
"Ada apa dengan mu "kesal Rose. "Jangan berteriak Daphne "timpal Parker.
"Ada Abraham..., kamu mau menginap nak "Rose memegang tangan sang menantu. "Ajak Molly kan "
"Molly sedang tidur "jawabnya tersenyum pada ibu mertua. "Ah "Rose mendelik sampai tersenyum.
"Baiklah ibu ke dalam kamar dulu "berlalu menaiki tangga. "Aku kira kau tidak ada disini "dingin Parker berlalu mengikuti langkah sang istri.
Daphne mendongak melihat ke lantai dua untuk memastikan keduanya sudah masuk ke dalam kamar. "Aku kira tidak akan kemari "bisiknya berdiri di depan Abraham.
"Aku merindukanmu "langsung memeluk erat Daphne. "A.."menutup mulut. "Jangan tiba-tiba memeluk ku nanti aku ke ceplosan berteriak dan mereka dengar "ujar Daphne.
"Maaf "melepas pelukan. "Apa tarian itu untuk ku atau untuk sepupu ku "
"Kenapa dengan kakak ipar....tentu saja untuk kakek "ucapnya. "Apa "kaget Abraham. "Haha....aku hanya bercanda "Tidak berhenti tersenyum."Ya pasti untuk kakak ipar "ucapnya memajukan bibir di depan wajah Abraham.
Hap...Abraham langsung mencium Daphne saat di depannya, keduanya larut dalam bertukar jigong tersebut. Dan melepaskan ciuman tersebut. "Ada yang ingin aku berikan padamu "
"Tunggu..., dengan rambut acak-acakan seperti itu dan Molly sedang tidur saat ini "menatap Abraham.
"Apa yang sedang kalian lakukan "ucap Daphne. "Kami tidak melakukan apa-apa "geleng Abraham. "Agar ibu tiri mu percaya, kami "melihat mata Daphne melotot.
__ADS_1
"Ah sudahlah pergilah tidur "mengelus kepala Daphne. "Ya sudah "berlalu pergi meniggalkan Abraham sendiri.
"Hah.."melihat kalung yang ia pegang.
Paginya Abraham sudah siap dengan pakaian rapi dan melihat Daphne sibuk dengan alat-alat dapur yang ia pegang. "☺.."tersenyum ke arah Daphne.
"Nak....ayo sarapan "ajak Rose. "Iya bu "Abraham menurut. Parker, Rose, Molly dan Abraham sudah di meja makan namun Daphne tidak ikut bergabung.
DaDan memilih makan di dapur daripada di meja makan. "Kenapa Daphne tidak ikut bergabung "tanya Abraham.
"Daphne....dia memang seperti itu tidak suka keluarga baru dan memilih untuk menyendiri "ujar Rose.
Semua kaget mendengar Daphne menggebrakkan meja dan menaiki tangga untuk kembali ke dalam kamar. "Lihat putrimu itu, tidak sopan "cibir Rose.
"Daphne "panggil Parker. Namun Daphne memilih mengabaikan ucapan dari sang ayah, dan memilih untuk terus berjalan.
Daphne menutup pintu dan bersandar. "Hah "membuang nafas. Parker melihat Daphne sudah memakai baju perawat sambil mengambil tas dan mantel.
"Mau kemana "tanya Parker. "Ya bekerja lah....cutiku sudah habis "berlalu keluar. "Putrimu tidak salam atau apa pun tidak sopan sekali "cibir Rose.
"Makanlah dengan tenang, jangan mencibir putriku "balas Parker. "Uhukk uhuk "Molly terbatuk.
__ADS_1
"😐..."Abraham memilih Diam, Daphne memakai mantel dan berjalan menuju halte bus. Memilih duduk dan melihat grup chat , Daphne cekikikan melihat percakapan teman sesama perawat nya. "Hihihi "tawa Daphne.
Hingga melewatkan bus yang sudah melaju meniggalkan halte bus yang hanya ada ia seorang. "Yah...pak tunggu "melihat bus sudah pergi melaju jauh.
"Ais..., telat aku "menyimpan ponsel.
...Tit...Tit....Tit......
Daphne menengok dan melihat Abraham membuka kaca mobil. "Masuklah "titah Abraham. "Kenapa? ...ayo jalan "melihat ke depan.
"Let's go "senang Daphne. "☺..."masih setia melihat Daphne. "☺....😐.."melihat Abraham.
"Kenapa tidak jalan "tanyanya. "😐.., saat sarapan tadi kenapa tidak ikut bergabung di meja makan "To The Point. "Apa kamu bisa jelaskan padaku "
"😐...Huh yang di katakan ibu tiriku semua itu bohong "melihat Abraham.
_
_
_
__ADS_1