rata rata pelaku penyulingan itu pada umumnya tidak dapat dengan tepat menggabungkan material lain jika tidak menggunakan material pasir bintang"
Dengan mendengarkan jawaban itu tiba tiba saja sang guru langsung maju dari tempatnya dan menghampiri dengan berjalan seperti orang marah ke arah Jayabaya sambil melontarkan pertanyaan lain yang sejenis, semua orang menjadi kaget karena gurunya tiba tiba bersikap demikian dan suasana dalam ruangan itu menjadi sangat tegang.
"Ooo Jawaban yang bagus!"
"Lalu kenapa beberpa dari proses penyulingan tetap masih gagal di lakukan padahal sudah menggunakan material pasir bintang itu sendiri?!"
Dengan mukak tegang si guru semakin mendekat ke arah Jayabaya, semua murid nampak tegang dan kaget karena tidak biasanya guru sampai masuk ke areal tempat duduk murid muridnya, namun Jayabaya langsung menjawab pertanyaan itu dengan santai sama seperti sebelumnya.
"Karena pasir bintang adalah material yang berelemen air pada dasarnya dan tentu saja jika di gunakan untuk menyuling berfokus pada elemen api tidak akan dapat berhasil sampai kapanpun"
Sang guru tiba tiba syok mendengarkan jawaban itu, terlihat dari wajahnya yang marah berubah seperti orang bloon dan ia keceplosan berkata.
"Ooh jadi begitu ya kenapa jadinya gagal"
__ADS_1
Karena tidak sadar keceplosan membuat sang guru malu dan emosinya kembali memuncak dan bertanya secara gamblang kembali ke Jayabaya.
"Sekarang biar aku berikan dirimu pertanyaan lagi, saat material tembaga merah di gabungkan tembaga emas bersinar, bagaimana cara menghilangkan efek pasir bintangnya?!"
Dengan lantang sang guru bertanya kembali, namun Jayabaya tetap dengan ekspresi polosnya menjawab pertanyaan yang di lontarkan.
"Perlakukan saja material pasir bintang seperti sampah, jika sudah tidak di perlukan maka singkirkan dengan material yang sudah di olah sebelumnya"
Kemudian sang guru yang sebelumnya memunculkan wajah emosi serta membuat semua orang tegang, tiba tiba mendengarkan jawaban itu seketika itu berubah wajahnya terheran heran dan keceplosan berkata lagi.
"Aaaahhh..."
"Pantas saja aku gagal terus.."
Setelah keceplosan sang guru berfikir dan berkata di dalam hatinya.
"Dia sangat berhasil menjawab semua pertanyaan yang aku berikan"
"Apakah dia menganggap ku guru yang tidak baik?"
__ADS_1
Tiba tiba sang guru keluar dari kelas tersebut dan sambil berjalan keluar menunjuk Jayabaya dan berkata sesuatu.
"Jayabaya aku perlu menemui mu setelah kelas berakhir nanti!"
"Mulai sekarang kau belajar sendiri!"
Kemudian dengan cepat sang guru berlari kencang keluar meninggalkan kelas yang diajarinya tersebut, dan berkatalah murid murid di dalam kelas yang keheranan.
"Apakah itu berarti Jayabaya benar dalam menjawab semua pertanyaan bu guru agnis ?"
"Lah guru kita malah pergi dari kelas"
"Apakah guru agnis sebenarnya meminta saran ya?"
Ditengah keributan dan kelas yang di tinggalkan gurunya, Jayabaya pun keluar dari kelas sambil berkata dalam hati dan tersenyum.
"Sepertinya aku tidak perlu menghadiri kelasnya lagi untuk kedepannya"
Semua orang terheran heran melihat tingkahnya Jayabaya yang tiba tiba seperti itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG . . .