Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Senioritas


__ADS_3

Suara yang kencang tersebut berasal dari belakang perempuan resepsionis gedung penyuling, dengab lantang berkata.


"Simiii..., Siiimiiii....." seseorang berteriak memanggil resepsionis.


"Kau bicara kepada siapa??"


Perempuan itupun menoleh, sambil Jayabaya masih menulis resep di kertas yang di berikan, dan orang yang tadi memanggil Jeng Simi berkata.


"Cepat Master Laeng mencari dirimu!"


[Penyuling Resmi Paguyuban Kerajaan Wuratan - Garong]


Lalu perempuan tersebut mencoba untuk menjelaskannya.


"Aah Master Garong, anak kecil ini meminta bantuan ku untuk mencarikan sesuatu, sekarang aku akan pergi menemui Master Laeng" sambil mengabil keras yang diberikan Jayabaya.


Sebelum berhasil pergi perempuan tersebut dari Master Garong sambil membawa resep yang sudah di tuliskan oleh Jayabaya, iapun berkata.


"Biar aku melihat resep ini" tangan Master Garong dengan cepat bergerak.


Dengan tidak sopan Master Garong langsung mengambil kertas yang sudah di tulis oleh Jayabaya, dalam waktu itu juga Jayabaya mencoba untuk mengenalisa orang yang di sebut Master Garong itu dari pin yang menempel di bajunya sebagai penanda dia penyuling resmi.


Jayabaya sambil melihat pin di bajunya Master Garong "Penyuling Mpu Bintang Satu, hhmm tapi ...."


Belum sempat berakhir pikiran Jayabaya berfikir sudah dikagetkan dengan Master Garong merobek dan menghancurkan kertas yang ia tuliskan dengan berkata lantang.


"Resep jelek macam apa ini, sungguh tidak ada bagusnya" Lalu Master Garong membuang kertas tersebut ke belakang, yang di ikuti oleh kebingungan perempuan resepsionis yang melihat kelakuan Master Garong.

__ADS_1


Jayabaya yang sebenarnya di dalam tubuhnya di kuasai oleh kesadaran penuh Narantaka menjadi emosi dan memasang wajah sangat marah sambil berkata di dalam hati.


"Dimasa lalu setiap dokumen yang aku tulis menjadi harta sangat berhaga!!"


"Tetapi Idiot bodoh ini membuangnya seperti sampah kertas yang bahkan tidak bisa bermanfaat sama sekali!!!"


Master Garong setelah melakukan itu menyuruh resepsionis tersebut segera menemui Master Laeng, lalu berbalik badan ingin meninggalkan Jayabaya sambil berkata.


"Ini bukanlah tempat bermain untuk anak anak kecil seperti mu, maka cepat pergilah" dengan menaikan tangan gestur mengusir "Pergi!"


Tetapi Jayabaya dengan penuh emosi dan nada rendah seolah olah membunuh berbicara.


"Kau di panggil Garong, dan kau pasti baru baru ini di promosikan"


Master Garong langsung menjawab tanpa membalikan badan.


Dengan nada meremehkan serta tersenyum jahat Jayabaya berkata.


"Apakah kau yakin, kau di promosikan sebagai penyuling resmi??"


Master Garong langsung menatapnya dengan tajam sambil berkata "Apa maksud mu bocah!"


Dengan santai Jayabaya menjelaskan.


"Jari jari mu semuanya berwarna abu kegelapan, serta sudah mulai beberpa kulit mu terlihat mengkelupas, pasti itu efek material batu angin ribut"


"Untuk meningkatkan kemampuan energi penyulingan mu sebelum ujian, bau dari material bunga darah api itu harusnya yang keluar dari tubuh mu untuk mencegah efeknya bukan"

__ADS_1


"Serta terdapat gumpalan energi batu sulfur, itu artinya pada saat ujian kamu membuat senjata dengan menggunakan material utamanya itu"


Master Garong sangat terkejut dengan ekspresi keringat keluar dari wajahnya dan mata melotot berkata dalam hati "aahh dia tahu..!!" tetapi Master Garong mencoba untuk membantahnya.


"Omong kosong!!, dasar bocah tahu apa kau!"


Disaat Master Garong mencoba pergi dari tempat itu dia terbatu diam tanpa bisa bergerak lagi karena mendengar perkataan Jayabaya yang berkata.


"Tetapi kau bahkan tidak mengetahui efek sampingnya"


"Material bunga darah api memiliki efek samping yang sangat luar biasa kuat"


"Aku yakin alkupuntur yang kau pasang di leher, dada, dan di punggung mu sangat nyaman di gunakan di siang hari seperti ini ya"


Master Garong akhirnya menjadi ketakutan dan menoleh perlahan ke arah Jayabaya sambil berkata dalam hati "dia mengetahui semuanya yang terjadi pada ku" namun Jayabaya meneruskan penjelasannya.


"Bakat penyulingan yang sia sia untuk mempertahankan hidup mu"


"Jika kau ingin sembuh maka kau harus memotong tangan mu dan menghancurkan simpul tubuh mu"


Sambil keringat dingin Master Garong berkata "dasar bocah!!, jangan mencoba untuk menakuti ku...." kegelisahan muncul dari raut wajahnya, lantas Jayabaya memutar badan sambil berjalan perlahan untuk pergi sambil berkata.


"ooh lupakan aku hanya seorang bocah yang berbicara ngawur, aku cuman mengajarimu pengobatan yang tidak ada gunanya" sambil berjalan keluar gedung meremehkan Master Garong.


Master Garong karena panik dengan nyawanya yang memang benar terancam seperti penjelasan Jayabaya langsung mengejarnya, memegang pundaknya dan berteriak.


"Kau tidak boleh pergi!, cepat beritahu aku bagaimana cara mengobati ini sekarang juga!!"

__ADS_1


BERSAMBUNG . . . .


__ADS_2