Jaya Ningrat

Jaya Ningrat
Tuan Putri Wuratan


__ADS_3

Jayabaya berjalan kembali menuju ke sekolahnya yaitu Akademi Kerjaan Wuratan, di depan gerang akademi yang besar itu dia terdiam sejenak karena ada orang yang berbicara satu sama lain namun menghalangi jalan Jayabaya.


"Setelah memadatkan energy cakra milikmu, pergilah membuat senjata suci tingkat satu sendiri"


Tiba tiba orang yang sedang berbicara itu menatap dan langsung menyerang Jayabaya dengan kedua tangannya bergantian, namun Jayabaya dengan mudah menghindarinya karena memiliki reflek kaisar abadi, dan setelah menghindar Jayabaya pun mencoba mundur dua langkah lebih jauh dari dua anak yang bernama Nas Kleng dan Uu Kleng mereka adalah teman sekelas Jayabaya namun sebagai pembuli, lalu salah satu anak itu berkata.


"Jayabaya! kau dalam keadaan baik ya hari ini, atu mau di hajar lagi!?" tampang meremehkan.


"Kaaliaan!" jawab Jayabaya


Tiba tiba muncul dua orang  maju kedepan Jayabaya yaitu Anba dan Nehen sahabat daripada Jayabaya dari perkumpulan di kelasnya sambil mengeluarkan kata kata kepada si kembar keluarga kleng.


"Oiii Apa yang kalian lakukan!?" nehen bertanya.


"Bajingan ya kalian , kalian mau melakukan apa lagi kepada saudara Jayabaya!" anba berkata dengan lantang.


Sambil menaikan lengan bajinya Nas Kleng langsung bergerak dengan cepat dan berkata.


"Yaa tidak banyak yang ingin ku lakukan, selama pelajaran tadi terakhir si Jayabaya ini sok keren sekali, jadi bos kami menyuruh mencarinya!"

__ADS_1


Tiba tiba tangan Nas Kleng mengarah dengan cepat ke arah Jayabaya dan teman temannya, namun tidak sampai disitu kedua teman sahabatnya ini berteriak.


"Ini namanya pembulian bajingan!"


"Duuuarrr" suara pukulan energy yang di tahan oleh Anba, lalu iya terpental kebelakang karena Nas Kleng jauh lebih kuat.


"Anba kau ternyata sudah membuka simpul tubuh mu dan sekarang berada di tingkat empat!" Nehen berkata sambil menahan badan Anba yang terpental.


"Tidak usah kawatir, mereka juga sama setaranya hanya tingkat empat simpul tubuhnya" berkata Anba sambil dengan sigap ingin maju lagi mempertahankan martabatnya.


Tiba tiba Uu Kleng maju dengan kecepatan pukulan sambil berteriak ke arah Anba.


"Hahahaha, dasar bodoh cuman tingkat 4 kata mu??!"


"Terlalu dini kau untuk menjadi sombong sampah!" beradu dengan kuat antara pukulan Uu Kleng dan Anba yang dimana ternyata Uu Kleng sudah berada di tingkat 5, hal ini membuat kekuatan Anba kalah yang menyebabkan tulang tangan Anba patah dan terpental di tangkat oleh Nehen.


"Uuuuaaaa lengan ku!!! tidaaakk!!"


Sambil Nehen memegang Anba yang kesakitan karena tulang tangannya patah beradu kekuatan, di sekitar orang sudah ramai berkumpul sambil berbicara satu sama lain.

__ADS_1


"Wah itu bukannya salah satu anak terkuat di kelas junior dari keluarga kleng"


"Wow mereka melakukan pertarungan"


"Wahh tangannya patah, lihat itu"


Dengan belagu dan sombong Uu Kelng sambil bergaya dan meremehkan lawannya.


"Hahahaha . . . akan ku buat kau mengerti perbedaan diantara kita, sampah tetaplah sampah"


"Ada perbedaan besar antara simpul tubuh tingkat empat dan lima, dasar bodoh!"


"Kenapa kalian tidak pergi saja daripada menghalangi pemandangan kami disini" Nas Kleng berbicara sambil memasang wajah meremehkan, namun dia tiba tiba kaget mendengar suatu suara yang lantang.


"Aku penasaran bagaimana kalian akan membuat kami pergi?!"


"Biar ku lihat siapa yang berani membuly teman teman ku ini?!"


Suara yang membuat si kembar dari keluarga kleng itu ternyata seorang putri satu satunya dari kerajaan Wuratan.

__ADS_1


"Putri kerajan Wuratan bernama Nue, jadi meskipun aku ini sampah ternyata aku masih punya hubungan dengan teman seperti itu ya" Jayabaya berkata di dalam hatinya sambil menatap reaksi si kembar keluarga kleng.


BERSAMBUNG . . . .


__ADS_2