Jodohku Ternyata ?

Jodohku Ternyata ?
Episode 1 - Ayah masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Di ruang tunggu pasien IGD, terlihat Bima sedang duduk menunggu hasil tentang kondisi ayahnya yang sedang sakit akibat kecelakaan mobil yang tak jauh dari rumahnya.


Tidak lama setelahnya dokter yang menangani ayahnya keluar.


"bagaimana kondisi ayah saya dok?" tanya Bima


"ayah anda masih koma, dan perlu di rawat di rumah sakit dengan jangka waktu yang belum bisa di tentukan" jawab dokter.


"apa boleh saya melihat kondisinya sekarang?" lanjut Bima.


"boleh,silahkan" jawab dokter.


Didalam ruangan, Bima duduk di samping ayahnya yang masih terbaring koma.


***


satu jam berlalu,tiba-tiba, terdengar suara yang memanggil namanya.


Bim.............


Bima terkejut, ternyata ayahnya sadar dari koma. spontan Bima langsung menanyakan keadaan ayahnya.


"apa papa baik-baik saja?"


"iya,papa rasa sudah membaik" ucap ayah berbohong pada Bima.


"syukurlah" sambung Bima dengan hati yang tenang.


"Maafkan papa" ucap ayah dalam hati.


Bim... "papa ingin melihatmu menikah dengan Audy sebelum papa pergi".


"maksud papa?" sambung bima dengan nada heran.


"Ya, papa ingin kamu menikah nak.


"Apa ayah sudah memikirkannya dengan matang-matang..?, Bimakan tidak mengenal siapa itu Audy, bahkan tak pernah bertemu sekalipun..?" ucap Bima.


Papa yakin Audy bisa menjadi seorang Istri yang baik buatmu Bim.


"Bima butuh waktu pah" jawab Bima.


Kemudian Bima izin kembali pulang ke rumah dengan sedikit kesal....


Setelah sampai, Bima memikirkan permintaan ayahnya yang mau menikahkan dirinya dengan Audy yang sama sekali ia Tidak tahu, bahkan bertemu pun tidak sama sekali. Bagaimana dengan Kiki (Pacar Bima)..?

__ADS_1


***


Di rumah sakit, Bima ingin marah pada ayahnya, namun Bima memikirkan kondisi ayahnya yang sedang sakit, Bima takut terjadi hal dan kondisi yang tak diinginkan pada ayahnya.


"siapa Audy..??? Selama ini ayah tak pernah membicarakan ini kepadaku sebelumnya, mengapa ayah mendadak begitu yakin dengan Audy untuk menjadi Istriku?". Bima bertanya dalam hati.


Ah sudahlah ucap Bima membuyarkan semua pikiran yang menghantui pikirannya itu.


Tak lama terlintas dipikiran Bima untuk bertanya pada ibunya. Bima langsung bergegas turun kebawah menuju ruang keluarga, Ia melihat ibunya sedang menyiapkan perlengkapan untuk ayah saat dirawat dirumah sakit nanti. Sesampainya di bawah, Bima bertanya pada ibunya.


Bu... siapa Audy..? apa ibu mengenalnya?,, tanya Bima tanpa basa-basi.


"Audy anak teman ayah sama ibu, memangnya ada apa,? apa kamu suka?" tanya ibu dengan nada bercanda.


"Bima serius bu" sambung Bima.


"Memangnya ada apa?" tanya ibu dengan penasaran.


"Ibu tau kalau papa ingin menikahkan aku dengannya?" tanya Bima.


Ibunyapun terkejut, sebab ibunya tak tahu sama sekali mengenai masalah itu.


"Memangnya kapan ayah ngomong sama kamu begitu?" tanya ibu dengan nada penasaran.


"ibu tahukan kalau Bima punya pacar, kenapa tidak memberi tahu ayah atau memberi tahu aku terlebih dahulu tentang ini..?. sambung Bima dengan nada marah.


"Ibu tidak tahu apa - apa dengan masalah ini" jawab ibu pada Bima.


Bima lantas pergi kembali naik ke kamarnya dengan suasana yang marah dan menutup pintu lalu membantingnya dengan cukup keras, hingga ibu terkejut.


***


Ibu mengetuk pintu kamar Bima.


(tok.. tok.. tok..)


Bim...


Bim...


ibu ke rumah sakit dulu...


namun tak ada jawaban dari Bima. Ibunya paham kalau Bima sedang tak ingin di ganggu. Ibu lantas pergi.


