Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Serangan Senior Hebo


__ADS_3

Senior hebo sambil mengeluarkan kekuatan simpul tubuh tingkat sembilanya tertawa secara lantang dengan meremehkan Jayabaya, dan semua orang pada ruangan itu melihat semakin banyak yang fokus melihat mereka berdua, dan orang orang di sekitar itu mereka sambil berbicara satu sama lainnya sambil melihat kekuatan yang di keluarkan oleh senior hebo.


"Waah Kekuatan dari senior hebo sungguh hebat sekali"


"Bakat yang luar biasa, ku dengar senior itu baru saja membuka simpul tubuh tingkat sembilannya seminggu yang lalu"


"Memiliki kekuatan seperti senior itu sungguh sulit, tetapi dia berhasil menstabilannya sambil membuat trobosan ke tingkat sembilan"


"Lihat itu aku ragu si senior itu hanya ada di simpul tubuh tingkat sembilan, bukannya itu kekuatan seorang jawara"


"Iya sungguh hebat senior hebo dalam melatih dirinya, aku yakin dia pasti bisa menjadi jawara hebat kelak"


Mendengar orang orang berbicara tentang dirinya, senior Hebo pun sambil menggerakan kuda kudanya dan melontarkan kata kata meremehkan kepada Jayabaya.


"Kau dengar bocah sampah, hari ini suasana hati ku sangat bagus sekali!"


"Daripada membunuh mu, aku akan mengampuni mu dengan hanya mematahkan tulang mu bocah sampah!"


Dengan gerakan yang sangar dan sigap senior Hebo akan memulai menyerang Jayabaya, namun Jayabaya dengan santai melangkah mendekati pintu lagi ingin masuk sambil berkata kepada senior itu.


"Oohh kau mau menggunakan tehnik pukulan macan?? bentukan dari kuda kuda mu cukup bagus, tetapi saat menggunakan tehnik itu kau tidak hanya harus menirukan gaya macan di hutan, tetapi kau juga harus mengambil posisi agar seperti macan dalam menyerang yaitu diam diam, tehnik mu bagus tetapi kau tidak bisa menggunakannya dengan baik"

__ADS_1


Senior Hebo keheranan karena Jayabaya tidak menghiraukannya malah ingin masuk kedalam ruang latihannya itu, disaat bersamaan orang orang juga bergumam berkata satu sama lainnya melihat apa yang di lakukan Jayabaya kepada senior itu.


"Loohh apakah bocah itu memberikan penilaian kepada senior??!!"


"Apakah bocah sampah ini gila ya, dia berfikir bsia merendahkan tehnik senior itu"


"Tapi menurut ku walaupun dia sombong atau mengejeknya, itu terdengar mungkin jawabannya benar"


Mendengarkan orang orang dalam ruangan itu berkata demikian senior Hebo semakin marah kepada Jayabaya, dengan emosi dia langsung menyerangnya dari belakang dengan memberikan tekanan yang kuat dari tehnik senior itu.


"Berhenti sombong bocah sampah!!, aku tidak akan mengampuni mu dasar sampah!!" posisi senior Hebo meloncat dan ingin memukul Jayabaya dari arah belakang.


Dengan sigap Jayabaya mengeluarkan tehnik kuda kuda yang ia miliki dari kehidupan sebelumnya sebagai Narantaka.


"Wuuuoossss . ...  ."


Senior tiba tiba langsung kaget dan semua tekanannya menghilang seketika ketika dia Jayabaya memasang kuda kuda untuk si senior tersebut.


"Apa yang terjadi, kenapa tekanan ku menghilang, aku sudah mengunci tekanan ku hanya untuk bocah ini" dalam hati senior Hebo berkata sambil memasang ekspresi bingung karena kekuatan tekanan tehniknya menghilang.


"Kenapa aku malah merasa ada bahaya yang akan melahap ku"

__ADS_1


"Perasaan berlebihan apa yang muncul ini, sungguh aneh sekali"


"Apa bocah ini sengaja menunggu ku datang ke arahnya??"


"Aarraaagghh. . . . peduli setan, tidak peduli bagaimana dia akan mengatasi seranganku ini, aku berada di simpul tubuh tingkat puncah, aku bisa menghancurkan bocah ini dengan kekuatan ku sangat mudah!"


Dengan tekanan tehnik yang di pasang oleh Jayabaya dalam kuda kudanya, yang mengeluarkan tekanan Naga maka Jayabaya langsung memegang tangan senior itu dan mencoba untuk memukulnya dengan kekuatannya.


"eeehhhh dia memegang tangan ku di kecepatan seperti ini"


"uuugghhhh . . . . . ."


Senior itu langsung terpental oleh serangan Jayabaya, sambil ngos ngosan karena menahan gaya gravitasi Jayabaya pun berkata dalam hatinya sambil melihat senior itu tidak terluka.


"Haalaaahh . . . ."


"Jika bukan karena tubuh bocah ini, aku pasti sudah membunuhnya dengan tehnik serangan Naga ini"


"Meski tidak parah namun aku berhasil membuat bahu lengannya cidera sedikit karena serangan ku"


BERSAMBUNG . . . 

__ADS_1


__ADS_2