
Pagi hari, Audy terbangun dari tidurnya.
"Semalam, Bima pulang jam berapa ya??" pikir Audy dalam hati.
Tiba-tiba Audy mendapat panggilan telpon dari Rendy, dan langsung menjawabnya.
"Hallo..." sahut Audy menjawab panggilan telpon dari Rendy
"Hallo sayang, sebentar sore kamu ada kesibukan gak?.
"sepertinya tidak" jawab Audy.
"kalau gitu, sebentar aku kesitu jemput kamu ya, aku mau mengajakmu makan di tempat biasa" ujar Rendy.
"Nanti aja, lihat keadaan"
"okelah" ujar Rendy singkat.
Audy kemudian menutup telephonenya.
***
Tak lama Bima juga terbangun dari tidurnya.
Tanpa mengeluarkan kata apapun, Bima mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
"Kamu pulang jam berapa semalam??" tanya Audy dengan tiba-tiba.
"Diam" jawab Bima singkat, sambil tetap menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Audy sontak merasa takut,dan merasa bersalah, Audypun langsung keluar dari dalam kamarnya dan turun ke bawah menghampiri ibu yang tengah duduk santai diruang keluarga.
30 menit berselang, Bima keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dan wangi, ia kemudian mengenakan pakaian kantornya dan turun kebawah untuk meminta izin ke kantor.
"Bu..,Audy.., aku ke kantor dulu" ujar Bima
"lohh, inikan hari minggu??" jawab ibu.
"iya, ada urusan mendesak yang harus diselesaikan" ujar Bima.
"Oh iya Audy, sebentar sore kamu siap-siap ya, kita ke rumah. ujar Bima
"Kerumahmu??" tanya Audy
"iyalah" jawab Bima singkat.
"haa??" ujar Audy
"hmm, baiklah bu" ujar Audy.
"Laki-laki ini sungguh membuatku muak" ujar Audy dalam hati.
"kalau gitu, aku pergi dulu"
"hati-hati ya" jawab ibu.
"iya" ujar Bima seraya berjalan keluar dari rumah menuju kantornya, dan Audy beranjak ke kamarnya.
Saat dikamar, Audy menelphone kembali Rendy pacarnya, dan memberi tahu kalau sebentar sore ia tidak bisa keluar bersamanya karena tiba-tiba merasa kurang enak badan.
__ADS_1
Rendypun memahami alasan Audy, dan sama sekali tidak menaruh curiga dengan alasan yang diberikan oleh Audy tersebut.
"kalau begitu kamu istirahat yang banyak ya, semoga cepat sembuh" ujar Rendy dan langsung mematikan telponnya.
***
Saat sore tiba, suara mobil Bima terdengar memasuki garasi yang ada dirumah, Nampaknya Bima sudah pulang.
"Si laki-laki brengsek ini kenapa pulang cepat si" ujar Audy kesal.
Beberapa saat Bima masuk ke kamar.
"Kenapa belum bersiap-siap,,kan aku sudah memberitahumu pagi tadi??" ujar Bima sedikit marah.
"kamu gak punya hak untuk memerintahku" ujar Audy dengan nada tinggi.
"heii, kamu ini istri kecilku, jadi menurutlah padaku" ujar Bima sambil memegang dagu Audy dengan sangat lembut.
"aku pikir kita sudah berjanjji akan bercerai kan?, jadi biarkanlah aku bebas" ujar Audy
"tapi selagi kita belum bercerai, aku yang bertanggung jawab terhadapmu, jadi dengarkan aku" ujar Bima dengan tetap tenang.
"Baiklah, tapi awas jika sampai kamu bermacam-macam denganku disana" ujar Audy.
"Cepatlah bersiap, aku tidak ingin berdebat lebih jauh" jawab Bima memotong pembicaraan.
Setelah mereka selesai bersiap, mereka turun bersama untuk meminta izin pada bu Arni dan Pak Reza serta adik dari Audy, untuk menginap di rumah Bima selama beberapa hari kedepan, setelah mendapat izin, merekapun keluar dari rumah dan menuju ke mobil.
"Simpanlah barang-barangmu disini, kamu masuk duluan, nanti aku yang masukkan semuanya" ujar Bima.
__ADS_1
"baiklah" jawab Audy singkat.
Setelah selesai memasukkan semua barang, Bima dan Audy bergegas berangkat menuju kerumah orangtua Bima.