Setibanya di rumah sakit, ibu menyimpan semua perlengkapan yang telah dibawa di kamar rumah sakit yang ayah akan tempati untuk di rawat setelah dipindahkan, setelah itu ibu bergegas menuju ruangan IGD.

__ADS_1


Di sana ibu menanyakan masalah yang telah ia ceritakan Bima kepadanya di rumah, ayah meng'iyakan pertanyaan yang ibu tanyakan.


"Beritahu Bima, untuk menuruti permintaan ayah ini, ayah yakin Audy adalah calon istri yang baik untuknya, jelaskan pada Bima semuanya" ucap ayah dengan tersendak-sendak,dan napas yang terlihat susah.


"Apa sudah memberi tahu orang tuanya?"ucap ibu.


"Nanti ayah yang mengurusnya.." jawab ayah, singkat.


"nampaknya Bima sedang marah" kata ibu.


"pokoknya Bima harus menikah dengan Audy kalau ia sayang ayahnya" ucap ayah mendesak.


Ibu tak tahu mau mengatakan apa,


lantas ibu meng'iyakan permintaan ayah dengan sangat ragu, karena ibu tahu Bima pasti tak menyetujuinya.


"setahu Ibu, Audy juga punya pacar" ucap ibu dalam hati.


***


Di rumah, Bima sesekali memikirkan permintaan ayahnya saat di rumah sakit tadi, Namun, Bima bingung bagaimana cara untuk menolak, sebab dengan kondisi ayahnya yang sekarang, tidak memungkinkan untuk menolak mentah-mentah permintaan ayahnya itu, sebab akhirnya pasti menjadi beban pikiran bagi ayahnya, dan bisa saja memperburuk kondisi ayahnya yang sekarang.." pikir Bima. Kemudian Bima keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk makan, setelah itu ia kembali lagi ke kamarnya.


Di kamar, Bima menyalakan laptop miliknya untuk melihat perkembangan bisnis yang ia jalankan serta mengontrol kantor dari rumah, sebab Bima juga merupakan seorang Direktur dari perusahaan ternama di jakarta, namun Bima tidak bisa konsentrasi dengan itu semua, pikiran bima masih terbayang-bayang mengenai permintaan ayahnya, yang menurutnya tidak masuk akal.


Untuk menenangkan beban pikirannya, Bima menelpon sahabat-sahabatnya sejak SMA untuk bertemu. Bima menelepon Rendi, Ara, Haikal, dan Sultan untuk bertemu di sebuah Restoran. Namun, di situ Sultan berhalangan untuk hadir.


Akhirnya Mereka ber- empat sajalah yang bertemu di restoran yang telah mereka sepakati.


Setelah tiba, mereka memesan beberapa makanan dan minuman, juga beberapa cemilan terlebih dahulu, untuk menemani mereka bercengkrama.


Mereka ngobrol dengan sangat asyik, hingga mereka tak menyadari kalau mereka sudah menghabiskan waktu berjam-jam.


Bima tak menyadari kalau ibunya sedari tadi menelpon, hingga panggilan tak terjawab memenuhi kolom notifikasi yang ada di handphonenya.


Namun selama itu pula, Bima sama sekali tak menceritakan masalah yang dihadapinya sekarang kepada sahabat-sahabatnya itu. Bima rasa itu adalah masalah pribadinya, dan tak seharusnya di tahu oleh mereka


"yang terpenting aku sudah sedikit lebih tenang" bersama mereka, kata Bima dalam hati.


Setelah selesai bercerita dan menghabiskan makanan yang mereka pesan tadi, Rendi, Ara dan Haikal bergegas untuk pulang.


Namun tidak dengan Bima.


Bima tak langsung bergegas pulang, ia memesan beberapa makanan dan minuman terlebih dahulu, kemudian ia bawakan kepada pacarnya Kiki tanpa memberi tahunya terlebih dahulu. Setelah itu ia kembali ke rumah dan langsung menuju kamarnya, Bima baru menyadari jika ibunya beberapa kali menelponnya saat di restoran tadi. Namun,Bima membiarkan dan tak mau menelpon balik, ia masih kesal terhadap kedua orang tuanya. Tiba-tiba ibunya menelpon kembali, namun bima tak menghiraukannya, sebab Bima masih lelah.


Bima kemudian menyimpan handphone miliknya lalu melentangkan tubuhnya di ranjang kemudian menenangkan pikirannya kembali, hingga ia tertidur.

__ADS_1


__ADS_2