
"Ini rumah ayah takutnya ada yang lihat dan..."
"Hanya ada kita.."ucap Abraham. "Dan..."ucap Daphne ragu. "Molly ada di bawah "Abraham baru sadar.
"Usir dia dulu "memukul dada Abraham. "Oke-oke "membuka kunci pintu dan segera berlari. "Kuncinya di bawa lagi "sebal Daphne bersedekap dada.
"Ada apa...kenapa berlari seperti itu "aneh Molly. "Tidak...hah "mengatur nafas. "Bisakah kamu belikan sesuatu "pinta Abraham.
"Apa...."
"Satu paket Pizza sekalian kamu belanja juga "memberikan kartu. "Sepagi ini "enggan Molly.
"Takutnya belum buka "
"Ya tunggu sajalah sampai buka....udah sana "menarik tangan Molly untuk menerima kartu dan mendorongnya keluar. "Hah..."melihat pakaiannya sendiri. "Aku masih pakai piyama "berjalan menuju gerbang.
"Huh...."berlalu ke lantai dua. "Daphne "mengunci pintu. "Hanya ada kita berdua "memeluk pinggang Daphne dan menciumnya.
"Kita harus jaga jarak "melihat Daphne."Ibu mu tidak suka padaku "
__ADS_1
"Aku tidak suka ucapan mu "meremas pinggang Daphne. "Jangan hanya dengan ucapan satu orang, kamu mau menjauhiku "menatap tajam Daphne.
"Satu orang tidak suka padaku, dan itu ibumu sendiri bagaimana jika hubungan ini di ketahui dan semua orang, bukan hanya ibumu tapi semua keluarga mu akan tidak suka padaku "
"Hah...Daphne "teriaknya. "Jangan gara-gara masalah itu kamu mau mengagalkan semua rencana ku "menjambak rambut Daphne dan mengigit leher putih wanitanya.
Daphne menepuk kedua bahu lebar Abraham untuk berhenti, tapi di hiraukan dan Daphne terkejut Abraham merobek kaos yang Daphne pakai.
"Gila kamu "menampar pipi Abraham. "Kamu bisa memintanya baik-baik "
"Huh. ..kenapa kamu sekarang bawahan ku yang sudah aku beli mahal dari ayahmu "bisiknya di telinga.
Abraham kembali mencium Daphne dan mengiringinya ke tempat tidur dan melepaskan pakaian nya. Pagi itu Abraham tidak puas bermain sekali.
Tapi berkali-kali dan main kasar pada Daphne tidak kuat lagi dan lelah. Abraham tetap mengeluti Daphne hingga kesakitan dan tidak beranjak dari tempat tidur. Daphne tambah sakit saat Abraham pergi begitu saja meniggalkan Daphne seorang diri.
Daphne tidak pernah beranjak dari ranjang nya saat pagi sampai malam. "Ada apa denganmu "tanya Rose. "Jika kamu sakit pergi dari rumah, saya tidak mau penghuni di rumah ini tertular "titah Rose.
Daphne bangkit sekuat tenaga dan membereskan baju-bajunya juga. "Keluar dari kamar ku "menatap Rose biasa dan mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
"Mau kemana malam-malam begini "ucap Parker. "Dia sedang sakit "ujar Rose. "Dia mau ke rumah sakit "sambungnya.
"Mau..."Parker diam. "Hati-hati di jalan "ucapnya tanpa melihat Daphne. "Hah..."kesal Daphne.
"Kalian berdua sama saja "keluar dari rumah dengan pelan. Daphne duduk di halte bus sambil mengosok-gosokan kedua tangan untuk menghangatkan tangan nya.
Ckk....
"Daphne....kebetulan kita ketemu ayo naik "ucap Jamie. Daphne berdiri dan masih terasa sakit dan Jamie yang melihat itu langsung keluar dari mobil.
"Daphne....darah "merangkul bahu Daphne.
"Hah..."kagetnya menunduk ke bawah. Dan benar saja darah segar mengalir deras ke bawah. "Jamie "takutnya. "Tenang saja....aku antar ke rumah sakit "menggendong Daphne untuk masuk ke mobil.
Tibanya di rumah sakit Jamie menggendong Daphne, dan buru-buru mencari suster atau dokter.
_
_
__ADS_1
_