Jodohku Ternyata ?

Jodohku Ternyata ?
Episode 9 - Persiapan pernikahan part 5


__ADS_3

Sesaat setelah menutup telpon dari Raya, Audy termenung, dan memikirkan tentang bagaimana jalan ceritanya sehingga Raya bisa mengetahui rencana pernikahan ini, padahal yang tahu tentang rencana pernikahan ini hanyalah para keluarga dekat dari pihak laki-laki dan pihak perempuan.


Apa Raya adalah keluarga dekat dari pihak laki-laki?? kalau benar, seharusnya Raya tahu tentang siapa Bima. ini benar-benar membingungkan" pikir Audy dengan sangat penasaran.


Audy kemudian kembali mengambil handphonenya, untuk menghubungi Raya.


Ia penasaran dengan Raya, yang tiba-tiba menanyakan masalah pernikahannya saat ditelpon tadi tanpa ada basa-basi, seakan Raya tahu tentang semua masalah ini.


"ini harus di cari tahu, ada yang tidak beres dengan ini semua" ujar Audy dalam hati. kemudian Audy langsung menelpon Raya.


"hallo, kenapa dy?" tanya Raya


"aku ingin menanyakan dari mana kamu tahu masalah pernikahanku?? tolong jawab dengan jujur, apa kamu tahu tentang Bima yang akan jadi calon suamiku nanti?. Tanya Audy.


Disaat Audy melontarkan pertanyaan itu, jantung Raya berdetak sangat kencang, ia terdiam cukup lama, untuk memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan pada Audy untuk masalah ini.


"kenapa kamu hanya diam saja Ray??" ujar Audy yang membuat Raya makin deg-deg'an.


"ini sangatlah sulit untuk di jelaskan" ucap Raya dalam hati.


"Aku akan jelaskan padamu, tapi tidak melalui sambungan telpon, bagaimana kalau kita ketemu sekarang?" ujar Raya.


"Baiklah, kita ketemu di Restoran samping hotel Maradika malam ini juga, aku akan kesana sekarang. ujar Audy.


"baiklah,aku akan bersiap dan segera menuju kesana" jawab Raya.


Setelah itu, masing-masing dari mereka bergegas menuju ke tempat yang telah mereka sepakati tadi.


Setelah mereka sampai, Audy membuka obrolan.

__ADS_1


"Cepatlah ceritakan Ray" kata Audy.


"apa tidak lebih baik jika kita memesan makanan atau minuman terlebih dahulu??" tanya Raya.


"Sudahlah, urusan itu nanti saja, aku sudah tak sabar ingin mendengar penjelasanmu"


"Baiklah" jawab Raya dengan jantung berdetak sangat kencang, namun Raya tetap bersikap tenang pada Audy.


Lalu Raya mulai menjelaskan semuanya pada Audy, hingga akhirnya ia memberi tahu Audy kalau sebenarnya Bima adalah kakaknya.


Audy dengan spontan terkejut.


"Haaaaa???" Teriak Audy terkejut,


hingga mata orang-orang tertuju pada mereka berdua.


"mengapa kau tak memberi tahu aku tentang semua ini padaku dari awal??" ujar Audy hingga ia menangis.


Saat itu, memang namamu yang terlintas dipikiranku, hingga aku sangat penasaran. Tapi aku tidak yakin dan tidak percaya kalau itu memang kamu yang di maksud, Asal kamu tahu, Bima juga sama sekali tidak mengenalmu.


Pada akhirnya aku baru mengetahui ini dengan pasti saat tadi aku menelponmu dan kamu mengatakan "iya kamu akan menikah dengan Bima", dan saat itu juga aku berfikir ini adalah situasi yang buruk" jawab Raya.


"tolong jangan benci padaku karena masalah ini" ujar Raya menambahkan penuh harap.


"Aku benci keluargamu yang telah menghancurkan masa depanku" ujar Audy lalu pergi meninggalkan Raya dengan penuh tangisan, Audy sudah tak menghiraukan mata orang-orang yang tertuju padanya.


Disitu Raya niat mengejar Audy, namun ia berfikir semuanya akan sia-sia dan justru tambah memperburuk suasana. Audy masih sangat marah, dan dia lagi tak ingin diganggu.


"sudah kuduga, kalau benar Audy yang di maksud adalah teman sekolahku, rencana pernikahan Bima dan Audy ini adalah awal yang buruk, ujar Raya dalam hati.

__ADS_1


Lalu Raya kembali untuk pulang kembali kerumahnya juga.


***


(Dirumah keluarga pak Reza)


pak Reza, dan bu Arni sedang makan malam sambil menonton televisi diruang keluarga.


Tiba-tiba mereka melihat Audy masuk ke dalam rumah dengan penuh tangis, kemudian langsung menuju kamarnya.


Lalu ia menutup pintu kamarnya dengan membantingnya dengan cukup keras.


Pak Reza dan Bu Arni tahu kalau Audy sedang dalam masalah.


Pak Reza dan Bu Arni kemudian menuju kamar Audy.


(tok..tok..tok)


"Audy".....ibu memanggil Audy.


"pergiiiii,,Audy tak ingin diganggu" teriak Audy dari dalam kamarnya sambil menangis.


"kamu kenapa nak??" tanya Ibu khawatir.


Audy tak menjawab apa-apa, membuat bapak, dan ibunya makin khawatir.


"sudahlah biarkan dia tenang dulu" ujar pak Reza pada ibu.


(ibu mengangguk)

__ADS_1


kemudian Ayah dan Ibu kembali ke ruang keluarga lalu kembali makan dengan perasaan yang masih penuh kekhawatiran.


__ADS_2