
Abraham membelah kerumunan dan melihat Daphne tengah kesakitan dan melihat air ketuban pecah. "Daphne "membantu Daphne berdiri.
"Bu..., perutku sakit "ringis Molly. "Ibu panggil Miguel dulu "menelpon.
Di perjalanan Daphne terus merasakan sakit yang luar biasa. Di dalam perutnya bergerak. "Tolong cepat "Daphne terus menangis.
Abraham menancapkan gas dan mengklakson siapa saja kendaraan yang menghalangi. Sampainya di rumah sakit bersamaan dengan Molly keduanya sama-sama akan melahirkan, dan di tempat berseberangan pula.
Dokter & Suster pun membantu dua wanita yang akan melahirkan tersebut. Abraham & Miguel sama-sama mendampingi wanita mereka. "AAA "Daphne mengejan sambil memegang tangan Abraham.
"Bertahan lah Daphne "mengelus kepala Daphne. "AAA "Molly mengejan. "Hah..."Miguel memegang erat tangan Molly. "AAA "teriak Molly & Daphne bersamaan dengan ruangan berbeda.
Suara tangis berbeda ruang bersalin terdengar setelah beberapa jam berjuang melahirkan normal, Abraham melihat bayi pertama yang keseluruhan nya putih alias albino.
( Author nanti cari-cari di internet dan di jelaskan di KISAH KEMBAR TIDAK IDENTIK : ......&..... )
"Putriku "menimang-nimang putranya. "Daphne melihat bayinya berbeda dari bayi-bayi yang pernah ia lihat, dan kembali lagi bayi kedua yang terlihat normal.
Daphne menggendong kedua putrinya di dadanya. Kedua tangis bayi kembar itu mengema dan menyentuh wajah ibu mereka. Daphne menangis haru dan mencium kedua putrinya.
Abraham tersenyum dan mencium kening Daphne lembut. Sementara itu Miguel yang menggendong putranya terkaget, dengan terbuka dan berdirilah Utami melihat Rose, Miguel & Molly.
"Bu.Utami "ujar Rose. Singkatnya Daphne sudah di pindahkan ke ruangan lain dan keluarga Kingston datang ke rumah sakit menengok cucu & cicit mereka.
Miguel sedang menemani putranya di ruangan khusus bayi. "Setelah semua nya selesai kita akan berkumpul lagi dengan mama nak "melihat putranya tidur.
Abraham duduk di samping Molly yang berbaring sedangkan keluarga Kingston melihat-lihat bayi merah yang baru lahir. "Cicit-cicit ku kembar "ujar Derek tersenyum melihat kedua cicitnya.
"Tapi kenapa yang satunya beda dari yang lain "tanya Jovanka. "Itu artinya bayi itu di sebut albino "ujar Jonathan pada istrinya. "Dimana Jamie "tanya Abraham. "Entahlah "ujar Jovanka.
Jamie sedang menemui Daphne yang termenung menangis dalam diam. "Hiks "menghapus air mata. "Jamie...aku "memegang tangan Jamie. "Jaga putri-putri ku terutama putri pertama ku "
"Kenapa kamu bicara seperti itu "binggung Jamie. "Jangan bilang Abraham aku akan pergi "
"😐....tidak Daphne "Jamie mengeleng. "Aku memohon demi keponakan cantikmu, tolong beri kabar bagaimana pertumbuhan putri-putri ku ya "pinta Daphne.
"Tunggu...aku masih binggung. Apa ada yang mengancam mu.....bilang siapa "tanya Jamie Serius. "Tidak Jamie..., kontrakku dengan Abraham sudah selesai "ucap Daphne. "Jamie berjanjilah jaga putri-putri ku "melihat Jamie serius.
"Ya..."angguknya melihat Daphne erat. Beberapa bulan kemudian.
__ADS_1
"Owa-Owa "Abraham langsung berdiri dari meja makan ke tempat putrinya. Menggendong putri pertamanya dan menimang-nimangnya.
"Ini asi untuk keponakan ku. Bisa stok untuk 2 minggu kedepan "menyimpan tas berisi asi. "Terima kasih Jamie..., kenapa hah kamu haus "mengambil dot dan memberikan nya pada putrinya.
Tangan mungil putrinya memegang tangan Abraham sangat erat dan menghisap dot berisi asi. "Owa-Owa "tangis bayi satunya.
"Keponakan ku kenapa hah "Jamie menggendong putri kedua Abraham. "Kamu pasti haus "Jamie memberikan asi. "Oh ya nama mereka. "Tanya Jamie.
"Alexis Kingston "mencium kening putri pertama nya. "Dan Aldora Kingston "Jamie mencium kening keponakan-nya mewakilkan ciuman Abraham yang masih menggendong keponakan-nya Alexis.
