Jodohku Ternyata ?

Jodohku Ternyata ?
Episode 3 - Perjodohan part 2


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Pak Reza dan Bu Arni langsung menuju ruang IGD dan menanyakan kamar yang ditempati oleh Pak Arya. Namun, dokter mengatakan kalau pasien atas nama Bapak Arya baru saja di pindahkan ke lt. 4, Kamar Melati no 8. Kemudian Pak Reza bergegas menuju kamar tersebut.


***


Di dalam kamar melati, Bu Lina baru saja selesai merapikan kamar yang baru saja mereka tempati untuk perawatan Suaminya (pak Arya), Kemudian setelah itu, Bu Lina mengambil handphone miliknya untuk memberi tahu Pak Reza dan Bu Arni kalau mereka baru saja di pindahkan ke lt. 4 kamar melati no 8.


Namun, saat Bu Lina hendak menghubungi mereka, Pak Arya dan Bu Arni tiba-tiba muncul di depan pintu dan mengucap salam di kamar yang tidak di tutup olehnya.


Bu Lina lantas menghampiri mereka dan memohon maaf jika ia telat untuk mengabari mereka dan memberi tahu kalau ia baru saja mau menghubungi mereka.


Pak Reza dan Bu Arni mengerti terhadap situasi saat itu.


"Mari pak,bu silahkan masuk" ujar Bu Lina dengan senyuman.


"Oh, iya" jawab Pak Reza.


"Bagaimana keadaannya Pak Arya,..?" tanya pak Reza sambil menaruh kue kalengan yang telah di beli sebelumnya di atas meja samping ranjang milik pak Arya.


"alhamdulillah,sedikit lebih baik, sebelumnya terima kasih untuk kuenya" jawab Pak Arya.


" Bagaimana pak masalah yang kemarin?? apa sudah ada jawaban..? ujar pak Arya menambahkan.


"iya,,sudah ada. Kalau dari kami orang tuanya setuju untuk menikahkan Audy kepada anak Bapak (Bima). Tapi sepertinya Audy masih belum memberikan jawaban yang pasti, kemarin ia sempat bilang kalau ia mau untuk menikah dengan Bima. namun sekarang ia sedang mengurung diri di kamar dan ia lagi tidak ingin di ganggu" kata pak Reza.


"Nanti, jika sudah mendapatkan jawaban yang pasti dari Audy, saya akan kabari" ujar pak Reza menambahkan.


"Baiklah, terima kasih atas berita baiknya pak Reza". ucap Bu Lina.


"Iya,sama-sama bu"


Setelah itu, Pak Arya dan Bu Arni izin untuk pamit.


"Terima kasih banyak" ujar bu Lina, ketika mereka hendak beranjak pergi.


Pak Arya dan Bu Arni tersenyum.


***

__ADS_1


Saat pak Reza dan bu Arni dalam perjalanan pulang ke rumah, mereka singgah membelikan beberapa cemilan dan es krim untuk Audy dan adiknya.


setelah mereka sampai dirumah, terlihat Audy sedang duduk di kursi sofa ruang keluarga bersama adiknya, sambil menonton televisi.


Pak Reza dan Bu Arni kemudian menghampirinya, dan memberikan beberapa cemilan serta es krim yang telah mereka beli tadi kepada Audy dan adiknya.


"Asyikkkkk" kata Nadya sambil berlari-lari riang.


"Bagaimana perasaanmu nak" tanya pak Reza pada Audy yang sementara menonton televisi sambil memakan cemilan yang di beli bapak dan ibunya tadi.


"aku baik-baik saja pak" jawab Audy.


"jadi bagaimana dengan yang kemarin,,?, apa kamu tidak mau ya?." tanya pak Reza kembali pada anaknya itu.


"Audy cuman memikirkan soal pendidikan Audy ke depan. Ini akan menjadi hal yang buruk bagi Audy pak" kata Audy pada bapaknya.


"bapakkan sudah bilang kalau itu kamu tetap masih bisa melanjutkannya" jawab pak Reza meyakinkan Audy.


"hmm" kata Audy seraya menghembuskan nafas.


"jadi bagaimana nak, kamu mau kan?. Bapak yakin Bima pasti bisa jadi suami yang baik untukmu" tanya pak Reza kembali, sembari meyakinkan Audy.


