
Dengan munculnya putri kerajaan Wuratan, anak anak dari keluarga kleng akhirnya mundur perlahan sambil memberikan sepatah dua patah kata yang terkesan merendahkan Jayabaya dan teman temannya.
"Haadewwhh . . . ."
"Kami akan memberikan kehormatan untuk tuan putri kerajaan kami, karena ia pantas mendapatkannya"
"Kalian beruntung karena di selamatkan oleh tuan putri kami, hahahaha" kedua anak keluarga kleng sambil berbalik berjalan meninggalkan mereka.
Setelah agak jauh berjalan terdengar suara dari Jayabaya yang berkata dengan lantang dan meremehkan.
"Hhhmm . . . kalian berdua setelah selesai memukul teman teman ku dan sekarang kalian ingin pergi begitu saja dari hadapan ku??"
Mendengar semua kata kata yang keluar dari mulut Jayabaya tuan putri kerajaan Wuratan dan kedua temannya langsung melihatnya dan terheran dengan ekspresi wajah yang bingung, namun di ikuti dari pada itu anak bernama Nas Kleng menoleh dan berkata sambil ekspresi marah karena mendengarkan bualan Jayabaya itu.
"waahh waahh, apa sampah seperti mu punya nalar!!"
"Aku memang tidak punya nalar!" Jayabaya sambil membawa pedangnya dan mengarahkan kepada anak anak keluarga kleng.
"aku hanya ingin mengetahui perbedaan antara yang sudah membuka simpul tingkat lima dan tingkat nol yang tidak terbuka seperti ku ini, hahahaha" sambil tertawa dan wajah meremehkan anak anak keluarga kleng.
__ADS_1
Sontak membuat tuan putri kerjaan Wuratan dan kedua teman Jayabaya terkaget.
"oii Jayabaya, kau gila yaa" kedua temanya berteriak bersamaan.
"Jayabayaa!!" tuan putri sambil memasang wajah ekspresi bingung.
Kedua anak keluarga kleng tersenyum dan saling berebut untuk memberikan pelajaran untuk Jayabaya.
"hahaha biar aku saja kakak!" UU Kleng berkata dan di hentikan oleh Nas Kleng
"Tidak usah biar aku saja, baiklah jika seperti itu mau mu sampah, bagaimana jika di mulai dengan diriku terlebih dahulu yang tingkat empat ini!, hahahahaha" sambil mengambil kuda kuda dan berlari cepat ke arah Jayabaya mengeluarkan pukulan yang cepat.
"Jayabaya, awasss!!!" kedua temannya berteriak dan ekspresi ketakutan begitu juga sang tuan putri.
Sedikit lagi pukulan Nas Keleng mengenai wajah dari Jayabaya namun ternyata iya berhenti kesakitan karena Jayabaya sudah menendang titik lemahnya yaitu mendang ******** Nas Kleng, tidak ada yang dapat mendeskripsikan rasa sakit yang di alami Nas Kleng yang langsung berteriak dengan lantang dan sejadi jadinya sambil mengeluarkan air mata.
"Uuuuuuaaaaaaaa. . . . . ." di ikuti dengan iya terkabar di tanah sambil kesakitan menahan sakit *********** yang di tendang.
Semua orang melihat kejadian itu terheran heran, dari mana Jayabaya bisa terfikirkan untuk mengcounter serangan dari Nas Kleng seperti cara yang ia lakukan itu, disaat bersamaan Uu Kleng melihat saudaranya terkapar raut wajahnya menjadi merah karena emosi sambil menunjuk Jayabaya.
__ADS_1
"Kaauuu dasar bajingan sampah!"
"Seperti yang kau lihat aku hanya mengangkat satu kaki tanpa tahu dia akan menyerang sperti itu, sungguh bodoh saudara mu itu" Jayabaya melontarkan kata kata dengan wajah meremehkan sambil menunjuk saudara Uu Kleng yang terkapar di tanah.
"Omong kosong kau sampah!" Uu Kleng sambil menggegam tangannya ingin menyerang Jayabaya, namun dia mendengar semua yang di bicarakan oleh yang menonton saat itu.
"Aku yaqin bocah itu sebenarnya tidak bisa menyerah"
"Ini benar benar tontonan yang lucu"
"Bahkan dia tidak bisa menghindari kaki yang tidak sengaja di naikan, sebenarnya diakah yang sampah"
Karena mendengar semua itu Uu Kleng menatap tajam Jayabaya sambil berkata di dalam hatinya.
"Ini sangat aneh sekali"
"Sangat mustahil jika kakak ku Nas Kleng tanpa sengaja terkena tendangan seperti itu"
Dengan penuh emosi Uu Kleng pun tidak berfikir panjang dan langsung mengaktifkan full kekuatan daripada simpul tingkat limanya yang membuat bajunya robek robek karena pancaran kekuatan yang keluar, sambil dia menatap tajam dan memasang kuda kuda ia berkata.
__ADS_1
"Tidak peduli apapun yang kau katakan, saat ini kau berada dalam masalah besar dan akan aku hancurkan!!"
BERSAMBUNG . . . . .