
Di rumah, hanya tersisa Bima dan Raya (adiknya). Raya adalah teman dekat dari Audy. Hanya,,memang Audy tak pernah menginjakkan kakinya di rumah mereka,itulah Bima tak tahu sama sekali tentangnya, Raya juga tak pernah menceritakannya pada Bima kakaknya masalah teman-temannya.
***
Dari rumah sakit Pak Arya (ayah Bima) menelpon Pak Reza (orang tua Audy).
"hallo" ucap pak Arya.
"iya, bagaimana pak Arya..?" sahut pak Reza
"Apa,,pak Reza sedang sibuk?"
"kebetulan tidak sama sekali" jawab Pak Reza.
Kemudian, Pak Arya mengutarakan maksud dan tujuannya sehingga ia menelpon Pak Reza, Lalu Pak Arya meminta waktu dari Pak Reza untuk membicarakan masalah ini secara langsung.
Namun Pak Reza, belum bisa mengambil keputusan tentang itu, sebab ia harus membicarakan ini terlebih dahulu kepada Bu Arni (istrinya), kemudian membicarakan kepada Audy juga, sebab Audy baru menginjak kelas 2 SMA, dan ini menyangkut masa depannya,, ujar Pak Reza di sela-sela menelpon bersama Pak Arya.
Setelah selesai menerima telpon, Bu Arni bertanya siapa yang menelpon.
Pak Reza lantas menghampiri Bu Arni, dan menjawab kalau yang menelpon adalah Pak Arya, kemudian menceritakan apa yang baru saja mereka bicarakan bersama Pak Arya, dan meminta tanggapan dari Istrinya itu.
Ternyata Bu Arni menyetujuinya, dengan alasan, Bu Arni sudah mengetahui bagaimana kepribadian Bima, Bima juga sudah berpenghasilan sendiri.
"anaknya juga tampan" ujar Bu Arni menambahkan.
"Apa ibu yakin..?" kata pak Reza
"Kalau bapak sendiri, bagaimana?" ucap Bu Arni kembali bertanya.
"Melihat dari kepribadian Bima,bapak juga setuju kalau Audy menikah dengannya" jawab Pak Reza.
"kalau begitu, kita nikahkan saja mereka" ujar bu Arni
"Tapi bapak sudah mengatakan ini pada Audy atau belum?" tanya bu Arni dengan mata sedikit melotot pada pak Reza.
"Bapak yakin,pasti dia mau. Audy anak yang penurut" jawab pak Reza
__ADS_1
"setidaknya beritahu dia telebih dahulu" kata bu Arni.
"iya, itu pasti" jawab pak Reza.
Kemudia mereka beranjak dari tempat duduk, Pak Reza pergi ke kamar, sementara ibu ke dapur untuk memasak makan malam, saat ibu sedang memasak, Audy datang untuk membantu. Setelah selesai, kemudian mereka menyajikannya di meja makan, lalu Audy pergi memanggil bapak dan adiknya Nadya yang masih kelas 1 SD untuk makan malam bersama.
***
Setelah semua berkumpul, dan sementara menyantap makan malam yang telah di sajikan, disela-sela itulah Pak Reza membicarakan rencana pak Arya kepada Audy untuk menikahkan Bima anaknya kepadanya. Di situ Audy terkejut.
"Apa bapak serius..?" tanya Audy.
"iya bapak dan ibu serius" ibu menjawab pertanyaan Audy yang ditujukan ke bapaknya.
Kamu mau kan..? ujar Pak Reza menambahkan.
"Tapi, Audy masih mau sekolah pak.." jawab Audy dengan lemas.
"Kamu masih bisa melanjutkannya kalau itu" ujar Pak Reza.
"Bagaimana dengan Rendi (pacar Audy)?" kata Audy kepada orang tuanya.
"Iya" sambung ibu
Audy paham ini demi kebaikannya.
Audy juga anak yang penurut dan tak pernah menolak permintaan kedua orang tuanya terlebih untuk kebaikannya juga.
