
Pagi itu di kamar Audy.
Bima terbangun dari tidurnya, dan ia tidak melihat Audy disana.
Tapi Bima tidak menghiraukan itu, dan Bima sama sekali tidak mengkhawatirkan semuanya.
Saat itu juga, Bima mengambil handphone miliknya dan menelpon sekretaris kantornya.
"hallo, ada apa Pak Bima??" tanya sekretaris kantor yang mengangkat telpon dari Bima.
"bagaimana keadaan kantor, semua baik-baik saja kan??" tanya Bima memastikan.
"Iya pak, semua berjalan dengan baik tanpa ada masalah" ujar sekretaris
"Baguslah, saya tidak salah mempercayakanmu untuk bertanggung jawab terhadap semuanya" ujar Bima memuji.
"Hehehe, iya pak,sebelumya terima kasih banyak atas kepercayaannya" ujar sekretaris kembali.
"Saya akan ke kantor sebentar lagi, karena semua urusan saya disini telah selesai" ujar Bima
"Baik pak" jawab sekretaris.
Lalu, Bima mematikan telponnya dan langsung beranjak pergi mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar Audy.
Setelah selesai mandi, Bima kemudian mengenakan pakaian kantornya yang di lapisi dengan setelan jas hitam mengkilat, yang menambah ketampanannya.
Setelah selesai berpakaian, Bima kemudian bergegas menuju keruang keluarga untuk meminta izin pada orang dirumah.
Namun, saat Bima hendak meminta izin, ia tidak melihat siapapun di dalam rumah, apa lagi Audy istrinya.
"mungkin saja mereka masih tertidur di dalam kamar" pikir Bima seraya bergegas menuju ke kantor, tanpa meminta izin.
Sementara Audy, pagi tadi ia sudah tidak berada didalam kamar, karena Audy pergi ke sekolah.
Setibanya disekolah, banyak teman dan sahabat Audy yang mempertanyakan mengapa ia tidak hadir disekolah tanpa kabar selama 3 hari kemarin dengan sangat penasaran.
Bahkan saat guru dari Audy masuk kekelas, Audy langsung di panggil untuk menuju ruang Bimbingan Konseling (BK).
__ADS_1
Diruang BK, saat ditanya mengapa ia tidak hadir selama 3 hari tanpa kabar, Audy hanya menjawab karena ada masalah keluarga. Audy sangat takut jika sekolah mengetahui hal yang sebenarnya
"Jika sekolah mengetahui aku telah menikah, aku bakal di keluarkan dari sekolah ini, dan jika itu terjadi, ini akan menjadi hal yang terburuk dalam hidupku" Ujar Audy dalam hati dengan cemas,dan berusaha menahan tangisnya.
"Kamu berada dilingkup pendidikan, jika kamu sedang dalam masalah, seharusnya kamu mengirim surat kepihak sekolah, kalau begini caranya kamu sudah salah nak" nasehat guru BK yang menangani masalah Audy.
"iya bu, Audy sudah salah, Audy minta maaf yah bu" pinta Audy dan sudah tak mampu lagi membendung air matanya. Kini tangisan Audy pecah dihadapan guru BK dan guru kelasnya.
"iya sudahlah, yang penting jangan sampai kejadian ini terulang kembali, jika terjadi kembali, maka akan berpengaruh terhadap nilaimu nanti".
"iya bu, audy paham" ujar Audy.
"Bu apakah boleh saya pulang lebih awal hari ini untuk menenangkan pikiranku di rumah??" ujar Audy menambahkan dengan wajah yang sangat tidak bersemangat.
"Baiklah, kamu tenangkan pikiranmu dulu hari ini dirumah, lalu besok kamu mulai datang" ujar guru BK yang merasa kasihan melihat kondisi Audy saat itu yang tidak seperti biasanya.
"terima kasih bu" ujar Audy lalu bersalaman dengan gurunya itu, kemudian bergegas menuju kelasnya kembali.
***
Sesampainya dikelas, Audy langsung mengambil tas miliknya kemudian bergegas pulang ke rumah tanpa menghiraukan teman-teman dan sahabat-sahabatnya.
"Apa Audy dikeluarkan dari sekolah??" tanya seorang teman dari Audy dengan penasaran.
"Yah, nggak mungkinlah, Audy kan anaknya pintar dan bahkan selama ini dia rajin, dan tidak pernah membuat masalah, masa hanya karena tidak masuk 3 hari tanpa kabar, dia di keluarkan dari sekolah" ujar Dewi salah satu sahabat Audy.
Tidak lama setelah itu, guru kelas masuk, spontan semua siswa berlarian kembali ketempat duduknya masing-masing
"Bu ada apa dengan Audy??, dia tidak dikeluarkan dari sekolah kan" ujar Dewi dengan wajah penasaran bercampur sedih.
"Tidaklah, Audy hanya meminta waktu hari ini untuk menenangkan pikirannya di rumah, Audy sedang ada masalah keluarga. Jadi, kalian jangan dulu bertanya-tanya kepada Audy tentang masalahnya, itu membuat dia makin merasa terpuruk" ujar Guru kelas.
"Baiklah buu" ucap seluruh teman kelas Audy.
***
Setibanya dirumah, Audy menuju ke kamar miliknya.
__ADS_1
Setelah sampai Audy kembali duduk di pojokan tempat tidur kamarnya.
"Mengapa semua ini terjadi padaku, aku benci semua ini??" ujar Audy sambil menangis.
Karena merasa lelah saat itu Audypun tertidur hingga sore hari.
Saat Audy terbangun, ternyata di situ ada Bima yang baru pulang dari kantornya.
"mengapa matamu seperti orang yang habis menangis??" tanya Bima.
"apa kau tak melihat akau baru saja bangun dari tidur??" tanya Audy kembali.
"Aku melihatnya, tapi aku tahu kau habis menangis kan??" tanya Bima kembali.
"Itu buka urusanmu" jawab Audy.
"jadi orang jangan terlalu percaya diri, siapa juga yang mengurusimu" ujar Bima dengan nada kesal, lalu pergi meninggalkan Audy didalam kamar itu menuju ke ruang keluarga untuk beristirahat sambil menonton televisi.
Hingga Bima tidak menyadari kalau dirinya tertidur hingga malam hari di sana.
Saat Ibu keluar dari kamar, ibu melihat Bima yang tengah tertidur di ruang keluarga.
"Lohh, kenapa Bima tidur di sini, apa mereka lagi ada masalah? pikir ibu penasaran seraya menghampiri Bima dan langsung membangunkannya.
"Bima??" ucap ibu, yang spontan membuat
Bima terbangun dari tidurnya.
"kenapa tidur disini??" tanya bu Arn
"Eh,Maaf bu,Bima ketiduran" jawab Bima.
"Nggak apa-apa,tadi ibu kira lagi ada masalah dengan Audy"
"Nggak lah bu, kalau begitu Bima ke atas dulu ya" ucap Bima.
"iya, naiklah" jawab bu Arni.
__ADS_1
Akhirnya Bima kembali bergegas menuju ke kamar dan melanjutkan tidurnya, sementara Audypun sudah tertidur juga malam itu.