
***
Di ruang keluarga, Bima menelpon beberapa teman kantornya dan menanyakan siapa yang mengetahui dan bisa mengarahkan atau mencarikannya pihak wedding organizer yang bagus dan mewah.
Bima memang tak menyukai rencana pernikahan ini sampai-sampai Bima berniat membuat pernikahan ini hancur, dengan memesan wedding organizer yang tak berpengalaman alias abal-abal.
Tapi ia kembali berfikir dengan nasib keluarganya, yang pasti akan merasa malu, kecewa dan marah terhadap dirinya.
Bima juga tak mau mempermalukan keluarganya di depan pihak wanita terlebih pada para tamu undangan yang akan hadir nantinya.
Jadi, ia berencana membuat pesta pernikahannya dengan sangat mewah. Setidaknya ayah dan ibu bisa bahagia dengan ini, pikir Bima.
Padahal jika ia mau menghancurkan pernikahan ini, ia bisa saja melakukannya dengan sangat mudah.
Setelah, Bima berusaha mencari tahu pada teman-teman kantornya mengenai pihak wedding organizer, sangat banyak yang telah teman-teman usulkan padanya. Namun, Bima menganggap semua terlihat biasa saja.
Kemudian Bima berusaha mencari lebih banyak informasi, dan menelpon Sultan salah satu sahabat sejak SMAnya. Ternyata Sultan punya kenalan yang bisa membantunya.
Lalu Bima meminta nomor pihak Wedding tersebut, kemudian Sultan mengirimkannya lewat pesan whatsapp.
Di situ, Sultan sangat penasaran, untuk apa Bima sahabatnya mencari pihak wedding organizer??, apa dia mau menikah?, pikir Sultan.
Akhirnya Sultan bertanya langsung pada Bima agar ia tidak merasa penasaran dengan masalah ini, Sultan menanyakan untuk siapa Wedding Organizer yang ia cari, Lantas Bima dengan spontan dan yakin menjawab untuk dirinya.
__ADS_1
Ketika hendak bertanya lebih lanjut, bima langsung menutup telponnya. Sultan semakin penasaran.
"apa dia serius ataukah dia sedang bercanda???, Jika benar, seharusnya ia sudah menceritakan ini sebelumnya padaku dan sahabatnya yang lain." tanya Sultan dalam hati penasaran.
Di rumah, Setelah mendapatkan nomor pihak wedding organizer dari Sultan, Bima langsung mengirim pesan pada pihak wedding organizer tersebut.
Tak lama pihak wedding organizer merespon dengan cepat, lalu pihak wedding organizer mengirim beberapa gambar yang merupakan hasil desain yang pernah pihak wedding organizer itu buat pada acara-acara sebelumnya, lalu Bima menyampaikan kepada pihak wedding organizer jika ia akan datang langsung ke kantor, karena Bima merasa tertarik.
Sesampainya di kantor wedding organizer, pihak Wedding Organizer langsung memperlihatkan beberapa contoh desain serta hasil-hasil dekorasi pernikahan yang pernah mereka buat itu, dan menjelaskan secara rinci tenta system kerja mereka yang profesional. Bima langsung tertarik dan mau memakai pihak Wedding Organizer tersebut untuk acara pernikahannya nanti dengan Audy.
Kemudian Bima membicarakan masalah tanggal acara dan menyesuaikan dari pihak wedding organizer dalam hal kesiapan mereka. Lalu kemudian, Bima juga membicarakan masalah harga secara langsung biar prosesnya cepat ucap Bima pada pihak wedding organizer.
Sesuai kesepakatan pihak Wedding dan Bima sendiri, Bima mengeluarkan dana sebesar 2 milyar untuk satu paket pernikahan mewah yang Bima minta.
Tak lupa pula, Bima menitip pesan kepada pihak wedding organizer untuk membuat pesta pernikahan ini, dengan nuansa sangat mewah dengan mendesainnya sebaik-baik mungkin dan Bima meminta untuk tidak memberi tahu siapapun jika ada yang bertanya tentang siapa yang akan menikah. kecuali pada saat hari H pesta pernikahan kepada pihak wedding organizer.
Akhirnya mereka mengerti dan paham serta mengikuti arahan dari Bima.
Setelah itu, Bima bergegas pulang. setelah sampai di rumah, Bima langsung menuju kamar ayahnya, kemudian memberi tahu ayahnya, jika ia telah menyelesaikan urusan masalah resepsi yang akan mereka gunakan saat pesta pernikahan nantinya. Ayahnyapun senang.
Kemudian Bima keluar lalu menuju ruang keluarga untuk beristirahat.
Ternyata Raya mendengar pembicaraan ayah dan Kakaknya saat ia melewati kamar tadi.
__ADS_1
Di situ Raya penasaran, sehingga ia menghampiri kakaknya dan bertanya langsung padanya.
"Kak, siapa yang akan menikah??" tanya Raya dan menjelaskan jika ia mendengar pembicaraan kakak dan ayahnya tadi saat di kamar.
"Kakak yang akan menikah" jawab Bima spontan.
"haaaaaaaaaaa....?" ucap Raya terkejut sampai-sampai Bima terkejut saat Raya melontarkan kata itu dengan nada yang sangat keras.
"yang benar saja, dengan siapa??" tanya Raya
"dengan Audy" jawab Bima.
"Audy??" ucap Raya dalam hati, dan secara bersamaan, pikiran Raya tertuju pada Audy teman sekolahnya.
"Audy siapa??" tanya Raya penasaran.
"Kakak juga tidak tahu, kakak tak mengenalnya dan tak pernah bertemu sebelumnya" ujar Bima.
"jangan-jangan benar Audy teman sekelasku", ucap Raya dalam hati.
"Ahhh,, itu tidak mungkin" ucap Raya keceplosan.
"Tidak mungkin apa maksudmu?" tanya Bima.
__ADS_1
"tidak-tidak cuman tidak menyangka saja, akhirnya kakak nikah juga,hehehhe" jawab Raya mengalihkan pertanyaan dan langsung pergi meninggalkan kakaknya, menuju kamarnya.