Tapi Audy tak mengenal sosok Bima yang ingin di nikahkan dengannya, Audy takut kalau akan terjadi hal yang tidak diinginkan padanya. namun, Audy menganggap keputusan kedua orang tuanya adalah yang terbaik, sebab tak ada orang tua yang mau menjerumuskan anaknya kedalam lubang penderitaan.
Dengan berat hati Audy menerima apa yang di inginkan kedua orang tuanya itu walaupun sebenarnya ia benci terhadap ini semua.
Setelah makan, Audy pergi ke kamar lalu menguncinya dan menangis dengan pelan, sebab tak ingin di dengar kedua orang tua dan adiknya, ia bingung harus melakukan apa, ia tak mungkin menolak maksud dan tujuan orang tuanya menikahkannya.
"Tapi bagaimana dengan Rendi" ujar Audy dalam hati sambil menangis. Audy sangat mencintai kekasihnya itu.
Audy juga bingung mau memulai dari mana untuk menceritakan soal ini semua kepada Rendi kekasihnya. Rendi pasti akan marah dan sedih mendengar ini semua, ia sama sekali tidak tega jika melihat rendi sedih, Rendi juga pasti jadi benci dengannya, dan Audy tidak mau kalau itu terjadi, dia akan kehilangan kekasihnya itu, pikirnya.
__ADS_1
***
Setelah itu Audy tidak keluar-keluar dari kamarnya, dan memberi tahu ibunya kalau ia tak ingin diganggu untuk sementara waktu melalui pesan singkat yang ia kirimkan lewat whatsapp.
***
"Audy sudah dua hari tidak keluar-keluar dari kamarnya, apa dia baik-baik saja..?"...tanya ibu dalam hati.
Akhirnya ibu mengecek keadaan Audy di kamar, sebab ibu khawatir terjadi apa-apa terhadap Anaknya itu.
Namun, Audy tak menjawab panggilan ibunya dari luar kamar, pintu kamarnya juga di tutup. kemudian ibu mencoba menelpon Audy lewat panggilan whatsapp namun Audy juga menolaknya dan mengirimkan pesan kepada ibunya kalau ia baik-baik saja, dan beri waktu kembali Audy untuk sendiri. ia mengatakan kepada ibunya juga kalau ibunya tak perlu khawatir.
Ibu paham, kalau Audy butuh ketenangan untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Namun, setahu ibu, Audy belum menyentuh makanan selama ia mengurung diri di kamarnya. Akhirnya ibu mengirim pesan kembali pada Audy kalau dia harus makan, namun Audy tak membalasnya. Ibunya, kini khawatir sekali dengan kondisi Audy.
Tak berselang lama Audy membalas pesan whatsapp ibunya, Audy mengatakan kalau ia selalu makan, dengan makanan yang ia pesan melalui aplikasi online setiap malamnya, saat orang dirumah sudah tidur, "jadi janganlah khawatir" kata Audy.
Perasaan Ibu sedikit tenang.
"mana Audy"..? tanya Pak reza tiba-tiba.
"di kamarnya,lagi tidak ingin diganggu" jawab Bu Arni
"baiklah" jawab Pak Reza.
"Apa dia sudah makan" sambungnya.
"sudah" ucap Bu Arni.
Kemudian Pak Reza mengajak istrinya Bu Arni untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Pak Arya yang habis kecelakaan, sekaligus membicarakan masalah pernikahan Arya dan Bima nantinya.
Sebenarnya Pak Arya ingin membicarakan masalah ini di rumah Pak Reza secara langsung, namun dengan kondisi kesehatan Pak Arya yang kurang baik, Pak Reza mengerti dan memahaminya, sehingga Pak Reza yang datang menemui Pak Arya dan membicarakannya saat di rumah sakit nanti, agar tidak menunggu lama.
***
Di rumah sakit Pak Arya sangat mengharapkan berita baik yang datang dari Pak Reza, sebab Pak Arya ingin melihat Audy menjadi Istri dari anaknya.
"Semoga Pak Reza dan Bu Arni menyetujui perjodohan mereka terlebih lagi Audy semoga dia mau" ucap Pak Arya dalam hati penuh harap.
__ADS_1
Kemudian pak Arya dan Bu Lina menunggu bersama kedatangan Pak Reza dan Bu Arni, di kamar IGD rumah sakit.