
Setelah menggebrak meja, sang guru pun membuat semua orang murid murid yang ada di kelas berdiam ketakutan, karena suara begitu kencang dan membuat semua orang kembali fokus ke arah sang guru tidak lagi menghiraukan Jayabaya, namun Jayabaya masih dengan posisi santai melihat patung dirinya (Narantaka) yang terpajang di halaman sekolah itu, kemudian tiba tiba guru itu menjelaskan sesuatu.
"Ketika berada di tingkatan alam cakra master Narantaka memang membuat 12 cara penyulingan senjata suci lainnya"
"Kaisar Narantaka tidak hanya memiliki tingkatan alam cakra master saja waktu pembuatan tehnik ke-12 penyulingan senjata suci ini, namun dia sudah terkenal di sembilan alam sebagai penyuling dengan tingkatan empu ⭐ 9 di usianya yang muda"
Dengan ekspresi terdiam dalam hati si guru tersebut berkata.
"Bagaimana si bocah ingusan ini tahu?!"
Semua orang di dalam kelas terbelangak dan terheran heran, menatap satu sama lain dan saling berbicara.
"Loohh looh??"
"Aaahhh apa yang barusan dia katakan itu ??!"
"Tapi di dalam buku di jelaskan tidak seperti itu"
__ADS_1
"Hah Kok bisa begitu??"
Lalu sang guru menjelaskan dengan seksama kepada semuanya dengan jelas
"Ke-12 tehnik tersebut tidak di masukan ke buku kita saat ini karena banyak master mengakui bahwasanya tehnik yang di ciptakan oleh Narantaka itu sederhana tetapi sangat susah untuk dapat di kuasai oleh orang awam, akhirnya Master Ramidi tidak memasukan tehnik tersebut dalam buku"
Setelah penjelasan sang guru selesai semua orang di dalam kelas terheran dan bingung tidak lagi melihat satu sama lain melainkan semua mata tertuju pada Jayabaya yang saat itu hanya melihat ke luar kelas melalui jendela, dan di lubuk hati sang gurupun berkata.
"Bukannya rumor si murid bernama Jayabaya ini adalah sampah di masyarakat karena simpul tubuhnya belum terbuka, pasti sulit bagi dirinya untuk belajar menjadi jawara"
Dengan berfikir demikian sang guru berinisiatif untuk memastikan apakah hanya kebetulan atau tidak Jayabaya menjawab semua tadi sebelumnya karena keberuntungan semata, dengan menunjuk Jayabaya sang guru berbicara dengan lantang.
"Heii heii kau Jayabaya, jangan sombong dulu kamu ya, hanya karena kamu membaca buku di luar kelas mendapatkan semua informasi itu membuat mu bangga diri ya!!"
"Jawab pertanyaan ku kali ini, kenapa kita perlu menambahkan pasir bintang ketika kita melakukan penyulingan?!"
"Jika kau bisa menjawab pertanyaan ini maka kau tidak usah hadir di kelasku lagi untuk seterusnya!, ku anggap kau sudah sangat pintar Jayabaya!"
__ADS_1
Seketika suasana menjadi heboh dan gaduh kembali semua orang saling melirik dan berbicara satu sama lainnya dengan berbisik bisik.
"Waaahh guru sangat emosi kali ini!"
"Bukannya semua orang tahu memang harus menambahkan material itu, tetapi kenapa itu yang perlu di tambahkan!"
"Sepertinya ada sampah yang akan mendapat nilai jelek"
"Dasar tolol memancing kemaraahan guru kita"
"Bukannya itu pertanyaan sama dengan dalam ABCD, setelah A dan sebelum C itu huruf apa, kan sudah jelas B, namun yang membuat susah kenapa B ada disetelah A dan sebelum C"
"Sepertinya dia akan mati kutu karena kesombongannya"
"Dasar orang angkuh sok tahu banyak hal"
BERSAMBUNG . . .
__ADS_1