"alhamdulillah" kata bu Arni.


***


Kemudian, pak Reza beranjak ke kamar untuk menelpon pak Arya, agar pak Arya tidak terlalu lama menunggu kepastian dari pihak mereka. Lalu pak Reza mengatakan kalau Audy sudah mau untuk menikah dengan Bima, sebab setibanya di rumah tadi, Audy sudah keluar dari kamarnya dan kami mengajaknya untuk bicara.


Disitu perasaan pak Arya sangat senang, "akhirnya anaknya akan menikah juga dengan wanita yang telah ia pilih" ujar pak Arya dalam hati.


"Baiklah, Ketika saya sudah di izinkan untuk pulang dari rumah sakit,kami akan datang secara langsung di rumah pak Reza, dan kami akan menyiapkan seluruh keperluan pernikahan mereka secepatnya, sebelumnya terima kasih sudah mau menerima Bima untuk pendamping anak bapak" ujar pak Arya kepada pak Reza saat menelpon


"iya, sama-sama, dan terima kasih kembali juga" ucap pak Reza


"Semoga Bima juga secepatnya mau menuruti permintaan ayahnya ini" ucap ayah dalam hati menambahkan dengan penuh harap.


***

__ADS_1


Kemudian Ibu meminta izin kepada ayah untuk pulang ke rumah dulu, lantas ayah mengingatkan ibu untuk memberi tahu pesannya kepada Bima. lalu ibu mengangguk menandakan setuju.


~


Setibanya dirumah, Ibu tak menemukan Bima di sana. ibu berfikir sejenak.


"mungkin dia di kantor" pikir ibu


Ibu kemudian menelpon Bima dan menanyakan keberadaannya dan Bima mengatakan kalau ia sedang berada di kantornya, dan sebentar lagi ia akan pulang.


Setelah menunggu 45 menit, Bima sampai di rumahnya, lalu menyimpan tas miliknya di kamar, kemudian ia keluar menuju dapur untuk makan.


Saat Bima sedang makan, ibu menghampirinya. Lalu mengatakan permintaan ayahnya yang ingin melihatnya menikah, ibu juga memberi tahu Bima kalau orang tua Audy juga sudah menyetujui pernikahannya, tinggal dari Bimanya sendiri.


Dengan spontannya Bima mengatakan kalau ia tidak mau menikah dengan Audy, orang yang ia tidak kenal sama sekali kepada ibunya.


Ibu kemudian meminta Bima untuk mau menikah dengan Audy dengan memohon - mohon kepada Bima dengan mengatakan Bima harus memikirkan kondisi ayahnya juga yang sedang sakit.


"Bagaimana keadaan ayah jika kamu menolaknya, ayah pasti sakit hati" kata ibu dengan wajah yang tak bersemangat.


Lantas perkataan itu membuat Bima bingung terhadap keputusan yang akan ia ambil, kalau ia menolak maka resikonya adalah kondisi ayahnya, sedangkan kalau ia menerima ia juga tak mau menikah dengan Audy orang yang tak ia cintai, apalagi dia tak mengenal dia sebelumnya, pikir Bima.


Bima kemudian meminta waktu untuk berfikir sejenak,dan meminta ibu menunggu. kemudian ia menuju kamarnya.


Tak lama sekitar 30 menit, Bima kembali keluar dari kamar dan langsung menghampiri ibunya yang sedang menunggu jawaban darinya.


Akhirnya jawaban dari Bima keluar. Dengan terpaksa dan berat hati, ia mengatakan kalau ia bersedia dan mau menikahi Audy, ini demi kesehatan ayah juga.


Ibu akhirnya senang mendengar jawaban dari Bima yang menyetujuinya seraya mengatakan alhamdulillah dan berterima kasih pada Bima.


"Terima kasih nak ibu turut senang" ujar Ibu


"kalau begitu ibu ke rumah sakit dulu yah untuk mengabari ayah.


Apa kamu mau kesana juga atau bagaimana?" tanya ibu.


"Tidak usahlah bu, biar ibu saja yang pergi" jawab Bima.

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu ibu pergi dulu ya." ucap ibu.


__ADS_2