Jodohku Ternyata ?

Jodohku Ternyata ?
Episode 11 - (H-1) Pesta pernikahan


__ADS_3

***


Dirumah keluarga pak reza,


Pagi ini, Pak Reza dan bu Arni menghampiri Audy yang masih berada di dalam kamarnya, Audy telah mengurung dirinya dalam kesedihan dan telah berangsur berhari-hari.


Setelah masuk ke kamar, Pak Reza dan Bu Arni menyampaikan ke Audy untuk tak lagi berlarut-larut dalam kesedihan itu, dan seharusnya Audy berbahagia.


"bapak hanya memikirkan perasaan bapak sendiri, ibu juga begitu" ujar Audy dengan meneteskan air matanya.


"percaya pada bapak, suatu saat kamu pasti akan mengucapkan terima kasih pada bapak dan ibumu ini" ujar pak Reza meyakinkan.


"itu tidak akan mungkin, pernikahan ini adalah awal dari kehancuranku" ujar Audy.


"kamu tidak boleh loh bicara begitu sayang" ucap ibu dengan lembut.


"kenapa ayah dan ibu menikahkan aku, sementara aku belum pernah bertemu apalagi mengenalnya?" tanya Audy.


"nanti kamu akan paham nak" jawab ayah.


"hmm" Audy menghela nafas.


"sudahlah bersedihnya, besok adalah pesta pernikahanmu, cobalah untuk tersenyum dan berbahagia nak" ujar ayah dengan penuh harap.

__ADS_1


"Audy akan terlihat baik-baik saja pak,bu saat acara pernikahan besok, Audy akan terlihat bahagia, tapi sebenarnya Audy sangat sakit" ujar Audy dengan datar, hingga bapak dan ibunya diam seribu bahasa atas ungkapan yang dilontarkan Audy.


"bapak dan ibu kenapa diam saja??,,bapak dan ibu pergilah, aku akan mempersiapkan diri untuk hari bahagia bapak dan ibu besok, sontak perkataan itu membuat ibu menangis, pak Reza dan bu Arni kemudian pergi dari kamar Audy.


Sesaat setelah pak Reza dan bu Arni keluar dari kamar, Audy pergi menutup pintu kamar dan menguncinya, lalu Air mata Audy jatuh, tak bisa terbendung lagi.


Hati Audy sangat sakit akibat pernikahan yang bukan keinginannya, dan sekarang, Audy sangat merasa bersalah telah membuat ibunya menangis dengan ucapannya.


"pernikahan ini membuat semuanya menjadi buruk" ujar Audy dalam hati sambil menangis.


Kemudian Audy beranjak dari tempat duduknya lalu pergi menghampiri ibunya.


"Bu, Audy minta maaf" ujar Audy sambil menangis sejadi-jadinya di hadapan ibunya.


"nggak kok bu, Audy mau untuk menikah, aku sayang sama bapak dan ibu, Audy minta maaf sudah buat ibu menangis" ujar Audy masih dengan tangisan, lalu memeluk ibunya. Ibu Arnipun pun menangis haru, melihat tingkah Audy, lalu membalas pelukan Audy, dan mengucapkan terima kasih pada anaknya, yang mau menuruti keinginan kedua orang tuanya itu dengan sangat bangga.


"terima kasih nak" ujar ibu pada Audy.


"iya bu, kalau begitu Audy kembali ke kamar sekarang ya bu, Audy mau beristirahat, besok pasti akan banyak prosesi acara dan itu jelas melelahkan" ujar Audy dan bergegas menuju kamarnya.


Saat sampai dikamarnya, Audy tak bisa membendung lagi amarahnya terhadap keluarga Raya, lantas Audy mengambil handphonenya lalu mengirimkan pesan pada Raya.


"keluargamu sungguh kejam, dan aku tidak akan memaafkan itu, keluargamu telah merusak hidupku, dan bahkan hampir merusak hubunganku terhadap orang tuaku, aku sangat benci keluargamu, kalau bukan karena bapak dan ibuku, aku takkan mau melanjutkan rencana pernikahanku dengan kakakmu.

__ADS_1


Hubungan pertemanan ini cukup sampai disini, dan aku tak butuh dan tak mau dengar penjelasanmu. aku sangat membencimu dan keluargamu.


***


Dirumah keluarga pak Arya.


Audy yang sedang berada dikamarnya, melihat pesan masuk dari Audy, Ia pikir Audy akan meminta maaf padanya atas kejadian kemarin, Raya pun membuka dan membacanya.


Saat membaca pesan itu, Raya sangat tekejut atas isi pesan yang di kirimkan oleh Audy, Raya kemudian menangis, ia tak menyangka Audy akan mengirimkan pesan seperti itu padanya, Raya ingin membalas pesan itu, tapi semua akan sia-sia, karena Audy tak akan menerima semua penjelasannya, dan dengan terpaksa Raya menerima keadaan itu.


"semoga masalah ini cepat berlalu"ujar Raya dalam hati. dan meranjak ke tempat tidur untuk beristirahat.


~


Sementara di bawah, sekitar pukul 20.15 WIB, Bima baru saja pulang dari kantornya.


"Bim,, ingat besok hari pernikahanmu, jadi kamu harus siap-siap dan jangan terlalu lelah dulu, biar besok tidak ada kendala" ujar ibu, saat Bima masuk ke dalam rumah.


"iya bu" jawab Bima singkat, lalu bergegas naik ke atas menuju kamarnya, lalu mengganti pakaian dan berbaring di tempat tidurnya.


Bima tak mau banyak memikirkan masalah pernikahannya besok, sebab itu membuatnya sangat pusing.


"Sunggu pernikahan ini seperti sebuah lelucon" ujar Bima dalam hati, kemudian ia lekas tidur untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2