Just A Substitute

Just A Substitute
Chapter 07


__ADS_3

"Apa-apaan itu "cibir Molly. "Sangat murahan "sambungnya. Ucapan Molly tersebut buat Abraham menengok ke arahnya.


"Kenapa menatap ku.., adikku itu seleranya rendah sekali "melihat Jamie dan Daphne. Abraham melihat ke depan tepatnya Daphne menari dengan lihai, dan tentu saja tatapan Daphne ke arahnya dan ia melihat Daphne mengedipkan mata padanya saat menari.


Kemudian giliran Jamie membalas tarian Daphne kadang mengelilingi tubuh Daphne, dan memutar tubuh Daphne yang jadi lawan menarinya.


Terdengar tepukan tangan yang riuh dan tamu undangan kadang ada yang memuji bakat Jamie dan Daphne. Di tengah-tengah Jamie dan Daphne berjoget bersama dan di akhir.


Lagi...., Jamie memutar tubuh Daphne hingga kedua tangan Daphne bertumpu di bahu kekar Jamie.


...Prok Prok Prok ...


"*Kalian hebat "


"Sangat menakjubkan* "begitulah sorak -sorai para penonton. "☺"melihat kakek.Derek tertawa.


"Aku menyangimu kakek "teriak Daphne pada Derek. "Hahaha "tawa Derek melihat Daphne.


"Aku juga "teriak Derek. Derek dan Daphne saling berbalas tawa, Jamie dan Abraham yang melihat itu hanya tersenyum, dan Molly tentu saja tidak suka Daphne dekat dengan kek.Derek secepat itu.


"Apa-apaan dia.., memalukan "ucap Rose. "😐"Parke memilih diam. Jamie menyuruh pada asistenya mengambilkan jubah untuk menutup tubuh keringat Daphne. Buat kaum adam menggila dengan kemolekan tubuh Daphne yang bisa di bilang gitar.


"Terima kasih "memegang kerah jubah. "Antar dia ganti pakaian "titah Jamie pada asistennya. "Baik tuan..., silahkan nona "


"Ah iya "mengikuti asisten Jamie. "Haha..., gadis itu sangat lucu "ucap Derek tidak berhenti tersenyum dan tertawa.

__ADS_1


"Ayahmu jadi sumringah saat melihat tingkah wanita tadi "ucap ibu Abraham berbisik pada suaminya.


"Baguslah..., semakin ayah bahagia penyakit nya akan hilang "ucap santai ayah Abraham.


-


-


-


"Waw...ini terlalu mahal untuk aku pakai "


"Ah nona bisa saja..., pakailah demi tuan Jamie "


"Baiklah tuan, permisi "berlalu pergi.


"Am....tolong... aku lupa siapa namamu. Tapi bisakah naikkan ruslating pakaian ini aku susah menggapainya "ucap dari dalam kamar ganti.


Abraham masuk dan melihat Daphne yang kesusahan menggapai ruslating di belakang tubuhnya. Abraham maju dan memegang tarikan ruslating dan dengan iseng mencium punggung wanitanya.


"Mau mati "membalikkan badan. "A.."terkejut. "Kakak ipar ☺"menetralkan keterkejutannya. "Bukankah kamu butuh bantuan "


"Tadi yang aku lihat bukan kakak ipar yang berada di sana "masih binggung. "Tolong "membalikkan badannya lagi.


Abraham kembali menaikkan ruslating dan tertutup. Daphne berbalik dan langsung memeluk kakak iparnya Abraham erat Daphne. Dan mencium ceruk wanitanya.

__ADS_1


"Aku merindukanmu "bareng Daphne dan Abraham. "Hahaha "tawa keduanya. "Aku pikir tidak bisa melihat mu "Abraham mencium Daphne gemas.


"Aku juga.., wah "membuang nafas. "Aku benci saat kalian jadi pusat perhatian "jujurnya.


"Kenapa? "ucap Abraham.


"Karena bukan aku yg ada di samping mu "melihat Abraham. "Sudah berpacaran nya "ucap Jamie.


"AAA "kaget Daphne dan Abraham. "Kamu mengagetkan ku "ucap Daphne. "Kenapa kamu bisa kesini "kesal Abraham.


"Hari ini tidak ada waktu untuk saling menjelaskan, Daphne harus ikut aku dan kamu harus ke aula sendiri "menarik tangan Daphne.


"Tap "Daphne melihat Abraham dan genggaman tangan mereka lepas. "Huh "membuang nafas.


Jamie dan Daphne menjadi pusat perhatian karena battle mereka. "Kita ke panggung untuk menemui kakek "ucap Jamie.


-


-


-


typo


...tolong dukungan kalian di gaskeun ya reader. author sanga....sangat berterima kasih yang memberikan dukungan pada karya author ini. ...

__ADS_1


__ADS_2