Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Kemenangan Telak


__ADS_3

Dengan penuh emosi dan kekuatan yang memancar begitu besar dari tubuh Uu Kleng setelah mengaktifkan secara penuh simpul tingkat limanya, dia langsung bersiap untuk maju menyerang Jayabaya, disaat bersamaan putri kerajaan Wuratan dan kedua temannya Jayabaya pun semakin kawatir dan kaget, selain itu orang orang di sekitar yang melihat semua itu berkata satu sama lainnya.


"Begitu banyak kekuatan yang di keluarkan orang itu! dia memang calon jawara yang hebat!"


"orang itu bahkan tidak memiliki simpul yang terbuka sama sekali, bukankah cari mati namanya!"


"sungguh kasihan dengan orang yang tidak memiliki simpul itu"


"nasibnya sungguh buruk melawan calon jawara itu"


Dengan kecepatan tinggi Uu Kleng melepaskan kuda kudanya dan bergerak dengan cepat ke arah Jayabaya sambil berteriak.


"Hari ini adalah hari terakhir mu, mati lah kau!!, aku yang akan mengakhiri muu!!"


Pukulan yang sangat cepat melayang ke arah wajah Jayabaya dan di ikuti teriakan teman temannya dan putri kerjaan Wuratan.


"Jayabaya!!"


"Larrriiiiiii . . . . .!!"


Jayabaya disaat genting seperti itu hanya mengangkat pedang yang dia pegang dengan mengarahkannya kearah pukulan yang datang kepadanya.

__ADS_1


"Aaahhh tangaann kuuuu!!!" Uu Kleng menagis karena kesakitan melihat tangannya berkucuran keluar darah.


"Uurrggghhh. . . . ." suara merintih kesakitan setelah berteriak menangis karena ternyata Jayabaya menendang ******** Uu Kleng dengan tepat sasaran, dan akhirnya ada dua orang anak yang kesakitan terkapar di tanah sambil memegang ***********.


Sontak semua yang melihat itu terkaget dan saling berkata satu sama lainnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi!"


"Bagaimana mereka berdua begitu bodoh"


"Sepertinya ada yang salah dengan bocah sampah itu??"


"Aku juga merasakan hal yang sama, aku melihat tadi Uu Kleng memukul pedang anak itu"


"Jika aku tidak bisa mengalahkan orang seperti kalian maka lebih baik aku bunuh diri saja"


Sambil mendekat kepada kedua anak dari keluarga Kleng, iya pun sambil berkata dan menendang mereka berdua sekaligus.


"Menyakiti teman teman ku memiliki konsekuensi yang harus di tanggung!" sambil ancang ancang menendang.


"Aaaa tidak jangan mendekat!!" Uu Kleng berteriak sambil merintih kesakitan di tanah.

__ADS_1


"Deebb, Duueerrr . . . ..!!" Jayabaya menendang kedua anak itu sampai terpental hingga tersender di tembok.


Kedua anak keluarga kleng pingsan sambil kencing di celana dengan Jayabaya berdiri di depannya menatap tajam, dengan sigap teman teman Jayabaya menghampirinya, lalu bertanya kepadanya.


"Saudara Jaya, apakah kau sudah mencoba mengaktifkan simpulmu??" Nehen bertanya kepada Jayabaya.


"Pergi kalian semuanya bubar bubar!" Anba mengusir para penonton yang berkerumun menonton dari tadi.


"Tidak sama sekali Nehen, tidakkah kamu melihatnya juga bahwa mereka yang melukai dirinya sendiri, hahahaha" Jayabaya dengan ekspresi sombong menjawab pertanyaan Nehen.


"Kelihatannya memang seperti itu, tetapi kamu hebat juga Jaya! hahahaha" Anba berkata dengan menepuk nepuk bahu Jayabaya dari belakang.


"Jayabaya!!, apakah kamu benar benar Jayabaya yang aku kenal??" Putri Nue berkata sambil memasang wajah heran.


"Dengan kejadian ini keluarga kelng dapat memanfaatkan hal seperti ini untuk membunuhmu Jayabaya"


"Aku khawatir mereka akan menggunakan situasi ini untuk memprovokasi keluarganya" Putri Nue sambil memasang wajah kawatir menunjuk kedua anak keluarga kleng.


Jayabaya melihat kekawatiran itu langsung menjawab dengan mengangkat pedangnya dan menanjapkan di dekat celana Uu Kleng.


"Jika mereka tidak jujur berbicara ini kesalahan mereka, maka aku akan menghancurkan apapun yang membuat mereka menjadi laki laki di masa depan" Jayabaya sambil tersenyum jahat menancapkan senjatanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG . . . .


__ADS_2