Just A Substitute

Just A Substitute
Chapter 11


__ADS_3

"Sampai tidak ya "melihat jam pukul 19:30. "Mau di antar pulang "


"Jamie....tidak terima kasih aku menuggu seseorang "


"Abraham.., dia sedang sibuk biar aku antar pulang "keukeuh Jamie. "😐"melihat Jamie dengan datar. "Tidak usah..., kamu pergi duluan saja Jamie nanti kakek ngomel "ucap Abraham.


"Ah baiklah "melihat Abraham dan Daphne bergantian "Jaga Daphne baik-baik, dua perempuan lembut "melajukan mobilnya meniggalkan dua insan tersebut.


"Hah....memang dia siapa "merangkul Daphne. "Kita juga harus pulang nanti telat dan kakek ngomel-ngomel pada kita "ujar Daphne masuk dalam mobil.


Sampainya di rumah, Daphne sudah mengganti baju perawat dengan baju normal. Dirinya akan menghadiri acara makan malam di rumah kakek Derek Kingston.


Daphne menuruni tangga dan disana ada ayah dan ibu tirinya beserta Molly. "Mau kemana kamu malam-malam begini "ucap Rose.


"Dia pasti mau ke club "ujar Molly. "Cih....jika kalian tidak tahu jangan sok tahu "ucap Daphne. "Daphne....bicara yang sopan "bentak Parker. "Hah "geleng-geleng kepala.


"Apa mereka pernah bicara sopan padaku "menunjuk diri sendiri. "Jika kamu tidak bisa bicara sopan pada ibu dan saudarimu, jangan keluar malam-malam "

__ADS_1


"Sekarang ayah mau mengekang ku.., bukankah aku bukan lagi putri ayah "ujar Daphne. "Jaga bicara mu "ucap Parker.


"Apa "teriak Daphne. "Jangan berteriak "bentak Rose. "Kalian yang harusnya diam "melihat mata ayahnya. "Sudah menjual ku sekarang mau memegang hidupku "menatap kecewa ke arah ayahnya. "Cih..."berlalu pergi.


"Daphne....Daphne "panggil Parker. "Kamu menjual putrimu untuk apa "tanya Rose. "Dan kepada siapa "kepo Rose.


"Jangan ganggu aku "meniggalkan Rose dan Molly. Daphne memasuki mobil yang terparkir di garasi dan melakukan mobil,meniggalkan rumah sang ayah.


Di perjalanan Daphne tidak fokus menyetir dia mengingat-ingat bayangan yang dulu - dulu. "Hah....ayolah Daphne "memegang kening. "Jangan terjebak di bayangan itu "meremas setir mobil.


Sampainya di halaman rumah sang kakek. Daphne ragu-ragu untuk masuk karena sungkan untuk masuk. "Kenapa tidak ada orang "melihat-lihat sekitar.


"Hoh...kakek "balas Daphne dengan senyuman sumringah. "Hahaha....akhirnya kamu datang "senang kakek.Derek "Masuklah jangan berdiri di luar, dingin "titah kek.Derek.


Daphne menekan bell pintu dan terbuka oleh maid pria dan Daphne memberikan senyuman, sebagai sapaan dan masuk ke dalam. Wah...., itu yang di ucapkan Daphne melihat rumah megah kakek Derek bak istana.


Daphne di antar menuju ke meja makan dan disana ada orang tua Jamie dan Abraham. "Wah Daphne akhirnya kamu datang kami menuggu kamu "ucap Utami.

__ADS_1


"Terima kasih tante "duduk di dekat kursi kek.Derek. "Meski tidak memakai gaun kamu tetap cantik "puji Jovanka.


"Terima kasih tante "malunya. Sang kakek akhirnya keluar dari dengan wajah yang semangat, dan duduk di kursi utama.


"Wah.....kek semangat sekali "ucap Jamie. "Padahal tidak mau makan jika Daphne tidak ada "sambung cibir Jamie.


"Cucu berandal " kesal kek.Derek. "Hahaha "tawa keluarga tersebut. "Ayolah kita makan malam sekarang, Daphne sudah datang. Dengar dia tamu spesial kakek " senyum Abraham pada Daphne.


"Hah..haha "tawa Daphne. "Kakek tidak mau menuggu ku "ucap Abraham. "Aku bosan melihat mu "canda sang kakek.


Yah....akan banyak tawa jika kek.Derek dan Abraham bercanda. Abraham duduk di tengah Daphne dan Jamie.


_


_


_

__ADS_1


typo


__ADS_2