"Wah....huruf A itu nama awalmu "
"Iyalah...aku ayahnya "melihat putrinya menatapnya. "Ada apa nak "mencium kening Alexis. "Am....kenapa tidak ada nama belakang Daphne "
"Jangan sebut nama wanita itu "kesalnya. "Kenapa? "tanya Jamie. "Daphne ibu kandung Alexis dan Aldora "jelas Jamie.
"Daphne bukan ibu dari putri-putri ku Jamie, jika iya dia tidak akan menghilang tanpa kabar dan meninggalkan kedua putrinya. Dia tidak pantas disebut ibu jika melantarkan putri-putri nya "geram Abraham melihat putrinya akan menangis.
"Kenapa...heum kamu tidak butuh ibu nak, masih ada ayah "Abraham menimang-nimang baby Alexis. Jamie hanya menghela nafas dan tidak bicara lagi. Sementara itu di lantai dua Utami mengepalkan tangannya setelah mendengar ucapan dari putranya.
"Kenapa? "merangkul bahu istrinya. "Apa aku masih pantas di sebut ibu karena pernah melantarkan Abraham saat bayi "melihat wajah suaminya. Alexander hanya diam dan dia tidak tahu jawaban dari pertanyaan istrinya tersebut.
Malamnya setelah kedua putrinya tidur dengan kakek dan nenek mereka. Abraham mengendarai mobil menuju kediaman Hudson.
Ceklek....
"Abraham...ada apa "tanya Parker. "😐..."melihat Parker.
RUANG TAMU
"Apa ada kabar tentang Daphne "tanya serius Abraham. "Belum.....sudah beberapa bulan ini orang suruhan ku belum mengabari "ujar Parker.
"Hah....jika ada kabar, kabari "pinta Abraham. "Tentu saja "ujar Parker. Abraham berpamitan dan keluar dari rumah Hudson, dan berhenti di pintu mobil mengeluarkan kalung ruby yang di pegang nya. "Aku berniat ingin mengajak menikah dengan mu. Kenapa kamu malah pergi "menatap langit.
Wanita parubaya duduk di kursi balkon, di malam yang dingin dan angin terus menerpa. "Apa aku terlalu jahat memisahkan cucu-cucu ku dari Daphne "ucap pelan Utami memegang erat selimut.
Flasback On....
"Putri mama haus ya.....iya "Daphne mengelus kepala putri pertamanya. "Lucunya bayi mungil ini "mengelus pipi putrinya.
__ADS_1
Ceklek....
"Ab..."melihat Utami. "Tante Daphne memeluk erat putrinya. "😐..., beri asi pada putri-putri mu sepuasnya, beri ciuman perpisahan pada mereka "ucap Utami datar. "Maksud tante "lirih Daphne.
"Hah...., saya lupa untuk bilang ini dari jauh-jauh hari "melihat cucu pertama nya. Daphne tahu jalur pembicaraan Utami ke arah mana, Daphne mencium putrinya dengan lama.
"Tinggalkan Abraham dan kota ini. Kontrak mu dengan Abraham sudah selesai kan jadi saya akan menawari kamu bekerja sama dengan saya "senyum Utami.
"Tante...."lirih Daphne. "Saya akan bayar kamu lebih mahal asalkan jangan ada di kehidupan putra saya. Lupakan Abraham & kedua cucu saya "ucap Utami.
"Abraham mengontrak mu hanya untuk membeli rahim mu kan dan Abraham apa dia pernah bilang mencinta mu "tanya serius Utami.
^^^Selama ini Abraham memang belum bilang jika ia sudah mencintai ku, dalam hati Daphne ^^^
"Kebisuanmu bearti benar "ujar Utami. "Sembunyikan kesepakatan kita dari orang lain..., berapa yang kamu minta "tanya Utami. "Saya tidak butuh uang tante...jika tante memang tidak suka kehadiran saya disisi putra tante, saya akan pergi tanpa menerima sepeser pun dari uang tante "menatap wajah Utami dingin.
"Am....hah bagus kalau begitu saya keluar dulu, berpuas-puaslah dengan cucu-cucu ku "keluar dari kamar rawat Daphne.
Flasback Of....
"Hah "membuang nafas. Utami melihat langit yang terlihat mendung karena tidak ada bintang-bintang. Air matanya lolos begitu saja di pelupuk mata.
_
_
_
typo
***Ingin melihat Daphne tunggu di lapak KISAH KEMBAR TIDAK IDENTIK : ALEXIS & ALDORA, like nya di gaskeun reader, komen dan saran atau kritik positif buat author.
...Biar author koreksi tentang karya author ini ya. ...
SEE YOU AGAIN....
...●●●...
^^^TAMAT ^^^
__ADS_1
●●●***