
Setelah menaiki tangga dengan optimis Jayabaya akhirnya sampai pada aula gedung penyuling yang sangat luas, dan berkata dalam hati.
"Aku harus menemukan Ramidi agar ku suruh dia membuka simpul tubuh sampah ini"
"Setelah itu aku bisa dengan cepat memulihkan kekuatan ku yang di kehidupan terdahulu"
Kemudian karena menoleh sana menoleh sini seperti orang kehilangan arah, akhirnaya Jayabaya di sapa oleh salah satu petugas perempuan gedung penyuling.
"Selamat datang di paguyuban penyuling, adakah yang bisa saya bantu?"
[Resepsionis Paguyuban Penyuling - Jeng Simi]
Jayabaya menggunakan kesempatan itu untuk mencari Ramidi dengan bertanya ke resepsionis perempuan tersebut.
"Maafkan aku, aku mencari Ramidi apakah masih ada disini?"
Dengan ekspresi kaget dan bergetar resepsionist tersebut spontan berkata.
"Master Ramidi?!"
"Apa yang kamu maksud adalah ketua paguyuban sebelumnya Master Ramidi?!"
Jayabaya mendengar pertanyaan itu malah mengeluarkan ekspresi yang balik bingung ke resepsionis wanita tersebut, lalu berkata.
__ADS_1
"Aah ketua paguyuban sebelumnya??"
"Apakah artinya dia tidak ada disini??" berkata dalam hati.
Dengan perlahan perempuan itu menjawab.
"Master Ramadi adalah ketua paguyuban 30 tahun yang lalu"
Karena bingung Jayabaya menjawab spontan.
"Apa??? .... Hhmmn"
Jayabaya pun langsung berfikir bagaimana dengan keadaan saat ini.
"Sungguh merepotkan sekali, awalnya aku ingin menyuruhnya untuk membuatkan aku beberpa buah pill untuk membantu ku naik tingkat"
Disaat perempuan resepsionis tersebut melihatnya yang melamun berfikir dan tiba tiba ekspresinya berubah seperti berfikir keras dan aneh, si perempuan malah menjadi takut karenanya, karena sikap Narantaka yang menguasai tubuhnya menjadi terlihat aneh padahal Jayabaya sedang berfikir di dalam kepalanya seperti biasa.
"Seluruh dunia Jawara mengenalku sebagai Narantaka, anak ajaib di bidang jawara dan penyuling"
"Aku tidak hanya penyuling yang hebat dan melegenda di sembilan alam, tapi aku juga salah satu orang penting dari tujuh kepala penyuling puncak dunia"
"Gelarku bahkan tetap bertahan di puncak kejayaan dengan nama Jendral Penghancur oleh kekaisaran, aku adalah ahli terbaik di dunia"
__ADS_1
"Bahkan murid murid ku, terkenal di kalangan dunia jawara"
"Dan sekarang aku hanyalah sampah, semua simpul tubuhku masih tertutup"
"Tubuh ini sudah berusia lima belas tahun, akan sulit untuk ku membukanya jika semakin lama, akan menjadi lebih sulit mengembalikan kekuatan ku"
Karena terlalu lama berfikir akhirnya Jayabaya terfikirkan suatu resep, karena berfikir terlalu lama membuang waktu, akhirnya dia mencoba untuk bertanya kepada perempuan tadi.
"Bagaimana jika kamu menuliskan resep untuk suatu ramuan untuk ku, dan beri tahu nanti kepada ku jika dapat membantu untuk menemukan bahan bahan materialnya??"
Sembari berfikir Jayabaya "Tidak peduli apapun aku harus membuka simpul dalam tubuhku agar terbuka secara mandiri!"
Karena melihat Jayabaya kebingungan dan lebih banyak melamun dari tadi alhasil perempuan tersebut langsung memberikan kertas untuk menuliskan resep bahan yang Jayabaya maksudkan.
"Silahkan langsung saja tuan, ini untuk kertasnya"
Tiba tiba ada suara lain yang menyambar dengan kencang.
BERSAMBUNG . . . . .
\===========================
Note untuk Pembaca
__ADS_1
1. Narantaka sepenuhnya mengambil alih tubuh Jayabaya secara kesadaran\, jadi kenapa dia kebingungan karena ya itu bukan Jayabaya yang mengontrol tubuhnya serta pikiran dan jiwanya melainkan si Narantaka\, jadi hanya tubuhnya Jayabaya yang di gunakan dalam cerita ini namun kesadarannya full di ambil alih oleh Narantaka.
2. Semua orang yang ingin membeli sesuatu akan di sebut tuan pada masa ini\, karena walaupun kecil besar pedagang atau pemberi jasa harus menghormati yang memiliki uang.